27. Cemburu

468 72 54
                                        

"Makasih ya," ucap Ken pada Cindy yang sedang membersihkan bungkus bekas roti dan paracetamol.

"Mau kemana, Shel?"

Ken dan Cindy kompak menoleh ke arah pintu UKS ketika mendengar suara Kirana tengah mengobrol dengan seseorang di luar sana.

Cindy ingin menghampirinya dan membukakan pintu, tapi Ken mencegahnya. Cowok itu menempelkan telunjuknya di depan bibirnya sendiri, tanda menyuruh Cindy untuk diam saja.

"Ini mau nganterin bubur buat Ken. Tadi gue denger dari Gilang kalau dia sakit." Kali ini suara lembut Shely menyahut.

"Oh, gue bukain aja deh pintunya biar lo nggak repot."

Mendengar hal itu, Ken segera melompat sekuat tenaga lalu menarik Cindy agar bersembunyi di bawah kasur bersamanya. Kasur UKS mempunyai kaki kasur yang lumayan tinggi, mungkin sekitar lima puluh sentimeter, bagian depan dan belakangnya tertutup sedangkan bagian sampingnya terbuka. Jadi selama Shely tidak mendekati tempat itu, mereka berdua pasti tidak akan terlihat.

"Ap...." Cindy ingin protes tapi ketika Ken menempelkan jari telunjuknya di depan bibir Cindy, dia langsung terdiam.

Ceklek. Pintu UKS terbuka.

"Loh, kok nggak ada orang?" Dari nada suaranya, terdengar jelas kalau Shely merasa kecewa. Menemukan UKS dalam kondisi kosong melompong.

Di bawah kasur, Cindy menoleh pada Ken. "Kita ngapain sih?" Entah kenapa secara otomatis Cindy memelankan suaranya.

"Sembunyi," jawab Ken polos sambil mengintip dari tempatnya berada.

"Maksud gue, kenapa lo sembunyi dari pac.."

"Sssttt." Lagi-lagi Ken menempelkan jarinya di bibir Cindy. Membuat Cindy terkesiap kaget.

Astaga, dia tidak sadar apa, kalau perbuatannya ini tidak baik untuk kesehatan jantung Cindy.

"Balik ke kelas mungkin." Suara Kirana membuat Cindy dan Ken kompak menoleh ke sumbernya lagi.

"Tadi gue udah ke kelasnya, tapi nggak ada, Ran," jelas Shely singkat. "Duh, Ken ada dimana sih?"

"Ya mana gue tahu," jawab Kirana acuh tak acuh.

"Ini nggak ada yang jaga UKS daritadi?"

"Harusnya gue sih, tapi tadi gue titipin ke Cindy."

"Lah, terus Cindy kemana?"

"Nggak tahu, Shel. Gue kan juga baru dateng. Ke toilet kali."

Shely berdecak. "Ya udah deh, gue balik ke kantin aja." Shely berbalik menuju pintu.

"Gue juga mau ke kantin, belum beli makan soalnya." Dibantu dengan Kirana yang membukakan pintu UKS, mereka berdua kemudian keluar.

Setelah melihat kaki Shely dan Kirana yang menghilang di balik pintu, Cindy menoleh pada Ken. Dan betapa kagetnya Cindy ketika mendapati cowok itu tengah meringis kesakitan.

"Pusing lagi?" tanya Cindy cemas, mengingat bagaimana Ken begitu keras melompat dari atas kasur tadi.

"Nggak," jawab Ken, padahal jelas-jelas ekspresi wajahnya menunjukkan dia sedang menahan sakit.

Unperfect PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang