Diamondbot

501 44 5
                                    

Happy reading ✨





"Bunda... Apa kabar disana? Pasti bunda laper, haus, ngantuk, papa juga sama... Kak Kyle juga, tunggu Rachel pulang ya... Rachel janji akan selesaikan ini dengan segera" lirih Rachel seraya mendudukkan diri di bukit yang tak jauh dari lokasi hutan pengakuan.


Seketika cairan bening jatuh tanpa permisi membasahi pipi mulus Rachel, tidak seharusnya dia berada disini.

Rachel terus merutuki dirinya sendiri dan kalung yang ia pakai, kalau saja wajahnya tidak mirip dengan pemilik asli kristal itu mungkin nasibnya kini tidak akan susah dan penuh rintangan seperti ini, hidup di dunianya saja sudah cukup membuatnya muak apalagi ini yang penuh dengan keanehan.



"Aku ingin pulang..." Gumam Rachel dengan air mata yang masih setia mengalir.

"Aku akan membantumu untuk pulang, Rachel" suara seseorang membuat Rachel terkaget dan segera menghapus air matanya.

Ya, seseorang itu adalah Boboiboy.


"Kau? Bagaimana bisa kau tau aku ada disini?"

"Kalung kristal itu memancarkan cahaya dan aku berpikir mungkin itu kau" ucap Boboiboy seraya duduk di samping Rachel.

"Kenapa bisa seyakin itu?"

"Karna... Cahayamu hangat, dan sangat indah" Boboiboy tersenyum membuat rona di pipi Rachel muncul.

Dengan cepat Rachel membuang pandangannya dari Boboiboy, sedangkan Boboiboy? Hanya terkekeh melihat tingkah Rachel yang menurutnya manis dan malah teringat ucapan Gopal dan Fang soal dirinya yang tak sadar mengungkapkan perasaannya dan mencium Rachel saat itu.

Boboiboy ikut membuang pandangannya dari Rachel.


"Uhm.. anu, Rachel?" Ucap Boboiboy mencoba memecah keheningan diantara mereka.

"I-iya?"

"Kau menangis ya? Matamu merah, hidungmu juga merah, apa karna perkataan Yaya tadi? Aku mewakili Yaya untuk minta maaf padamu" Boboiboy menunduk dan memainkan jarinya gugup takut Rachel akan merasa dendam pada Yaya.

"Kau tidak salah kok, bukan karna Yaya juga aku menangis... Aku sudah biasa dengan perkataan seperti itu jadi tidak mungkin itu membuatku menangis begitu mudah" balas Rachel tersenyum kearah Boboiboy.

"Kau yakin? Aku merasa tidak enak... Soalnya kan kata Fang itu hutan bisa membuat seseorang menyampaikan perasaan kesalnya terhadap orang lain, jadi kupikir mungkin Yaya jujur soal itu"

"Seperti perasaanmu padaku saat itu?" Tanya Rachel menatap Boboiboy tajam membuat Boboiboy kembali gugup.

"A-aha-ha I-itu... Anu... Rachel..." Boboiboy tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya tak gatal membuat Rachel tersenyum kecil dan berniat untuk menggodanya.

"Kau bahkan menciumku saat itu huwaaaa bibirku tak suci lagi! Aku bisa-bisa hamil pulang nanti dan kau mencuri first kissku huwaaa!!!" Rachel pura-pura menangis histeris dan membuat Boboiboy kaget dengan semua ucapannya.

In a Mirror [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang