"Perasaan baru kemarin kita naik kelas sebelas, minggu depan udah ujian tengah semester aja," ucap Kayla sambil menatap jadwal ujian yang baru dibagikan.
"Seenggaknya kalau ujian, kita bisa pulang lebih cepet," sahut Cindy sambil melipat kertas jadwal dan memasukkannya ke dalam tas.
"Sabtu besok kita main aja yuk? Minggunya baru kita belajar bareng," usul Dini.
"Boleh tuh." Kayla setuju tanpa perlu pikir panjang.
"Mau main kemana?" tanya Cindy.
"Timezone aja, yang penting kita seneng-seneng," sahut Kayla.
"Nanti mampir photobox juga, udah lama kita nggak foto-foto," imbuh Dini.
"Oke deh, jemput gue ya, Kay?" pinta Cindy.
"Siap Tuan Putri." Kayla memberi pose hormat layaknya seorang prajurit, membuat Cindy menggeleng-gelengkan kepala.
***
Sabtu pagi Cindy sudah bersiap-siap untuk pergi main dengan Dini dan Kayla. Dia mematut diri di depan cermin, memastikan rambutnya yang diikat satu telah rapi dan riasan wajahnya sudah pas. Tak lama setelahnya, Cindy keluar dari kamar.
Tiba di anak tangga terakhir, Cindy langsung berbelok ke kiri. Dia berniat pergi ke dapur dulu untuk minum segelas susu sambil berpamitan dengan sang Mama.
"Cantik banget anak Mama," puji Mama Cindy yang sedang membersihkan dapur.
Cindy hanya tersenyum kemudian menuangkan susu dalam gelasnya. Dia membalikkan badannya hingga menghadap ke arah ruang tamu. Kebetulan antara ruang tamu dan dapur di rumah Cindy hanya diberi sekat kaca yang dilindungi dua pilar di masing-masing sisinya, jadi dia bisa melihat langsung ke arah ruang tamu.
Saat itu, ketika Cindy mengangkat kepala dan meneguk susunya, ia melihat Ken sedang duduk di kursi ruang tamunya. Cowok itu menyengir lebar khasnya sambil melambaikan tangan.
"Uhuk!" Cindy langsung tersedak saat itu juga.
"Aduh, pelan-pelan dong kalau minum," ucap mamanya sambil menyodorkan beberapa lembar tisu yang langsung Cindy gunakan untuk mengelap mulut. Untung susu yang dia minum tidak tumpah.
"Ma, kok ada orang di ruang tamu?" tanya Cindy memastikan bahwa yang dia lihat orang sungguhan atau bukan.
"Kamu gimana sih, itu kan Ken nunggu di situ buat jemput kamu," jawab Mama Cindy.
Cindy terkejut, lalu bergegas menghampiri Ken. "Kok lo ada di sini?" tanya Cindy bingung. Dia tidak punya janji dengan cowok itu.
"Gue mau jemput elo," jawab Ken enteng.
"Gue mau pergi sama Kayla dan Dini," ketus Cindy.
"Iya, makanya gue jemput elo ke sini. Emang Kayla nggak bilang?" Ken masih terlihat santai.
Cindy mengernyit bingung. "Bilang apa?"
"Acara ini sebenernya ide temen-temen gue dan temen-temen lo. Mereka berempat udah bikin rencana waktu kita masih di olimpiade. Terus kemarin Kayla nyuruh gue jemput elo," jelas Ken. "Gue kira, lo udah tau kalau gue yang jemput," sambungnya.
Cindy menghela napas. Tak habis pikir dengan teman-temannya yang sengaja tidak bilang kalau Ken dan kawan-kawannya akan ikut dalam acara mereka ini.
"Lo... nggak mau ya kalau ada gue?" tanya Ken hati-hati.
"Cindy, kenapa belum berangkat? Atau mau sarapan dulu? Ken sudah sarapan belum?" Belum sempat Cindy menjawab pertanyaan Ken, tiba-tiba Mama Cindy muncul dengan serentetan pertanyaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unperfect Princess
JugendliteraturTebak semua teka-teki dalam cerita ini dan temukan tokoh antagonis yang sebenarnya! Rank #1 puimek (21/07/20) #6 nanon (06/09/20) #4 jane (03/10/20) #23 ceritasma (03/12/20) #24 coldgirl (8/05/21) Ps: mohon maaf kalau chapter awal tulisan masih belu...
