Klik di atas untuk mendengarkan lagu Elley Duhe - Middle Of The Night
🌼🌼🌼🌼🌼
CHAPTER 17
CONNECTED
Xiao Zhan terbangun di sebuah ranjang bersama Yibo yang memeluk erat tubuhnya. Pemuda itu mengedarkan pandangan ke sekeliling, menyadari bahwa dirinya berada di apartemen Yibo. Lampu kamar tidak dimatikan, membuatnya dapat melihat jelas jam dinding menunjukkan waktu pukul 11.00 malam.
Xiao Zhan menggeliat lemah. Di sampingnya, Wang Yibo yang semula tertidur kini sedikit terusik dan mulai membuka mata. Yibo memang baru saja berbaring di ranjang, belum tertidur pulas.
"Zhan, ada apa?" tanya Yibo.
Xiao Zhan menyadari bawa pakaian kerjanya kini telah berganti dengan setelan piama yang sangat longgar. "Kenapa kau membawaku ke sini? Aku mau pulang!" protes pemuda itu seraya bangun dari ranjang.
"Zhan." Yibo menahan lengan Xiao Zhan, mencegah pemuda itu untuk turun dari ranjang. "Sudah malam. Besok pagi aku akan mengantarmu pulang."
Xiao Zhan benar-benar kesal dengan kelakuan Yibo yang selalu semena-mena memutuskan sesuatu. "Di mana ponselku?"
Yibo meraih benda persegi panjang itu dari meja nakas. "Ini," ucapnya seraya menyodorkan ponsel kepada Xiao Zhan.
Xiao Zhan mengirim pesan singkat kepada ayahnya, memberi kabar agar sang ayah tidak merasa khawatir. Setelah itu meletakkan ponselnya di atas sprei.
Kedua tangan memeluk kaki yang terlipat, tatapan tajam dan bibir memanyun kesal. Xiao Zhan tidak pernah terlihat seperti ini sebelumnya. Ini adalah sisi lain dari pemuda itu yang tidak pernah diketahui oleh Yibo. Terlihat sangat imut, menurut Yibo.
"Zhan?" Yibo perlahan mendudukkan dirinya. Mata pria itu terlihat sangat mengantuk, tetapi ia paksa terbuka. "Ada apa lagi? Kau marah?"
"Kau menyebalkan!" Napas terdengar cepat dan sepasang bola mata indah yang berkaca-kaca. Xiao Zhan terlihat seperti anak kecil, membuat Yibo sedikit terkejut dengan gelagat yang tidak biasa dari pemuda itu.
"Dan kau keras kepala. Bisakah kita tidur? Kita harus bekerja besok pagi," ucap Yibo, membuat Xiao Zhan semakin kesal.
"Aku lapar! Kau menyuruhku tidur dengan perut kelaparan seperti ini?!" seru Xiao Zhan. Air mata pemuda itu terlihat hampir jatuh.
Yibo tersenyum tipis. Xiao Zhan yang tengah mengomel terlihat semakin menggemaskan baginya. "Baiklah, baiklah. Kau ingin makan apa? Aku akan memesankan makanan untukmu," jawab Yibo.
"Tidak mau! Kenapa harus pesan? Apa di apartemenmu sama sekali tidak ada makanan?"
Yibo menggeleng. "Tidak ada."
"Kau membawa tamu ke sini, tetapi tidak menyiapkan makanan?! Manusia macam apa kau ini?!" Xiao Zhan kembali mengomel.
Yibo sendiri terkekeh mendengar omelan itu. "Zhan, kau bukan tamu. Sudahlah. Aku pesankan makanan dari luar, ya?"
"Aku bilang aku tidak mau! Aku mau makan sekarang!" seru Xiao Zhan, masih duduk sambil melipat kedua kakinya.
Yibo menghela napas panjang. Entah mengapa kelakuan Xiao Zhan sangat aneh sejak sore tadi. "Baiklah. Sepertinya aku punya roti. Apa kau mau roti panggang?"
Bibir yang semula memanyun lucu-lucu tiba-tiba berubah, berganti dengan garis lengkung yang sangat manis. Xiao Zhan tersenyum seraya mengangguk semangat.
Untuk beberapa saat Yibo terpesona dengan senyuman itu. Senyuman yang sangat jarang terlihat ketika Xiao Zhan bersamanya. Semangat pria itu pun bertambah. "Tunggu sebentar. Aku akan segera kembali," ucapnya, kemudian segera melompat turun dari ranjang dan pergi ke luar kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOW TO PLAY? (YIZHAN)
FanfictionDemi menyelamatkan perusahaan sang ayah, Xiao Zhan terpaksa menerima tawaran seorang pengusaha muda kaya raya untuk 'menghiburnya'. Orang itu adalah Wang Yibo, pria yang sangat dia benci dan pernah dia permalukan di depan umum.
