BAB 22 (DAY 4-4 & DAY 5-1)

943 78 0
                                        

Mereka pun keluar dari bathup tadi setelah bilas. Ya mereka mandi biasa, tidak ada apa apa. Tay kini menggunakan baju nya New.

Tay duduk disebelah New, saat ini mereka diranjang

"New selama ini aku ngira bahwa aku adalah 'bad boy'. Kata mamahku seseorang yang buruk adalah yang tidak bisa menerima masa lalunya dengan baik, selalu merasa dendam. Aku benar benar sangat buruk"

New paham pasti berat menjadi Tay. Dia tidak ingin Tay terus merasa masa lalunya itu berat, New akan membantunya memikulnya, dia ingin Tay bahagia.

New pun langsung menangkup wajah Tay yang daritadi menunduk.

"yah, you're the bad boy that I always dreamed of" New langsung mendekatkan wajahnya ke Tay dan mencium bibirnya.

Tay pun terkejut mendapat serangan mendadak. Hatinya, pikiran yang selama ini masih kalut karna dimasa lalunya hilang begitu saja.

Ya New ada untuknya, dia tidak perlu peduli masa lalu, karna hari ini dan seterusnya akan ada New disampingnya.

Tay pun ingin mendominasi kegiatan ini. Namun seketika dia sadar, bagaimana pun juga Tay ingin tetap aman dan bersih.

New yang tau itu langsung membuka lacinya dan mengeluarkan apa yang dibutuhkan. Disana ada banyak sekali barang yang memang mereka butuhkan.

"kayaknya ini kerjaan White. Dia dan phi Off tukang gosip" kata New yang sedikit malu, tapi dia menggunakan intonasi nada marah.

Tay hanya tertawa kecil, dia mencubit pipi tembam New, gemas sendiri.Dan berakhirlah Tay yang menginap dikamar New.

Paginya.

Pagi ini Earth yang sudah jogging, ingin menyapa New, dia ingin mengajak sarapan tapi ketika hampir dekat dengan kamar New, Earth melihat sesuatu, dia pun bersembunyi.

"hin aku balik dulu. Nanti aku jemput, kita sarapan bareng" kata Tay di depan pintu kamar New.

Terlihat New masih mengantuk, berada di ambang pintu

"heem" kata New seadanya

Yang membuat Earth terkejut adalah New yang tidak memakai baju, dan banyak sekali tanda merah di tubuhnya. Yang sudah pasti itu ulah Tay.

"jadi mereka sudah sejauh itu?" tanya Earth sendirian.

Earth diruangannya sungguh tidak tenang, dia pun langsung menuju ke ruangan New.

New baru saja mendapatkan kabar dari Tay bahwa kasus tentang penjualan organ tubuh hampir terselesaikan, begitu juga dengan Mond yang sudah membuat kalang kabut kasino.

New pun melihat laptopnya, dia juga sudah hampir menyelesaikan tugasnya, dokumen Joss pun sudah ditemukan, tinggal urus sisanya saja.

Ketukan pintu mengangetkan New, langsung saja New membereskan dokumen nya agar tidak ketahuan

"masuk"

New memutar bola matanya, mengetahui siapa yang masuk.

Earth langsung duduk di depan New. Dia mengamati leher New, disana ada bekas merah. New yang melihat arah tatapan Earth langsung berdehem, dan Earth terkejut

"ada apa Earth?"

"aku tidak bisa berbasa basi lagi New. Apakah kamu kekasih Tay?"

New terkejut, tapi dia mencoba mengontrol raut wajahnya

"jika tidak ada yang berhubungan dengan pekerjaan lebih baik kamu keluar,masih banyak tugas yang harus saya bereskan"

"cih, bekerja keras katamu. Ya benar sih saking banyaknya yang kamu bereskan banyak berkas yang tiba tiba saja hilang"

"apa maksudmu?"

"jangan pura pura bodoh New, kalian bisa membohongi tuan Luke atau tuan Lee, tapi tidak dengan ku. Aku tau kamu dan Tay adalah orang yang dikirim Joss Way-ar"

New terkejut, kali ini ia sedikit tak bisa mengontrol ekspresinya

"jangan tanya aku tau dari mana. Yang jelas kartumu sudah di aku. Sebenarnya caraku menutup mulut itu gampang, cukup dengan bibirmu itu" kata Earth dengan wajah menggoda

"jaga mulutmu" kata New dengan nada marah

"lebih baik aku mati daripada disentuh mu" lanjut New

"aw, New jangan seperti itu. Aku tak bisa hidup tanpa mu" kata Earth dengan nada menggoda lagi

"ah mari kita buat mudah saja, aku bakal jaga rahasia asal kau bisa menjauhi Tay" kata Earth yang meninggalkan New

New tau itu bukan sekedar ancaman. New pun langsung mengebrak mejanya.

One TeamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang