39. Rumah Sakit

64 10 2
                                        

Seminggu sudah terlewati. Tujuh hari lamanya siswa siswi Tunas Bangsa berkutat dengan soal-soal ujian. Hari-hari yang terasa lambat berputar berganti menjadi hari yang paling ditunggu. Hari ini, tepat sehari sebelum pembagian rapot sisipan, acara classmeeting berlangsung. Sejak pagi seisi sekolah diramaikan dengan berbagai pertandingan olahraga antar kelas seperti basket, futsal dan voly, acara lalu ditutup dengan acara pensi kecil-kecilan di siang harinya.

"Yuk kita sambut band dari kelas XI IPA 5."

Sorak riuh dari para siswi yang menonton terdengar bergemuruh, terutama saat Ken naik ke atas panggung dan memegang mikrofon.

"HUWAAAAA!!"

"Aduh, Ken ganteng banget."

"KEEENNN!!"

"Kenapa sih Ken nggak dimasukkan ke kelas gue aja? Biar gue bisa cuci mata tiap hari."

Dan berbagai komentar lainnya yang kebanyakan ditujukan pada Ken.

Ken menatap seluruh warga sekolah yang hadir. Ada beberapa siswa yang berdiri di dekat panggung, ada juga yang duduk di bawah pepohonan agar tidak kepanasan. Namun, ada juga yang hanya menonton dari pintu kelas dan ada beberapa yang juga pasti malas bergabung dengan keramaian dan memilih tetap di kelas.

Cindy dan kedua sahabatnya termasuk pada bagian yang duduk di bawah salah satu pohon rindang. Ada juga beberapa siswa dari kelas lain yang ikut duduk di sana. Posisinya memang agak jauh dari panggung, tapi masih bisa melihat dengan cukup jelas.

"Jadi kalian mau bawain lagu apa nih?" anggota osis yang menjadi pembawa acara di pensi itu bertanya pada Ken.

"Lagu dari Lyla yang judulnya lebih dari bintang," jawab Ken percaya diri.

"Oke kalau gitu nggak perlu ditunda-tunda lagi, kita kasih tepuk tangan buat band dari XI IPA 5 yang akan membawakan lagu lebih dari bintang."

Tepuk tangan dan sorak riuh langsung memenuhi lapangan itu saat nada intro dimainkan.

Ku pejamkan mata ini saat ku rindu hadirmu
Maka tak sedetik pun bayangmu menghilang
Begitu hebatnya rasa yang tuhan sedang titipkan
Untukku untukku untukku
Padamu padamu hanya padamu

Kau lebih dari sekedar bintang bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Bagiku kau ratu penguasa isi hatiku
Kau lebih dari sekedar bintang bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Ku pastikan aku selalu ada untukmu

Kayla dan Dini tiada henti bersorak, sedangkan Cindy hanya mendengarkan. Bahkan saat Kayla dan Dini mulai berdiri terbawa suasana sekitar, Cindy tetap duduk di tempatnya sambil sesekali bertepuk tangan pelan.

Begitu banyak bintang berpijar menemaniku
Namun tak satupun terangi hatiku seperti
Seperti Cindyku

"HUAAAAAA." Penonton langsung bersorak kencang saat Ken mengganti lirik dengan nama Cindy. Sebagian besar langsung menoleh ke sana kemari mencari keberadaan Cindy.

"Cindy lo denger kan barusan?" Kayla sampai mengguncang bahu Cindy karena terkejut dengan nyanyian Ken tadi.

Cindy hanya mengangguk sambil menahan malu. Sekarang dia menjadi pusat perhatian seluruh orang yang ada di lapangan.

Kau lebih dari sekedar bintang bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Bagiku kau ratu penguasa isi hatiku
Kau lebih dari sekedar bintang bintang
Kau lebih dari sekedar sang rembulan
Ku pastikan aku selalu ada untukmu

Saat lagu berakhir, pembawa acara kembali naik ke atas panggung.

"Wah, kayaknya tadi ada lirik yang diubah nih. Semua penonton pasti sekarang lagi bertanya-tanya, sebenarnya apa sih hubungan Ken sama Cindy?" tanya sang pembawa acara pada Ken.

Unperfect PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang