13. Bolu Kukus

668 179 225
                                        

Cindy baru menyelesaikan sarapannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cindy baru menyelesaikan sarapannya. Kini dia mendapat kegiatan baru, yaitu memandangi mamanya yang sedang menata kue bolu ke dalam kotak bekal. Setelah selesai, Cindy menerima kotak itu dengan senang hati.

"Makasih, Ma," ucap Cindy sambil memasukkan kotaknya ke dalam tas.

Mama Cindy hanya tersenyum lalu mengambil satu kotak lagi dan menata bolunya lagi.

Cindy jadi bingung sekarang. "Buat siapa, Ma? Yang tadi cukup kok buat Cindy sama Kayla, soalnya Dini nggak suk...."

"Ini buat Ken," sahut mamanya.

"Hah?" Cindy terkejut sekaligus heran. "Buat apa sih, Ma?"

"Kemarin dia kan udah nganterin kamu pulang, tapi Mama belum sempat kasih apa-apa. Mama kan jadi nggak enak, Cin," terang mamanya. "Nanti kamu kasih ya kalau sudah sampai di sekolah. Bilang aja sebagai tanda terima kasih dari Mama."

Cindy langsung berdiri dari kursinya. "Nggak mau. Kelasnya jauhan, Ma. Nanti Cindy telat kalau harus mampir ke sana," katanya beralasan.

"Kalau gitu, kasihnya waktu istirahat aja," sahut Mama Cindy santai.

"Malah enak, jadi bisa makan bareng-bareng sama teman-teman kamu. Biar kalian makin akrab juga. Mama tambahin deh ya."

Astaga, ide mamanya semakin buruk saja. Bisa-bisanya mamanya menyuruh Cindy makan dengan Ken disaat dia dengan susah payah berusaha menjauhi cowok itu.

"Nggak, deh. Cindy berangkat sekarang aja, biar nggak kesiangan." Cindy kemudian menarik kotak di tangan mamanya dan mengeluarkan beberapa potong bolu yang sempat ditambahkan tadi. Sial, mamanya ini memang kelewat baik.

"Jangan terlalu sedikit, nanti Mama dikira nggak niat ngasih," tegur Mama Cindy melihat banyaknya bolu yang Cindy keluarkan. Kalau dibiarkan, Cindy mungkin malah akan mengosongkan isi kotak itu.

Cindy yang merasa rencananya terbaca oleh sang Mama akhirnya berkilah. "Nggak usah banyak-banyak juga, nanti sakit gigi."

"Wah, perhatian banget kayak pacar aja."

Cindy semakin cemberut saja mendengar komentar mamanya. Di saat yang bersamaan, papanya yang sejak tadi memanaskan mobil, akhirnya menyusul ke meja makan.

"Sudah selesai? Ayo berangkat," ajak Papa Cindy.

Mama Cindy menambahkan beberapa bolu lagi sebelum menutup kotaknya rapat-rapat. "Jangan kamu makan sendiri loh ya," pesannya saat menyerahkan kotak bekal itu pada Cindy.

Cindy berdecak malas. "Iya, Ma."

"Emang ini buat siapa?" tanya Papa Cindy melihat putrinya yang tampak enggan menerima kotak itu.

"Bukan siapa-siapa. Pokoknya orang nggak penting. Ayo, Pa, berangkat," pungkas Cindy membuat mamanya terkekeh pelan. Sedangkan papanya hanya menggeleng heran dengan sikap putrinya ini.

Unperfect PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang