"Bruk! "
"Wilson memenangkan pertandingan ini!" Suara teriakan seorang pria terdengar sangat nyaring.
Di depan pria itu, terdapat dua orang anak. Dua orang anak laki-laki, salah satu anak tersungkur ke tanah dan membuat bajunya penuh dengan kecoklatan.
Sedangkan anak lainnya terlihat menghembuskan nafas dan mengeluarkan keringat.
"Selanjutnya! " Suara teriakan pria itu terdengar lagi.
Anak laki-laki yang berdiri itu berjalan pergi, meninggalkan anak laki-laki lainnya yang tersungkur.
Namun di tengah-tengah itu, seorang anak perempuan berjalan mendekat. Ia berjalan menuju anak laki-laki yang tersungkur itu, lalu ia mengulurkan tangannya.
"Sebentar lagi anak lainnya akan bertanding. Nanti pasti kena pukul kalau tidak cepat segera pergi. " Ujar anak perempuan itu, mata hitamnya menatap dengan datar.
Anak laki-laki itu mengangkat alisnya, namun ia pun menerima ukuran anak perempuan itu dan bangkit.
Anak laki-laki itu merasakan satu hal yang pasti. Perasaan asing yang anehnya ia rindukan selama ini, namun dia berniat tak terlalu memperdulikan nya.
"Lalu, apa yang kamu dapatkan dari meneliti anak itu, Eguan? " Tanya anak perempuan itu.
"... Seperti yang kau katakan, daripada anak lainnya, dia adalah yang terkuat. Walaupun begitu, dia punya kelemahan. Kelemahan yang fatal. " Ucap anak laki-laki tersebut.
"Walaupun begitu dia tak bisa diremehkan. Setelah menyelidiki lebih lanjut, aku tau jika dia anak seorang atlet profesional yang mendunia. " Balas anak perempuan itu.
Anak laki-laki itu terdiam. 'Tadinya kupikir ide memperkenalkan diri itu tak masuk akal, tapi sepertinya ini bagus. Dia bisa kugunakan. ' Batinnya.
"... Ada yang ingin kutanyakan. "
"Jika kita berhasil keluar dari pelatihan ini... Apa yang akan kau lakukan? " Tanya anak laki-laki itu.
Anak perempuan itu mengangkat alisnya bingung, namun dia juga berpikir.
"Hm... "
"Hidup normal. "
Namun jawaban dari anak perempuan itu membuat anak laki-laki itu mengangkat alisnya. "Apa? "
"Jika saat hidup aku bisa memilih, maka aku akan memilih untuk menjadi anak normal dari keluarga sederhana bahagia. Jadi jika berhasil di pelatihan gila ini, aku ingin mencoba hidup normal. "
"Lagipula aku kan masih anak-anak, jalan ku di dunia masih sangat panjang."
Penjelasan dari anak perempuan itu bisa dimengerti olehnya, namun dia masih bingung kenapa perempuan itu menjawab seperti itu.
'Deg' Suara jantungnya dapat terdengar. Itu membuat wajahnya bingung seketika. Kenapa jantungnya bersuara sekeras ini?
'Hidup normal ya... Seandainya saja bisa seperti itu. Masalahnya aku sudah tak bisa kembali lagi. ' Batin anak laki-laki itu, ia menunduk.
Namun dia merasakan jika sebuah tangan menyentuh pundaknya, ia pun menoleh. "Ayo cepat, mereka memanggil kita. Ini saatnya makan siang. " Ujar anak perempuan tersebut.
Anak laki-laki itu pun mengangguk dan mengikuti langkah kaki anak perempuan tersebut.
°
°
°
"Bagaimana kondisi dari pasien? "Siara seorang perempuan dapat terdengar. Dia memakai pakaian perawat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Changed[Lookism FF]
ActionBagaimana jika kalian tiba tiba masuk ke dalam dunia webtoon? Pasti ada rasa senang, kan? Namun bagaimana, jika dua orang anak yang bertahan hidup di jalanan dan telah merasakan berbagai macam emosi hingga membuat mereka tak bisa merasakan apa apa...
![Changed[Lookism FF]](https://img.wattpad.com/cover/253957707-64-k776075.jpg)