apa yang ada di dalam pikiran kalian ketika mendengar kata 'Player' 'Playgirl' atau sekarang lebih sering di sebut dengan 'Fuckgirl'
Ya itulah Zia sosok perempuan player yang baginya mempunyai pacar sama halnya seperti membalikkan telapak tangan
tap...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌱
“Jadi kalian bakalan ibu pasangin lagi buat olimpiade tahun ini, Kebetulan setiap sekolah hanya membutuhkan 2 orang saja untuk perwakilan” Jelas Buk Rani
“Olimpiadenya akan di mulai awal bulan depan, kalian harus mempersiapkannya. Ibu akan mengatur jadwal belajar bersama kalian dan ibu juga yang langsung menjadi pembimbing kalian” Tambah Buk Rani lagi
“Baik bu” Jawan Zia dan Alfath bersamaan
“Olimpiadenya akan di laksa—sebentar” Ucapan Buk Rani terpotong karena handphonenya berdering
“Ya hallo pak?”
“..........”
“Apakah ada masalah pak?sampai di tiadakan seperti ini?”
“..........”
“Baik pak, terimakasih”
Terdengar helaan napas dari buk Rani “Maaf anak-anak, olimpiadenya tidak jadi barusan kepala sekolah memberitahukan kalau ketua penyelenggara berubah pikiran dan meniadakan olimpiade untuk tahun ini”
Zia kecewa,tentu saja. Padahal Zia sudah sangat excited menanti ini,tapi Zia bisa apa
“Apa ada masalah buk” Tanya Alfath
Buk Rani menggeleng tipis“Ibu kurang tahu, tapi untuk tahun ini tidak akan ada olimpiade apapun termasuk dalam cabang akademik lainnya”
“Yasudah buk, kalau begitu kami permisi” Pamit mereka berdua yang di angguki Buk Rani
🌱
“Lo sadar gak, ini kayak ada yang gak beres kok di batalinnya mendadak banget. Padahal pengumumannya udah hampir 2 minggu yang lalu, kenapa gak dari kemarin-kemarin aja. Padahal pasti banyak dari sekolah lain yang udah mempersiapkan ini dari jauh-jauh hari” Tanya Zia di sela mereka berjalan ke arah Kelas
Alfath mengangguk menyetujui “Iya selama gue sekolah gak pernah ada yang tiba-tiba di gagalin kayak gini. Apalagi ini tingkat Nasional”
“Hmm....paling enggak kita belum jauh, kita juga belum siap-siap jadi gak ada yang di rugiin buat kita” Tutur Zia
Alfath mengangguk menyetujui“Ya lo bener”
Zia sama sekali tidak berpikir bahwa ini ulah tunangannya sendiri.
••
Hening, masih belum ada yang membuka suara di dalam mobil
“Kenapa hmm?” Tanya Axelle lembut sambil mengusap kepala Zia dengan sebelah tangannya yang bebas
Ya,Axelle sudah baik kembali atau mungkin dia sedang menutupi kelakuannya, Axelle memang pandai menutupi sesuatu