42. Toko Buku

58 6 1
                                        

Cindy tidak menyangka kalau novel terbaru karya penulis favoritnya akan dirilis di tengah-tengah ujian semester seperti ini. Tanpa menunda waktu lagi, setelah ujian hari itu selesai, Cindy dan Dini pergi mengunjungi toko buku yang letaknya tidak jauh dari SMA Tunas Bangsa.

"Kok nggak ada sih?" keluh Dini.

Sudah tiga puluh menit Cindy dan Dini bolak balik di rak bagian novel fiksi, bahkan memeriksa di rak lainnya, tapi novel yang mereka cari memang tidak ada.

"Aneh, bentar deh gue cek internet dulu buat mastiin tanggal rilisnya," ucap Cindy. Dia khawatir salah melihat tanggal.

Baru saja Cindy akan mengetik keyword, tiba-tiba seseorang datang mendekati mereka.

"Kalian cari ini?" Suara berat cowok itu mengalihkan atensi Cindy dan Dini. Dia membawa sebuah novel yang sejak tadi mereka cari.

Cindy dan Dini kompak menatap cowok itu dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Cowok itu terlihat rapi dan klimis dengan setelan seragam SMA Nusantara.

"Makasi-" Dini baru saja ingin meraihnya, tapi cowok itu menarik kembali novelnya.

"Sori, tapi novel ini udah gue beli, berarti kalau kalian mau ambil, harus bayar dulu," ucap cowok itu. Tatapan lurus ke arah Cindy.

Cindy dan Dini saling bertatapan sejenak. Keduanya bingung dengan situasi yang sedang mereka hadapi.

"Oke, berapa?" tanya Cindy tanpa basa-basi.

Namun bukannya menyebut harga, cowok itu justru menjulurkan tangannya pada Cindy.

Cowok itu lalu tersenyum penuh arti. "Kenalin, gue Tio, kapten basket SMA Nusantara. Kalau lo mau jalan sama gue, buku ini bakalan jadi milik lo."

Cindy tidak langsung menjawab ketika Tio memperkenalkan diri sekaligus mengucap permintaannya. Cindy melirik Dini, tapi sahabatnya itu hanya mengangkat bahu.

"Sori, gue nggak bisa jalan dengan orang asing," pungkas Cindy lalu menarik Dini agar pergi dari hadapan Tio.

Tio membiarkan Cindy pergi melewatinya.

"Terus novelnya gimana dong?" tanya Dini.

"Gue yakin, ini pasti ulah cowok itu. Pasti dia yang ngumpetin semua stok novelnya. Mending kita tanya aja ke petugas," kata Cindy.

Mereka pergi ke meja kasir yang kebetulan sedang sepi. "Maaf Kak, aku mau tanya, serial novel yang baru rilis itu masih ada nggak ya?"

"Mohon maaf, untuk novel itu semuanya sudah terjual habis. Baru aja dibeli sama anak laki-laki yang pakai seragam tadi. Nah, itu orangnya," jawab kasir itu seraya menunjuk ke arah lain.

"Hah?" Cindy dan Dini kompak terkejut saat kasir itu menunjuk Tio yang sedang bersandar di rak buku, menatap Cindy dengan senyum penuh kemenangan.

"Dia beli semuanya? Di satu judul novel yang sama?" tanya Dini bertubi-tubi untuk memastikan.

Petugas kasir mengangguk. "Stok kami untuk novel tersebut ada 300 buku ya dan akan segera dikirimkan ke alamat rumah pelanggan barusan, tapi kalian jangan khawatir, cetakan berikutnya mungkin akan datang lagi hari minggu."

Cindy dan Dini menunjukkan raut kecewa setelah mendengar penjelasan petugas toko. Mereka akhirnya melangkah gontai sambil menjauh dari meja kasir.

"Gimana? Masih mau nolak tawaran gue?" tanya Tio seraya berjalan mendekati Cindy.

Cindy menjawab pertanyaan Tio dengan tatapan sinis.

"Tenang, gue nggak bakal macem-macem kok. Gue cuman mau ngajak lo ke suatu tempat," jelas Tio singkat.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 23, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Unperfect PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang