Apa kau pernah berpikir bagaimana rasanya jika saat kau sedang sibuk mengagumi diri atau berdadan di depan kaca kamarmu tiba-tiba sesuatu muncul dan menarikmu masuk kedalamnya?
Pasti akan sangat mengerikan bukan? Apalagi jika kau percaya dengan hal...
"Rachel... Berubah menjadi putri planet Cristopia!" Ucap Ochobot membuat semua terkejut setengah mati.
"Apa?!" Ujar mereka bersamaan.
"Kau! Lawan ku sekarang!" Sahut Rachel seraya mengeluarkan tongkat yang terbuat dari ranting kayu dengan hiasan bunga diatasnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Wahh!! Hebat!" Gumam Boboiboy Elemental yang kembali bersatu.
"Wah wah sang putri sudah menunjukan eksistensinya ya~ seharusnya... Yang menjadi putri Cristopia itu adalah diriku!!" Fortis menyerang Rachel dengan cepat tapi tak membuat Rachel gundah begitu saja.
Dengan cepat Rachel menghindarinya, lincah sekali yang justru membuat Fortis semakin kesal dengan kehebatannya.
"Serang aku jika kau memang sehebat itu! Jangan hanya bisa menghindar begitu!" Fortis mengeluarkan sebuah kristal hitam ungu ditangannya dan mengarahkannya pada Rachel.
Tapi dengan mudahnya Rachel menghindarinya dan membalas serangan Fortis menggunakan tongkatnya yang ia ubah menjadi sebuah busur panah dan menembakkannya pada Fortis.
"Kau mau aku menyerangmu kan? Baiklah, kalau begitu terima ini! Shiny Ballista!" Teriak Rachel dengan lantangnya seraya melepaskan anak panah kearah Fortis.
Anak panah yang terbuat dari cahaya itu membuat siapapun yang melihatnya akan menutup mata saking bersinarnya anak panah itu, Fortis sendiri kesulitan dengan penglihatan nya yang terkena cahaya anak panah itu membuatnya tidak bisa melihat sekitarnya.
Karna terlambat untuk menghindar anak panah Rachel berhasil menancap tepat di perut Fortis membuat sang empunya mengeluarkan batuk darah dari mulutnya seketika itu juga Fortis tumbang dan kembali ke mode semula.
"Gila cool! Hebat lah Rachel!" Ucap Gopal.
"Hah, mengagumkan" gumam Kaizo seraya tersenyum kearah Rachel yang masih berhadapan dengan Fortis.
"Kau sudah kalah, Fortis"
"Ck! A-aku tidak akan pernah mau kalah oleh bocah sepertimu!"
"Menyerah sajalah, kau sudah kalah telak" ucap Boboiboy dan yang lainnya mendekat kearah Rachel dan Fortis.
"Tidak!! Aku tidak akan kalah! Harusnya aku yang menjadi putri Cristopia! Bukan kau!" Fortis mengeluarkan air matanya dan menarik baju Rachel hingga jarak mereka sangat dekat.
"Jangan sakiti Rachel!" Ucap Boboiboy mencengkram tangan Fortis.
"Boboiboy, tenang saja" gumam Rachel seraya tersenyum lembut pada Boboiboy.
"Kau tidak seharusnya berada disini, bukannya kau sudah meninggal? Bagaimana bisa orang yang meninggal bangkit kembali? Kau tidak boleh melawan ketetapan alam, Raina" ucap Rachel membuat Fortis membelalakkan matanya.