BAB 3

1.2K 108 0
                                        

Seperti dugaan Off. Misi berjalan sangat lancar.

Gak sia sia memang Off dan yang lain mati matian memikirkan strategi ini.

Terlihat semua anak buahnya bahagia. Mereka telah berhasil melumpuhkan Billy Ken, yang gosipnya sangat kuat itu.

Off mengakui bahwa memang hal itu benar adanya, bahkan mereka pun hampir saja gagal, namun berkat peran yang tepat kasus ini dapat berjalan dengan lancar.

"anak buah ku semua, tanpa ada terkecuali, malam ini kita akan memiliki Hotel and Bar Diamond Style" kata Off yang disambut tepuk tangan semua orang.

Malam harinya.

Tuan Joshua tidak mengingkari janjinya. Dia memberikan fasilitas semalam penuh untuk meminjamkan Hotel Diamond Style, tempat paling mewah di kota ini.

Di bar semua berhura hura, menikmati malam ini, wanita penghibur, minuman yang banyak, serta kamar hotel yang sudah siap menampung anak buah Off dan pasangan nya malam ini.

Musik berdentum begitu keras, ini adalah malam tahun baru, pas sekali, mungkin ini bisa jadi pesta akhir tahun, lumayan bukan Off tidak perlu menyiapkan pesta lagi.

Semua bersorak untuk Drake.

Sedangkan di salah sudut bar ada Off, Tay dan New yang tidak ingin ikut beramai ramai bersama anggota lain.

"kalian gak mau gabung ke tengah?" tanya Off

Tay dan New menggelengkan kepalanya

"kalian pilih satu, bisa bawa ke kamar" tawar Off sambil menunjuk beberapa wanita.

Namun sekali lagi Tay dan New menggelengkan kepalanya

"cih dasar kalian" cibir Off

"aku akan balik ke markas phi" kata Tay

"eh gak perlu, aku sudah menyewa orang menjaga markas. Kan sudah ku bilang, semua anak buah ku harus disini. Ini tuh malam tahun baru kita harus berpesta puas disini, ditambah ini gratis"

Tanggapan Tay hanya mengangguk.

"nah ini kunci kamar, aku beri 2, masing masing satu. Tapi kalau mau jadi sekamar juga gak masalah, hahaha" canda Off

"aku akan ke tengah dulu, tak enak dengan yang lain, kan aku boss yang baik" kata Off kemudian ikut bergabung bersama yang lain.

Tay dan New tidak menanggapi Off.

Kemudian beberapa wanita mendatangi dan menggoda Tay dan New, namun kedua nya terang terangan tidak mau bermain sehingga wanita wanita itu memutuskan untuk pergi saja.

Beberapa anak buah Off, teman Tay New juga mengajak mereka masuk ke tengah, minimal dansa sedikit, tapi Tay dan New tak mau juga.

Tanpa sadar mereka minum banyak botol dan tanpa bercakap, musik berdentum makin kencang, suasana semakin meriah, ini hampir tengah malam

"cih, kenapa kamu disini, ngikutin aku ya" kata New akhirnya. Wajah New yang putih sudah memerah karna mabuk

"siapa yang mengikuti mu, hanya disini yang nyaman, kau gak lihat, disudut manapun sudah tidak nyaman" kata Tay, mata Tay pun sudah sayu

"bajingan seperti mu, sok sok an menolak wanita, apa kau suka pria?" tanya New makin ngelantur, matanya sayu ngantuk

"hei, sebelum menunjuk orang, liat sendiri dirimu, kau sama brengseknya" Tay menunjuk nunjuk New

Kemudian datang seorang wanita membawakan 2 gelas minuman untuk Tay dan New.

"hah rasanya kepala ku mau pecah" kata Tay memegangi kepalanya

"aku sudah tidak kuat minum barang seteguk lagi" kata New

"hei hei, tuan mohon minum ini. Ini adalah minuman yang dipesan kan dari tuan Off, katanya saya harus memastikan kalian minum ini" kata wanita itu dengan nada memohon

"cih, dasar Off sialan" desis Tay

"hah, dasar lemah, kau emang pecundang, liat aku" New meminum minumannya, padahal tadi dia berkata tak sanggup, namun dia emang suka nantang Tay.

Tay pun mengeluarkan senyum smirk nya, dia pun meminum gelasnya. Mereka habis bersamaan.

One TeamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang