Are you ready?
In hunlis
Area
**
Bab 1
***
Can't hold the destiny
*
Acara lamaran yang di katakan ayah benar-benar terjadi. Entah apa nama permainan orang tua itu tapi Lisa merasa terpenjara. Apa salah nya jika ia lebih suka berkencan dengan para bocah SMA ayolah mereka naif dan menggemaskan.
Kata dokter itu pun bukan penyimpangan seksual toh usia lisa baru menginjak 27 tahun. Ya usia sangat matang menurut ayahnya. Well ia baru bekerja 5 tahun yang lalu. Posisi Presdir juga baru ia emban satu tahun ini. Bukankah menikah terlalu dini. Lisa masih belum punya segalanya.
Sebentar lagi akan ada orang yang resmi menjadi pasangan nya bukan sekedar pacar atau teman kencan. Lisa tidak tahu orang itu seperti apa dan bagaimana sifatnya. Menurut ibu dia orang baik dan sopan. Sayang nya, sudah lama sekali ia tak percaya pada siapa-siapa, apalagi omongkosong ibu nya. Selebihnya ia tak tenang, berharap si pelamar bukan kakek-kakek atau pria perut buncit.
"Apa kabar sayang." sapa ibu menarik lisa kedalam pelukannya.
Entah mengapa lisa tak merasa senang akan perlakuan manis ibunya, ia malah semakin cemas. Ini akan segera di mulai. Tanpa sadar senyuman Lisa pudar.
"semuanya akan sempurna sayang, ibu takkan menyakiti bayi kecil ibu sendiri." bisik ibunya sekali lagi yang membuatnya makin berat. Ingin lisa membalas bahwa mereka sudah kehilangan anak sejak lama.
Baiklah tidak berguna kalau ia merusak pertemuan keluarga apalagi ini restoran milik Lisa sendiri. Ia sudah pamit untuk berganti baju di ruangan khusus miliknya.
Segalanya tidak bisa lagi berjalan seperti seharusnya, mungkin lebih parah. Lisa akan menikah yang artinya membagi tanggung jawabnya. Wanita seperti Lisa yang hanya memikirkan tentang jenjang karirnya tidak akan memilih untuk menikah. Sayang seribu sayang lisa tidak punya kesempatan memilih.
Lisa terlanjur mengatakan setuju, Harusnya ia menuruti saran kang soo atau Melakukan perjalanan bisnis bersama johny patner in crime nya.
I cant freze the time.
"Kabur takan mengubah apa-pun. Anak nakal." ucap ayahnya seperti tahu segala pikiran picik lisa.
"Aku hanya ganti baju."
Pintu lift terbuka cepat. Seolah menjeknya untuk segera menghadapi kenyataan yang terpampang nyata. Ayah dan ibu nampak bergembira ini memang bukan perjodohan. Hanya acara Menerima lamaran seseorang.
Sudut matanya menangkap siluet pria dengan kulit putih pucat. Dan rambut hitam lebat.
"Apa kabar nak lisa. "
Jantung lisa berdetak cepat. Ya tuhan. Astaga. Nyonya cantik dan Tuan itu Tentu lisa tahu siapa yang akan melamarnya malam ini. Ya sangat kenal.
"Selamat malam lalisa kim. Aku Oh Se hun salam kenal. " pria itu menatapnya sebentar. Tidak ada rasa hangat di mata pria putih pucat itu, ya dia juga terpaksa sepertinya. Lisa memaksakan seulas senyum.
"Senang mengenal mu. Oh sehun. "
Benar sekitar Enam tahun lalu Lisa pergi kepesta pernikahan anak sulung keluarga Oh. Dan anak keduanya di sini untuk melamar Lisa sekarang. Jadi kenapa harus oh sehunlah orangnya.
Sehun adalah dokter genius diumurnya yang 30 tahun sekarang ia sudah menjabat sebagai kepala departemen. Dia yang mewarisi seluruh saham rumah sakit milik keluarga Oh nantinya menggantikan Oh Siwon ayah sehun sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANOTHER LEVEL
AcakLalisa Kim yakin sepenuhnya ia tak menginginkan pria manapun ikut larut dalam dunianya. Pria dari antah berantah menentangnya. Oh Sehun sanggup menjadi tameng yang menjauhkan Lisa dari perjodohan manapun. "aku bukan kamu. " "ya kita memang tak sama...
