3. Surrender🔞

10.6K 719 126
                                        

Klik di atas untuk mendengarkan lagu Olivia Rodrigo - Happier

Lagu ini lewat terus di reel Instagramku 🤧

🌼🌼🌼🌼🌼

Warning 🔞

Kamar nomor 2308, tempat di mana Yibo menyuruh Xiao Zhan untuk menemuinya. Dan malam ini, Xiao Zhan benar-benar pergi ke sana. Pukul sembilan malam pemuda itu sudah berada di depan pintu kamar yang dimaksud.

Semua demi perusahaan sang ayah dan kelangsungan hidup ribuan karyawan di dalamnya. Di dalam hatinya, Xiao Zhan semakin membenci Yibo. Pria itu tidak berubah, masih tetap semena-mena dan suka merendahkan orang lain seperti dulu.

Xiao Zhan membuang napas kasar, jemarinya seolah membeku, merasa sangat berat untuk mengetuk pintu itu. Pintu yang akan membawanya ke dalam kehancuran, tetapi Xiao Zhan harus tetap melewatinya.

Tok ...
Tok ...

Pintu itu diketuk dengan berat hati. Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Terlihat Wang Yibo yang hanya mengenakan bathrobe tersenyum sinis kepadanya.

"Kenapa kau lama sekali?" Nada bicara Yibo terdengar tidak senang. Tanpa canggung, pria itu langsung menarik pinggang Xiao Zhan, membawa Xiao Zhan masuk ke dalam kamarnya.

Xiao Zhan diseret untuk duduk di tepi ranjang berukuran king size dalam kamar. Tubuh mulai gemetaran, Xiao Zhan memalingkan wajah ketika Yibo mendekat dengan membawa dua gelas wine.

Yibo menyerahkan satu gelas wine kepada Xiao Zhan, sedangkan satu gelas lain dirinya sendiri. "Minumlah!" perintah pria itu.

Xiao Zhan masih memalingkan muka. Melihat wajah Wang Yibo membuatnya muak. Tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa dia akan menyerahkan harga diri kepada pria sombong itu. "Kau tidak perlu berbasa-basi," ucap Xiao Zhan dengan perasaan dongkol.

Yibo tersenyum sinis, kemudian meletakkan dua gelas wine yang dibawanya di atas nakas. Pria itu mendudukkan diri di tepi ranjang, kemudian mencengkram kuat rahang Xiao Zhan.

"Lihat aku!" desis Yibo seraya menatap tajam. Rahang Xiao Zhan ditarik hingga menghadap wajahnya.

Xiao Zhan memandang Yibo dengan tatapan penuh kebencian, ingin sekali mengumpat dan menghajar wajah pria di hadapannya.

Tatapan penuh kebencian itu justru dibalas  dengan seringai nakal. "Kau tidak perlu sok jual mahal. Ingat posisimu. Sekarang kau tidak lebih dari seorang ...." Yibo menghentikan kalimatnya, menyempatkan diri untuk terkekeh, kemudian pria itu mendekatkan bibirnya, berbisik di samping telinga Xiao Zhan, "Jalang."

(Triggered!!!🔥)

Xiao Zhan mengepalkan tangannya erat-erat. Emosi pemuda itu hampir meledak. Yibo menghinanya secara frontal, tetapi terpaksa ia tahan demi nasib perusahaan sang ayah. Tatapan Xiao Zhan mulai berkaca-kaca, hampir tidak sanggup menahan sakit hati dan amarah.

"Dan kau seorang pengecut. Kau hanya bisa memanfaatkan kelemahan orang lain," balas Xiao Zhan.

Yibo kembali terkekeh, tangan yang semula menarik dagu Xiao Zhan kini terlepas. Pria itu membelai pipi Xiao Zhan, kemudian menarik rambutnya secara tiba-tiba.

"Akh!" pekikan pelan keluar dari bibir Xiao Zhan ketika rambutnya ditarik ke belakang hingga membuat pemuda itu menengadah.

"Aku tidak pernah memaksamu untuk datang ke sini. Kau menjual dirimu demi perusahaan. Sebutan apa yang pantas untukmu selain ... jalang?"
Tanpa aba-aba, Yibo langsung menyerang leher Xiao Zhan, menggigit dan menciuminya dengan ganas. Pria itu merasa sangat marah dengan ucapan Xiao Zhan, kalimat penghinaan yang terdengar sama meskipun beberapa tahun telah berlalu.

HOW TO PLAY? (YIZHAN)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang