"Anda walinya, benar? " Suara seorang wanita dapat terdengar.
"Itu benar. " Seorang pria tua yang serak dan tegas menjawab pertanyaan wanita tersebut.
Seorang wanita yang adalah perawat. Ia bertanggung jawab atas operasi Seria. "Anda bisa menunggu di sana, operasinya akan dimulai sebentar lagi. " Ucap wanita tersebut.
"Tenang saja, pak. Saya yakin keponakan Anda akan baik-baik saja. " Ucap perawatan itu lagi.
Pria di depannya, hanya mengangguk paham. Setelah perawat tersebut masuk ke dalam ruang operasi, pria itu tidak duduk dan menunggu, melainkan keluar dari rumah sakit tersebut.
Keperawakannya tinggi, rambutnya berwarna pirang dan matanya berwarna biru. Ia membuat orang-orang di sana tertuju padanya karena penampilannya, namun dia tak terlalu peduli dan memilih keluar dari rumah sakit tersebut.
Setelah keluar dari rumah sakit, dia berbelok menuju ke sebuah taman. Sebuah taman yang sangat-sangat sepi dan hampir tidak ada orang.
Pria itu mendekat kepada seseorang.
"Aku sudah melakukan apa yang kau suruh, sekarang kau akan membebaskan hutang ku, kan?! " Pria itu berseru dengan keras kepada seseorang.
"... Itu benar, kerja bagus. " Suara seorang laki-laki dapat terdengar.
Di depan pria itu, terdapat seorang laki-laki, yang adalah Eguan. Eguan duduk di kursi taman dengan tatapan datar dan membalik halaman sebuah buku.
"Semua hutang mu karena tak bisa membayar pelayanan duo karma sudah lunas semuanya. " Ucap Eguan, dan menatap pria itu.
Seketika tatapan pria itu menjadi santai dan ia menghembuskan nafas lega. Dia lalu menatap Eguan. "Kalau gitu, sekarang semuanya selesai. " Ucap pria tersebut.
"Benar."
Pria itu tersenyum senang, ia lalu membalikkan badannya dan terlihat akan segera pergi dari sana.
"Tes." Dan saat itu juga, air mulai turun dari langit. Air turun secara perlahan, itu menunjukkan saat ini gerimis terjadi.
"DOR! "
Namun secara tiba-tiba, suara tembakan dapat terdengar dengan jelas. Pria berambut pirang yang sebelumnya berdiri tegak jatuh seketika menyentuh tanah.
Pria itu terjatuh, juga dengan rambut pirang nya yang terlepas karena palsu. Tembakan itu tak lain berasal dari Eguan.
Eguan lalu menaruh kembali pistolnya ke kantung, ia menutup bukunya. Dapat terlihat hujan makin lama semakin deras dan membasahi pria yang sekarat tersebut.
'Ah, sepertinya aku kelepasan. ' Batin Eguan di benaknya, ia menghembuskan nafas pelan.
Ia tetap duduk walaupun sudah basah kuyup karena hujan. Pikirannya sama sekali tak tenang, bahkan jika ada hujan di depan matanya.
'Aku membuat pekerjaan bertambah. Jadi harus nyari orang baru yang berpura-pura sebagai wali dan bisa menirukan tanda tangan orang ini. ' Batinnya.
'Kebiasaan ini masih belum hilang... Di saat aku tak tenang, dengan menghabisi orang aku menjadi tenang kembali... '
Pikirannya kacau, saat ini dia tak bisa berpikir seperti sebelum-sebelumnya. Ia benar-benar kacau, walaupun tatapannya sangat datar.
'Tidak, tenang saja. Dia pasti akan bangun. '
'Aku yakin, dia takkan mati semudah itu..'
'Ya... '
'Aku yakin... '
'Sialan... '
KAMU SEDANG MEMBACA
Changed[Lookism FF]
AksiBagaimana jika kalian tiba tiba masuk ke dalam dunia webtoon? Pasti ada rasa senang, kan? Namun bagaimana, jika dua orang anak yang bertahan hidup di jalanan dan telah merasakan berbagai macam emosi hingga membuat mereka tak bisa merasakan apa apa...
![Changed[Lookism FF]](https://img.wattpad.com/cover/253957707-64-k776075.jpg)