Chap. 15[membantu teman]

1K 249 15
                                        

-MEMBANTU TEMAN-

'Aku memang sudah berjalan, tapi nyatanya, aku sama sekali tak tau dimana Vasko berada... '

Eguan, yang berlari di tengah-tengah hujan dengan masih menggunakan jaketnya yang basah kuyup terkena air hujan, menoleh ke arah kanan kirinya, dan melewati satu persatu gang yang ada.

"Buk! "

Dan sampai di sebuah tempat, di tengah-tengah suara hujan yang berisik, dengan indera pendengaran tajam Eguan, dia dapat mendengar suara pukulan dan teriakan orang.

Itu membuatnya dengan cepat berlari menuju ke asal suara.

".. Vasko?! "

Saat sudah melihat Vasko, Bumjae dan juga Gimyung di sana, Vasko sudah tergeletak di tanah dengan penuh darah.

Dia berusaha bangkit, namun karena suaranya dia menoleh ke arah Eguan yang menghela nafas berkali-kali ke arahnya.

"Vasko?! " Eguan mencoba membantu Vasko untuk berdiri, namun Vasko terlihat mencoba bangkit sendiri.

"Bumjae, bawa Vasko..! "

Mendengar teriakan ari Eguan, Bumjae tersentak dan berjalan ke arah mereka, dengan membantu Vasko untuk berdiri dan merangkulnya agar Vasko bisa berdiri.

Sedangkan Eguan yang menatap tajam ke arah Gimyung, membuat Gimyung mengerutkan alisnya.

"Hoo... Temannya? "

Tanpa basa-basi, Eguan mengarahkan kakinya ke arah Gimyung dan tepat mengenai bagian leher dari Gimyung, tentu saja, dia menggunakan brazillian kick.

"Buk! " Namun dengan satu tangan, Gimyung dapat menghentikannya dengan mudah.

Setelahnya, Eguan menendangnya berkali-kali, dan dapat dihentikan oleh Gimyung berkali-kali pula.

"Ctar!! "

Suara petir menyambar, suara itu membuat Eguan terbelalak, dan secara tiba-tiba, dia menoleh ke arah belakang.

'Seria... '

Tiba-tiba pikirannya melayang ke arah Seria, dan itu membuatnya kehilangan fokus. "Buk! " Satu pukulan di perut tepat mengenai sasarannya.

Eguan yang melamun membuat perutnya terpukul oleh Gimyung. Namun dia tak merasa kesakitan, dia terlihat ingin cepat-cepat menyelesaikan ini dan pergi begitu saja.

"Buk! "

"Buk! "

Belum sampai satu detik, tendangan Eguan mengenai leher Gimyung, pukulan Eguan tepat mengenai peut Gimyung. Itu membuat tangan Gimyung yang berdarah karena Vasko sebelumnya, mengeluarkan darah lebih banyak lagi.

'Aku harus selesaikan ini dengan cepat.. '

Eguan terlihat tak sabaran untuk menyelesaikannya, Gimyung dapat menangkis beberapa pukulan dari Eguan, namun beberapa kali pula dia terkena pukulannya.

'Tidak, aku harus tetap mengontrol kekuatan ku.. Asalkan tak ada benda, aku takkan melakukannya seperti dulu, jangan sampai kehilangan kendali. '

"Buk! "

"Buk! "

"Buk! "

Namun di tengah-tengah itu, karena Eguan terlalu banyak melamun, dia pun terkena pukulan tiga kali bertubi-tubi dan membuatnya terjatuh. Namun saat akan memukul, tiba-tiba, rasa perih terasa di punggungnya, dan membuatnya terjatuh.

Changed[Lookism FF]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang