Haluuuu apa kabar nih bucin hunlis
Bab 14
***
"Hallo? Sehun? "
'Ya ini aku.'
"Syukurlah oh sehun, kau dimana? "
"Sehun bisa ke tempat ku, aku sangat butuh bantuan mu sekarang juga. Astaga Bagaimana aku menjelaskan nya, Mobil ku tertabrak dari depan."
'tentu bisa, lalu kau. Bagaimana keadaan mu? '
"mobil ku saja, Aku tidak ada saat itu, mobilku di tempat parkir."
'Di mana lokasi mu? '
Sehun datang setelah selang beberapa menit, tak lebih dari 30 menit. Mata lisa sampai mau keluar sangkin tidak Percaya. Sehun pikir dirinya pantas di sebut manusia?. Seingat Lisa rumah sakit sangat jauh dari sini, dan sehun masih bisa datang kapan saja. Tapi ini menjelang weekend,
wajar bila dia senggang. Lisa sejenak menormalkan tarikan nafasnya.
"sehun. "
"ya. " dia bingung lisa tak buru-buru, dan masih berdiri di luar. Dan malah saling diam. Katanya harus segera pulang, lalu dia kenapa lagi.
"thanks. "
Sehun membalas santai, lalu menyuruh lisa masuk ke mobilnya.
"semua orang tak bisa ku hubungi, "
"kau juga tak bisa menggunakan taksi kan, dengan gaun hampir rusak. wajar kau menghubungi ku. "
"aku tak merasa terbebani, kau memang bukan beban, lalisa kim."
Sebenarnya karena Lisa yang merasa jahat di sini. Ayolah mata sehun sangat sayu seolah akan segera terpejam.
"kau yakin dari rumah sakit? "
Sehun mengangguk samar tak sabaran. "hmm. "
"naik lalisa."
"Biar aku yang menyetir sehun."
Akhirnya sehun memilih tersenyum sesaat. Yang sebenarnya lisa takut sehun akan menabrak sesuatu dengan kondisi begitu.
Lisa membiarkan lagu di putar acak, sementara sehun telah mengganti nya beberapa kali. Sehun kurang suka lagu-lagu tertentu sejauh yang ia lihat. Karena itu sehun terlihat sama dengan musik pilihan dia, tenang.
"kau pucat sehun. Belum tidur? "
Musik berganti lagi, rupanya sehun juga sampai melihat ke lisa sekilas. Mereka sedari tadi memang tidak berbicara.
"hanya sedikit kurang tidur minggu-minggu ini. Hari ini aku akan tertidur sampai menjelang pagi nanti. "
"Selamat tidur kalau begitu. Pastikan kau menelan vitamin sebelum nya. Ini terakhir kali nya aku mengganggu mu hari ini. " pastikan dirimu benar-benar kurang tidur, bukan sakit. Lisa jadi kasihan..
Dia terlalu pucat, Tapi sehun seorang dokter yang paham dengan kondisi nya. Kalau ia salah menduga nanti sehun mengolok nya terlalu parno. Jadilah Lisa hanya memantau dia sesekali, siapa tahu dia kemudian tak sadarkan diri.
"entah kenapa hari ini menjadi hari paling sial selama aku hidup. " tiba-tiba saja ia mengeluh, mulutnya sudah gatal berdiam terus.
Lisa menyerapahi nasib nya. Terus-menerus mengumpat dengan lantang. Kenapa kejadiannya harus sangat mendrama.
"Mobil favorit ku baru saja di hantam mobil lain dan itu sangat, sangat parah. untung nya aku punya asuransi, Satu-satu nya hal baik yang masih aku miliki. "
KAMU SEDANG MEMBACA
ANOTHER LEVEL
RandomLalisa Kim yakin sepenuhnya ia tak menginginkan pria manapun ikut larut dalam dunianya. Pria dari antah berantah menentangnya. Oh Sehun sanggup menjadi tameng yang menjauhkan Lisa dari perjodohan manapun. "aku bukan kamu. " "ya kita memang tak sama...
