15. Cemburu

627 162 195
                                        

"CINTYA CLAIRE!!"

Clay yang tadinya asyik bermain ponsel sontak mengangkat wajah, lalu menoleh ke arah pintu kafetaria SMA Nusantara. Terlihat seorang gadis dengan rambut yang disemir cokelat terang melangkah lebar-lebar ke arahnya.

Iya, di SMA Nusantara, semua siswa diberi kebebasan untuk mewarnai rambut. Mewarnai kuku pun tidak menjadi masalah, selama nilai akademis mereka mencapai target dari yang ditetapkan sekolah. Berkat hal tersebut, sekolah ini berada di daftar paling atas untuk sekolah idaman bagi para gadis golongan atas yang berotak cerdas tapi tetap ingin selalu mengikuti trend kekinian.

"Tumben nggak bareng dayang-dayang lo, pada kemana mereka?" cetus Tio yang kebetulan duduk di sebelah Clay.

"Ada masalah negara apa lagi, wahai Nona Besar Nina?" tanya Clay hiperbola.

Gadis yang dipanggil Nina, meletakkan ponselnya di atas meja, tepat di depan Clay. Telunjuk kanannya mengarah pada layar ponsel yang menampilkan sebuah foto.

"Ini siapa?" tanya Nina.

"Ken," Tio yang menjawab. "Eh, tunggu. Ini Ken lagi bonceng siapa ya?" sambungnya setelah sadar bahwa di dalam foto yang Nina tunjukkan, Ken tidak sendirian. Ada seorang gadis yang wajahnya tidak telihat jelas karena terhalang helm.

Nina melirik pada Tio. "Itu yang gue tanyain."

Tio tidak berkomentar lagi. Sibuk memperbesar foto yang pada layar di hadapannya.

Clay hanya menghela napas pelan. Penggemar Ken yang satu ini memang merepotkan. Semua siswa SMA Nusantara juga tahu kalau Nina naksir berat dengan Ken sejak SMP. Namun Clay tidak pernah berpikir kalau gadis itu sampai memata-matai Ken juga.

"Jangan bilang kalau lo juga nggak tahu sama cewek yang Ken bonceng ini," ucap Nina pada Clay.

"Tahu kok," jawab Clay santai.

Tio sontak menoleh pada gadis di sebelahnya. Nina pun tampaknya jadi semakin antusias, terlihat dari caranya mencondongkan tubuh pada Clay.

"Siapa dia?" desak Nina mulai tak sabar.

"Temennya Ken," sahut Clay enteng.

Nina mengerutkan alis, tidak puas dengan jawaban Clay. Dia menggulir layar ponselnya ke samping dan foto berganti pada Ken yang sedang memberikan jaket pada seorang gadis. Sayangnya, wajah si gadis masih tidak terlihat jelas karena ada banyak siswi lain di sekitar mereka.

"Gue tahu, Ken emang baik dan ramah banget sama semua orang, tapi nggak pernah ya, gue lihat Ken semanis ini sama cewek. Lo yakin mereka cuma temenan? Ken nggak naksir, kan, sama dia?" selidik Nina.

"Well, ternyata lo ada bakat jadi detektif ya. Ken memang naksir berat sama dia, Nin," jawab Clay.

Kalimat terakhir yang keluar dari mulut Clay mengundang berbagai reaksi dari seluruh penghuni kafetaria. Sebagian besar dari mereka malah melotot saking kagetnya dengan fakta yang mereka dengar barusan.

"Wow, cewek-cewek di sana pasti cantik-cantik. Secara dari SD sampai SMA kelas sepuluh Ken sekolah di Nusantara, nggak ada, tuh, yang bikin dia naksir. Tapi baru dua bulan di Tunas Bangsa, dia udah ...." Ocehan Tio menggantung.

Unperfect PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang