Menjelang makan malam, seluruh peserta berkumpul di aula yang telah disulap bak rumah makan yang mewah. Sebuah meja besar dengan delapan kursi telah disiapkan untuk masing-masing sekolah agar dapat menikmati makan malam dengan nyaman. Tetapi, hal itu tidaklah membuat para peserta lantas menjadi tenang, karena tepat di malam ini akan diumumkan peserta yang lolos ke babak final.
"Apapun hasilnya nanti, tetap disyukuri, karena sudah sampai di sini saja cukup membuktikan kalau kalian benar-benar berusaha dengan baik." Pak Dani berusaha menenangkan siswa didiknya. Tujuh siswa SMA Tunas Bangsa pun mengangguk pelan.
Beberapa menit setelah seluruh peserta olimpiade berkumpul, para panitia olimpiade memasuki ruang aula dengan membawa amplop coklat yang masih tersegel rapat. Mereka lantas membuka segel itu di hadapan seluruh peserta, lalu menempelkan kertas putih di dalamnya ke papan yang telah di sediakan.
Setelah 7 kertas telah tertempel sempurna, barulah para panitia satu persatu mempersilahkan setiap sekolah untuk melihatnya secara bergantian. Hingga akhirnya tiba bagi SMA Tunas Bangsa untuk melihat hasil pengumuman tersebut.
Pada lembar utama, hasil untuk bidang Astronomi. Tidak ada yang terkejut melihat nama Kenzo Ardana Putra tercetak di posisi pertama.
"Nggak usah sok ganteng lo," cibir Bima ketika melihat wajah Ken yang cerah seketika melihat namanya berada di posisi pertama. Sementara beberapa gadis dari sekolah lain mulai membicarakan paras Ken yang memang tidak pernah gagal mencuri perhatian sekitarnya.
Beralih ke lembar pengumuman berikutnya yaitu bidang Ekonomi. Ketika melihat namanya terpampang diurutan kedua membuat Cindy bernapas lega. Senyum tipis merekah di wajah pucatnya.
"Congrats, Tuan Putri," bisik Ken begitu mereka akan beranjak menuju lembar pengumuman berikutnya.
Cindy hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Lo cantik banget kalau senyum gitu," tambah Ken, membuat senyuman tipis di bibir Cindy semakin melengkung ke atas.
"Nggak usah sok ganteng lo," balas Cindy menirukan gaya bicara Bima tadi.
Ken terkekeh pelan, begitu pula dengan Cindy. Hingga tak sadar kalau mereka berada paling belakang di antara teman-temannya yang lain. Pemandangan itu tentu jelas terlihat dari meja SMA Nusantara yang kebetulan posisinya hanya lima meter di depan papan pengumuman.
"Itu pacarnya Ken?" Salah satu teman Clay bertanya. Jika melihat dari gelagat dan cara Ken tersenyum sambil menatap gadis di dekatnya memang membuat banyak orang langsung dapat menebak bahwa Ken menaruh perasaan yang dalam pada gadis itu.
"Calon pacar," jawab Clay sambil menyengir. "Cantik ya?"
"Ah jadi kayak gitu seleranya Ken. Cakep juga ternyata." Teman Clay yang lain ikut berkomentar.
Saat hendak kembali menuju meja Tunas Bangsa, Ken berusaha mencari sosok Clay yang ternyata dapat dia temukan dengan mudah. Dia kemudian melambaikan tangannya sedikit, sambil menggerakkan bibirnya tanpa bersuara.
"Keren! Lo nomer satu!" Begitu kira-kira maksud Ken yang dijawab dengan acungan jempol dari Clay.
Ya, Clay berhasil menempati posisi pertama pada babak penyisihan ini. Dia berhasil mengalahkan Cindy yang berada di posisi kedua.
***
Dari puluhan peserta di babak penyisihan, hanya diambil sepuluh peserta setiap bidangnya untuk besok kembali beradu. Dari tujuh peserta SMA Tunas Bangsa, hanya empat yang berhasil lolos menuju babak final yaitu Ken, Cindy, Bima dan Shely.
Seusai melihat pengumuman, seluruh peserta dipersilahkan untuk menikmati hidangan makan malam yang disajikan secara prasmanan. Terdapat sebuah meja panjang dengan berbagai menu masakan khas Asia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unperfect Princess
Teen FictionTebak semua teka-teki dalam cerita ini dan temukan tokoh antagonis yang sebenarnya! Rank #1 puimek (21/07/20) #6 nanon (06/09/20) #4 jane (03/10/20) #23 ceritasma (03/12/20) #24 coldgirl (8/05/21) Ps: mohon maaf kalau chapter awal tulisan masih belu...
