22. Rumor

412 111 46
                                        

Raja bangkit berdiri kemudian mendekat pada Cindy. "Ken yang bikin Nisa bunuh diri."

Badan Cindy seketika menjadi tegang. Napasnya seolah tercekat di tenggorokan. "Bercandaan lo nggak lucu."

Lagi-lagi Raja menghembuskan napas berat. Kali ini terlihat lebih frustasi. Pandangannya tampak menerawang ke depan. Cindy menyadari kalau Raja ternyata tidak sedang bercanda.

"Waktu itu Nisa lagi ada masalah. Perusahaan orang tuanya terancam bangkrut kalau dia nggak segera dapat investor baru. Nisa minta bantuan sama gue tapi waktu itu hubungan gue sama bokap juga lagi nggak baik. Gue nggak yakin bokap mau dengerin permintaan gue. Jadi gue sarankan Nisa buat minta bantuan sama yang lain dan Nisa bilang dia bakal minta bantuan Ken."

"Setelah itu Nisa malah ditemukan meninggal di danau dekat komplek perumahannya. Karena nggak ditemukan luka mencurigakan, polisi nganggep ini sebagai kasus bunuh diri. Nisa diduga stress dengan kondisi keluarganya."

"Besoknya, sekolah gue langsung heboh ngomongin hal ini. Ken curiga dengan gue yang jadi satu-satunya orang yang tau soal kondisi Nisa. Dan Ken berhasil bikin semua orang berpikir kalau gue pelakunya. Gue sempat di interogasi polisi, tapi karena gue emang nggak ngelakuin apa-apa dan mereka nggak nemuin bukti, jadi gue dibebaskan."

Raja kemudian menoleh pada Cindy. "Mereka nuduh gue hanya karena gue satu-satunya yang tau kalau Nisa bangkrut. Padahal, kalau kalau kita pikir secara logis, di hari itu Nisa juga minta pertolongan dari Ken. Berarti gue dan Ken sama-sama tau soal kondisi itu. Dan kalau bukan gue pelakunya, bukannya udah jelas kalau itu semua perbuatan Ken?"

Cindy tidak bisa menutupi rasa kagetnya. Napas yang dia hirup tiba-tiba sulit untuk dihembuskan kembali. Badannya mematung kaku dan tak bisa digerakkan. Cindy shock luar biasa.

Cindy yakin kalau Raja tidak berbohong, tapi di sisi lain, sulit untuk percaya kalau Ken mampu melakukan hal itu.

"Meski lo bilang Ken itu baik, tapi sulit buat gue percaya sama Ken lagi. Dulu gue juga anggap dia teman yang baik, tapi nyatanya dia sanggup ngefitnah gue di depan semua orang. Jadi gue nggak heran kalau dia mungkin penyebab Nisa milih buat mengakhiri hidup. Nggak ada yang tau apa jawaban Ken waktu Nisa minta tolong ke dia. Ken bilang, dia baru baca chat Nisa setelah semua udah terjadi, tapi bisa aja Ken bohong soal itu kan?" jelas Raja.

Cowok yang selalu terlihat dingin dan angkuh, kini tampak sendu. "Gue cuman khawatir, Cin. Gue khawatir kalau Ken punya niat jahat sama lo. Gue gagal ngelindungin Nisa, tapi gue nggak mau gagal dalam ngelindungin elo."

Niat baik Raja cukup menyentuh perasaan Cindy. Selama ini dia pikir Raja hanya menganggapnya teman biasa. Namun, setelah mendengar cerita ini, Cindy merasa Raja begitu perhatian padanya.

Namun di sisi lain, Cindy teringat pada Ken yang pernah menghiburnya, saat dia merasa insecure karena ketidaksempurnaan pada kondisi kakinya. Rasanya sangat mustahil kalau Ken sanggup menyuruh orang lain untuk mengakhiri hidup. Namun, bagaimana kalau ternyata Ken memang punya niat jahat yang dia tutupi dengan sikap baiknya?

Cindy menyentuh pundak Raja. Dia mengusapnya perlahan karena Raja terlihat sangat tertekan ketika menceritakan masa lalunya itu. Tatapan keduanya kembali bertemu dan di mata itu Raja melihat diri Cindy yang sejak dulu selalu berada di pihaknya.

***

Bel istirahat sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu. Cindy dan Kayla sudah berada di kantin untuk menyantap makan siang. Kali ini mereka hanya berdua karena Dini baru akan menyusul setelah menyelesaikan catatannya.

Unperfect PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang