BAB 16 (DAY 2)

989 86 0
                                        

Pagi harinya, Tay langsung pergi ke rumah sakit Voyage, dia akan menyelidiki masalah perdagangan organ tubuh secara ilegal itu.

Sedangkan New sedang berada di gedung A, tempat perusaahan Voyage bekerja.

New diberikan tempat khusus dari Lee.

"terimakasih tuan Lee. Atas ruangannya" kata New yang diantar Lee ke depan ruangannya

Lee hanya menggangukan kepala. "ah dari agensi mu sudah dijelaskan juga kan masalah pekerjaan apa yang kamu lakukan?"

"sudah tuan"

"baik lah"

Kemudian terlihat Earth berjalan menuju ke arah mereka

"selamat pagi tuan Lee, pagi New"

"pagi. Kamu sudah kenal New?" jawab Lee

"iya sudah, semalam kami bertemu. Mond yang mengenalkan"

"ah kalau begitu, jika ada yang ingin kamu tanyakan, kamu bisa menemui Earth. Dia ada di ruang ujung sana. Saya pamit dulu" kata Lee ke New dan pamit pergi meninggalkan mereka berdua

"ada yang ditanyakan New?" tanya Earth dengan penuh senyuman

New menggeleng "aku bahkan belum memasuki ruanganku, dan belum membaca dokumenku"

New pun masuk meninggalkan Earth. Earth hanya tersenyum saja, dia yakin New akan segera takluk kepadanya.

Setelah duduk di ruangannya, New langsung saja mengotak atik dokumen yang ada, dia harus mencari dimana dokumen Joss berada.

Alasan kenapa Voyage Coor perlu pegawai lagi adalah karna ada sedikit masalah yang disebabkan oleh perusahaan Joss. Mereka sedikit mengacaukan perusahaan Voyage.

Dan saat ini New harus bisa menangani sekaligus tanpa diketahui orang lain, bisa membuat perusahaan ini hancur. Karna target waktu yang memang hanya sebentar.

Tay sudah memeperoleh beberapa informasi dari rumah sakit. Dan sore ini dia terlihat sedang duduk di kafe yang masih berada di kompleks Black Circle. Seseorang tiba tiba mendekatinya

"hallo Tay" sapanya

"oh hallo Namtan" balas Tay. Ya yang menyapanya adalah Namtan

"ah kamu mengingat namaku. Boleh aku duduk disini"

"iya silakan"

"maaf ya, semalam suasananya kurang baik. Jadi aku akan memperkenalkan lagi, namaku Namtan, aku adalah pengelola di diskotik"

"iya, Earth dan Mond sudah menceritakan"

"jadi mulai sekarang kita akan berteman?"

"kita sama sama pekerja disini"

"oh ya Tay, kapan pun kamu butuh sesuatu kamu bisa mencariku di diskotik" kata Namtan dengan wajah dan nada yang menggoda.

Mungkin jika itu laki laki lain pasti akan tergoda, tapi tidak dengan Tay. Lagian Tay juga paham apa maksud kata 'butuh' itu.

Tay tidak merespon apa apa. Membuat Namtan semakin gemas, dan ingin segera memilikinya. Baru saja dia ingin melancarkan rayuan nya kembali, tiba tiba seseorang membanting gelas minumannya ke meja Tay dan Namtan berbicara.

"oh New" kata Tay. Matanya berbinar, dan dia tersenyum lebar.

Namtan tidak menyadari itu, dia kesal karna dia ada yang menggangunya. Tapi dia mencoba ramah pada New

"hallo New, masih inget aku kan?" kata Namtan

New hanya menggangukan kepalanya. Mendapat respon dingin dari kedua orang ini, Namtan hanya tersenyum masam, dia pun pamit untuk kembali ke tempatnya.

"bagaimana hari pertama mu masuk kantor?" tanya Tay

New meminum minumannya kemudian menggangukan kepalanya

"ehm, baik aja, hanya saja aku harus ekstra hati hati. Disatu sisi aku menyelesaikan misi, dan disisi lain aku harus menyelesaikan tugas kantor"

"aku yakin kamu pasti bisa. Kamu kan hebat" puji Tay.

New yang mendapat pujian itu hanya tersenyum tipis

"ah lalu bagaimana dengan mu ? Katanya kamu ke rumah sakit?" sekarang gantian New yang bertanya

"iya, tapi ternyata disana tidak terlalu banyak yang bisa ku dapat. Jadi besok aku akan di gedung A, mungkin harus bolak balik juga ke rumah sakit"

"ehm. Oh ya tadi aku bertemu Mond. Katanya dia juga sedang berusaha di kasino"

Tay hanya menggangukan kepalanya.

"tadi ngobrol apa sama Namtan?" lagi lagi New menggunakan nada tinggi seperti saat dia menanyakan tentang foto di dompet Tay.

Tay hanya tersenyum kecil.

"dia hanya mengajak berkenalan lagi. Dan dia menawarkan sesuatu" kata Tay, dengan nada menekan di kata 'sesuatu'

New melototkan matanya. Darahnya mendidih. Dia paham 'sesuatu' itu

"oh ya New, terimakasih buat yang tadi"

"apa?"

"sudah menyelamatkan aku. Jujur saja kondisi tadi buat aku gak nyaman" Tay tersenyum lebar, dia seolah memberitahu kalau dia tidak ada perasaan apapun pada Namtan.

New kemudian melihat minumannya yang tinggal sedikit. Rasanya sungguh kesal. Dia tidak bisa seenaknya marah pada Namtan yang mendekati Tay, karna mereka berdua belum terlibat hubungan apapun.

Bagaimana jika Tay menginginkan Namtan, tapi dia tidak bisa melakukannya karna sedang menunggu New.

One TeamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang