Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"HUWAAAA VIONA BODOHHHH!" Jerit Viona merengek lalu menelungkupkan kepala pada lipatan tangan.
Jeff menggeleng pelan, tangan kanannya terjulur untuk mengusap puncak kepala gadisnya. "Viona, kamu itu gak bodoh. Gak ada orang bodoh, mereka cuma males buat belajar tapi bukan berarti mereka gak bisa."
Lantas Viona pun mengangkat kepalanya. "Jadi Vio gak bodoh?"
"Siapa yang bilang? Cuma karena gak bisa disatu mata pelajaran bukan berarti kamu bodoh. Lagian, bakat sama kepintaran orang itu beda-beda."
Senyum Viona memancar cerah dengan binaran mata yang membuat Jeff tidak kuat untuk tidak tersenyum. Ia pun menggosok kedua pipi Viona dengan tangannya. "Gemes."
"Tapi Jeff.."
"Hm?"
"Jeff gak malu ya punya cewe kayak Viona?" Tanya Viona tiba-tiba, wajahnya seketika muram lalu perlahan menunduk sembari memainkan ujung lembar buku dengan jemari nya.
Jeff tersenyum tipis. "Kenapa harus malu?"
"Jeff pinter, disiplin, anak kesayangan guru sementara Viona gak kayak Jeff. Beberapa kali Vio dapet cemooh katanya Jeff gak cocok sama Viona."
"Vio dengerin aku. Kenapa aku malu punya pacar kayak kamu? Justru dapetin kamu itu keberuntungan buat aku, kamu tau? Kenapa aku suka sama kamu?" Viona menggeleng, wajahnya masih saja muram.
Dengan jemari yang tergerak untuk menyampirkan anak rambut Viona, Jeff pun melanjutkan kalimatnya. "Karena kamu murni, aku dulu sempet mikir emang ada ya cewe jaman sekarang yang masih jauh dari pergaulan gak bener? ada gak ya cewe yang tingkahnya beneran polos tanpa dibuat-buat? ada gak ya cewe yang jujur tanpa diminta sekalipun?"
"Sampai akhirnya aku ketemu kamu, temen deket kamu walau modelan Al, Joanna sama Jasmine tapi mereka ngejagain kamu melebihi aku sendiri. Pergaulan kamu bahkan dijagain sama mereka ditambah kamu selalu jujur tanpa diminta sama orang lain."
"Jangan dengerin apa kata orang lain, mereka gatau siapa kamu. Mereka cuma ngeliat buruknya aja, orang kayak itu biasanya iri. Kalau ada yang ngejelekin kamu, itu tandanya mereka iri sama kamu Viona."
Mata Viona mengerjap, terlihat menggemaskan dimata Jeff membuat ia langsung mencubit ujung hidung mancung gadis itu.
"Jadi Jeff gak malu?"
"Engga sama sekali, siapa yang ngatain kamu? Biar aku samperin."
"Kania sama Alana." Jawab Viona membuat Jeff menghela nafas panjang.
Mereka lagi.
"Orang sinting gausah didengerin. Daripada kamu sakit kepala gara-gara maksain belajar, mau ikut aku sekarang gak?" Tanya Jeff menutup semua buku Viona lalu memasukan nya kedalam tas.
"Mau kemana?"
"Kemana aja," jawab Jeff asal.
"Ih yang bener! Jeff gak ada niatan nyulik Vio kan?"
Jeff berdiri dari duduknya, kemudian mengacak gemas surai pirang Viona. "Dari lama emang aku udah ada niatan buat nyulik kamu biar Viona buat aku doang."
Mendengar ucapan Jeff, Viona membulatkan matanya kemudian berdiri dan mundur menjauh dari Jeff. "Haaaahh? Jeff penculik?! Vio aduin sama Joanna ya!"
Tawa Jeff tersembur, mendekat pada Viona lalu merangkulnya erat. "Kalau ada yang nawarin permen jangan mau kamu."
"Jeff pikir Vio anak kecil apa?!"
"Iya."
"Jeffrey!"
***
D
isinilah Jeff dan Viona berada sekarang, sebuah taman bermain yang terbilang ramai saat menjeleng malam seperti ini, tentu saja karena pasangan lain juga memilih tempat seperti ini sebagai spot pacaran.
Memilih untuk duduk diayunan, Jeff dan Viona sama-sama bungkam dan hanya mengayunkan ayunan masing-masing menggunakan bantuan kaki.
"Jeff,"
"Iya?"
"Kalau misalkan Jeff udah gak ada perasaan senang lagi waktu ngeliat Vio, bisa tolong bilang hal itu?" Jeff sontak menoleh saat mendengar ucapan Viona.
"Maksud kamu?"
"Akhir-akhir ini Vio jadi mikir. Kira-kira Jeff bosen gak ya sama Vio? Kira-kira Jeff kesel gak ya sama tingkah Vio? Kira-kira Vio udah jadi cewe yang baik belum ya? Semua kira-kira ini ngebuat Vio gak tenang." Jujur Viona memainkan jemarinya.
Jeff menggeleng, mengambil satu tangan Viona untuk digenggam. Keduanya saling berpandang dengan ekspresi berbeda, Viona dengan wajah pasrahnya sementara Jeff dengan gurat serius guna meyakinkan.
"Vio, dengerin aku. Kamu takut aku bosen, iya?" Viona mengangguk.
"Jenuh sama suatu hubungan itu wajar, tapi justru itu yang jadi tantangan kedua belah pihak. Aku bisa gak jaga hati kamu, pun sebaliknya. Aku juga harus ngomong ini sama kamu, kalau misalkan kamu udah jenuh karena kehadiran aku tolong ngomong biar kita sama-sama ngilangin rasa jenuh dan gak berakhir dengan kata pisah." Tutur Jeff mengeratkan genggamannya pada Viona.
"Apa bisa?" Tanya Viona memiringkan kepalanya.
Jeff mengangguk. "Pasti bisa dan harus bisa."
Tbc.
.
.
.
Hai hello annyeong ! akhirnya ku udah ada mood lagi buat kedunia oren😼☝🏻
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Cr ; pinterest)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.