°°°
_____
-- -- -
"Kamu hebat kok karena bisa menumbangkan beberapa orang di sana."
"Walaupun kamu babak belur sih... "
Seorang pria yang adalah Junhyuk terlihat babak belur, pipinya membengkak, bahkan matanya juga. Hidungnya juga terus-terusan mengeluarkan darah. Sedangkan perutnya memar dan lebam dan kedua tangannya berdarah, terlebih lagi jari-jarinya yang ia gunakan untuk memukul.
Di rumah Seria, Seria mengobatinya dengan membersihkan lukanya lalu setelahnya memperban atau memberi kapas lukanya.
"Aduh! Aduh! "
"Jangan cengeng, Eguan bahkan sebelumnya tertusuk pisau di perutnya tapi tak menangis. " Ucap tegas Seria, yang masih mengobati luka-luka yang ada di seluruh tubuh Junhyuk.
"Mau gimanapun, aku belum pernah berkelahi, tau! Aku hanya pernah di pukul berkali-kali oleh ayah ku dan belajar. "
"Kehidupan mu sungguh tak berguna. " Ucap tegas Seria lagi.
"Aduh! Jangan begitu, dong! "
"Besok aku takkan masuk sekolah, deh. " Ucap Junhyuk dengan menghembuskan nafas pelan.
'Memang sih aku terbiasa dipukul ayah ku, tapi ini sakit sekali! Memang seharusnya aku belajar bela diri... '
"Baiklah, karena anak ini perban dan obat-obat untuk membersihkan luka habis, jadi aku akan pergi untuk membelinya dulu. "
Seria berdiri dan mengenakan jaket merahnya, lalu menutup pintu rumah setelah membukanya.
Sedangkan Eguan, terlihat menonton televisi dengan memakan popcorn yang dibuatkan Seria sebelumnya.
Di tengah-tengah itu, Junhyuk terlihat berjalan pelan dan menggenggam sebuah tongkat yang sebelumnya dibeli oleh Eguan.
'Walaupun sakit begini, tapi aku bangga! Karena aku bisa mengalahkan orang-orang sialan itu! '
"Junhyuk. Apa pendapat mu tentang dunia komik ini? "
Namun tiba-tiba di tengah keheningan, Eguan memecahkannya dengan pertanyaan yang serius.
Junhyuk terdiam beberapa saat, lalu dia duduk di kursi kecil yang ada di belakang Eguan.
"Dunia komik ini? Tentu saja sangat menyenangkan! Aku tak harus belajar dan mendapatkan banyak teman karena masuk ke sini! " Ucap Junhyuk dengan penuh semangat.
Eguan lalu menghembuskan nafas pelan. "Memang sih, dunia ini berbeda dan terasa sangat menyenangkan. Tapi setelah mengetahui kau mendengar seseorang saat akan berpindah ke dunia ini, aku merasa janggal. "
"Bagaimana jika kita masuk ke dunia komik ini karena keinginan kita? Karena keinginan kita melarikan diri dari dunia nyata yang menyedihkan. "
Kata-kata yang keluar dari mulut Eguan membuat Junhyuk terkejut sekaligus benar-benar terdiam. Dia terlihat sama sekali tak bisa menyangkalnya.
"Yah, meskipun itu benar-benar mengesalkan, tapi kurasa memang karena itulah aku bisa masuk ke dalam dunia ini. "
"Aku yang begitu ingin keluar dari rumah seperti penjara itu, dan kamu yang begitu ingin melarikan diri dari keluarga mafia mu itu. Bukankah itu artinya kita sama? Mungkin kita masuk ke dunia ini hanya untuk melarikan diri dari kenyataan. "
Seketika ruangan hening. Pembicaraan mereka terdengar sangat menegangkan saat itu.
"Lalu, apakah kamu mau kembali? " Ucap Eguan lagi secara tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Changed[Lookism FF]
ActionBagaimana jika kalian tiba tiba masuk ke dalam dunia webtoon? Pasti ada rasa senang, kan? Namun bagaimana, jika dua orang anak yang bertahan hidup di jalanan dan telah merasakan berbagai macam emosi hingga membuat mereka tak bisa merasakan apa apa...
![Changed[Lookism FF]](https://img.wattpad.com/cover/253957707-64-k776075.jpg)