15. Her and Him

3.1K 355 42
                                        

🌼🌼🌼🌼🌼

Siang itu, Jing Boran berkunjung ke King's Royale Group untuk membahas masalah investasi. Tidak tanggung-tanggung, Jing Boran berencana untuk melakulan investasi saham senilai dua miliar yuan. Jumlah yang cukup menggiurkan mengingat proyek BX3 belum lama ini diluncurkan.

Jing Boran mengadakan meeting dengan Yibo, Xiao Zhan dan beberapa anggota tim perencanaan proyek BX3 lainnya. Selama rapat, Bai Baihe yang bertugas membahas prospek proyek BX3. Semua orang mendengarkan dengan saksama. Tim finansial dari Jing Boran beberapa kali bertanya dan dapat dijawab dengan baik.

Jing Boran sendiri tidak sepenuhnya fokus dengan rapat. Pria itu beberapa kali menoleh ke arah lain. Siapa lagi kalau bukan Xiao Zhan. Jing Boran berulang kali melayangkan senyum ke arahnya. Xiao Zhan sendiri menjawab senyuman itu dengan senyuman pula. Dan segalanya tidak lepas dari pengamatan Wang Yibo.

Wang Yibo sangat kesal dengan kelakuan Jing Boran yang seolah ingin mendekati Xiao Zhan. Namun, tidak ada yang bisa dia lakukan. Bisnis tetaplah bisnis. Ketika uang sudah berbicara, maka banyak hal yang bisa dibeli dengan mudah. Saham memang termasuk dalam banyak hal itu, tapi akan Yibo pastikan Jing Boran tidak bisa macam-macam kepada Xiao Zhan.

Rapat berakhir sebelum jam makan siang tiba. Semua orang merasa sangat lega karena rapat hari itu berjalan dengan lancar. Pihak Presdir Jing Boran memberikan respons positif terhadap rencana proyek BX3. Mereka akhirnya setuju untuk membeli lima persen saham proyek itu.

"Senang berbisnis dengan Anda, Tuan Wang." Jing Boran menjabat tangan Yibo sebelum undur diri dari ruang rapat.

Yibo pun membalas jabat tangan itu seraya tersenyum ramah. "Terima kasih atas partisipasi Anda dalam proyek ini. Kami jamin proyek ini akan sangat menguntungkan bagi kita semua."

"Ya, aku sangat mengharapkan itu," jawab Jing Boran ramah.

Mereka kemudian membubarkan diri dari ruang rapat. Bai Baihe bersama Ji Li masih menemani Jing Boran dan beberapa staf pria itu untuk menjelaskan beberapa hal, sedangkan Xiao Zhan dan Yibo kembali ke ruangan masing-masing untuk mengurus pekerjaan yang belum selesai.

Sesampainya di ruang kerja, Yibo langsung menghubungi Xiao Zhan lewat telepon kantor.

"Zhan, datanglah ke ruanganku. Bawa laporan perkembangan proyek," suruh Yibo.

"Ya," jawab Xiao Zhan singkat kemudian menutup telepon.

Tidak sampai lima menit, Xiao Zhan memasuki ruangan Yibo dengan membawa dua map berisi laporan perkembangan proyek. Pemuda itu masuk lewat pintu penghubung. Tidak ada basa-basi karena hubungan mereka memang bukan atasan dan bawahan, Xiao Zhan langsung duduk di hadapan Yibo dan menyodorkan laporannya.

"Ini laporan yang kau minta," ucap Xiao Zhan dengan nada dingin."

Yibo tersenyum menatap wajah ketus yang semakin terlihat manis itu. Mengalihkan tatapan ke arah laporan di meja, Yibo kemudian membuka dan memeriksa satu persatu laporan itu. Tak lupa melirik Xiao Zhan sesekali seraya tersenyum.

Bagi Xiao Zhan, ekspresi pria itu terlihat menakutkan dan jauh dari kata tulus. Xiao Zhan benci melihat Yibo tersenyum. Dia seperti tokoh antagonis dalam film Batman, yaitu Joker.

Setelah membolak-balik lembaran kertas dalam map, Yibo kemudian menutupnya. Pria itu kembali menatap Xiao Zhan, lalu bertanya, "Bagaimana kalau kita makan siang di luar?"

"Masih banyak pekerjaan yang harus aku urus. Aku sudah sempat titip makan siang pada Tao," jawab Xiao Zhan jujur.

"Tidak. Kau makan siang denganku!" lagi-lagi kalimat mendominasi itu diucapkan untuk membuat Xiao Zhan tunduk.

HOW TO PLAY? (YIZHAN)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang