|3| Disagree

996 108 3
                                        

Ruang kerja Seokjin mendadak jadi sepanas berada di gurun pasir. Empat orang duduk saling berhadapan dalam suasana tegang dan canggung.

"Kalian punya hubungan?"

Kim Seokjin dan Park Seyi serempak mengangkat pandangan ke arah yang sama, kepada penguasa Seja Grup -Ayah Kim Seokjin.

"Tidak!" jawab Seokjin cepat sembari menautkan kedua tangannya di atas paha pertanda tidak nyaman dengan situasi ini.

"Lalu bagaimana dengan yang telah kami lihat?" Tatapan Ayah Seokjin tertuju pada sepasang anak muda di hadapannya, kemudian menoleh sekilas Presdir Park yang duduk di sebelahnya.

"Itu semua tidak seperti yang ayah pikirkan. Aku dan Direktur Park tidak memiliki hubungan dan tidak melakukan apa pun." Seokjin refleks memajukan tubuhnya melakukan pembelaan secara tegas. Ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman. Ini jelas bukan seperti apa yang dilihat dan dipikirkan oleh ayahnya.

"Jas yang berserakan di lantai, pakaian yang acak-acakan, dan posisi yang intim, kau pikir itu apa?!!" Ayah Seokjin murka sampai memukul lengan sofa yang didudukinya.

"Maaf, Ketua Kim..." ujar Seyi turut buka suara. "Tapi, itu semua benar-benar tidak seperti yang Anda pikirkan."

Mendengar pembelaan diri dari Seyi lantas Presdir Park berdeham kemudian berdiri dari kursi dan berkata,"Park Seyi, ikut aku!"

Presdir Park yang sedari tadi hanya diam memperhatikan tiba-tiba minta maaf untuk pamit undur diri bersama Seyi, juga beralasan akan bicara empat mata dengannya. Sebenarnya dia hanya tak ingin Seyi berlama-lama berhadapan dengan orang sepenting Ketua Kim, bisa-bisa Seyi membuang kesempatan emas dan malah menambah masalah baru yang merugikannya.

"Kalau begitu saya pamit," ucap Seyi sopan lalu berdiri dan membungkuk pada Ketua Kim. Seyi tahu dirinya tidak akan aman. Setelah ini pasti ayahnya akan memarahinya habis-habisan.

Tetapi belum sempat Seyi melangkah sejengkal pun dari tempatnya tiba-tiba Seokjin menggenggam pergelangan tangan Seyi. "Urusanmu denganku belum selesai." katanya pelan namun masih bisa didengar.

Seokjin melirik Seyi dari ujung matanya. Urusan mereka memang belum selesai, mobil Seokjin saja masih dalam perbaikan. Ditambah saat ini kesalahpahaman terjadi antara keduanya dengan ayah mereka. Ah, jangan lupa beberapa orang dari kedua perusahaan yang ikut bersama Ayah Seyi dan Ayah Seokjin yang juga melihat kejadian itu. Seokjin tidak ingin gadis itu kabur lagi seenaknya.

Apa-apaan kau!

Begitulah maksud tatapan mata Seyi pada Seokjin yang bicara tanpa kenal situasi. Seyi berharap masalah mereka cukup mereka saja yang tahu.

"Jawab dengan jujur! Apa hubungan kalian?!" berang Ayah Seokjin. "Kalian pasti mengerti ini bisa menjadi berita besar jika tersebar luas! Dan sudah pasti nama perusahaan juga akan ikut terseret ke dalamnya!"

"Saya dan Presdir Kim benar-benar tidak memiliki hubungan apa pun, Ketua Kim." tutur Seyi lalu menyingkirkan tangan Seokjin yang menahannya. Seyi mengisyaratkan dengan mata agar lelaki itu diam atau dia akan mati. "Kedatangan saya kemari tak lain karena kemarin saya tidak sengaja terlibat masalah dan Presdir Kim berbaik hati menolong saya lalu mengundang saya untuk minum teh bersama." terang Seyi berhati-hati dan terpaksa menambah bumbu manis dalam kata-katanya.

Kedua pria lanjut usia itu terdiam. Mereka sedang mengira-ngira apakah yang diucapkan oleh Seyi adalah kebenaran atau ada sesuatu lain yang ditutupi.

"Bukankah kau seharusnya berada di kantor polisi sekarang?" serang Seokjin yang mengabaikan tatapan Seyi padanya.

Sial. Kim Seokjin semakin menjadi-jadi jika diancam. Seyi mengepal kedua tangannya, ingin sekali menjahit mulut Seokjin jika saja ayah mereka sedang tidak berada di sini.

Kini Seyi benar-benar tidak bisa berkutik ditatap ayahnya dan Ketua Kim seperti meminta penjelasan lebih darinya. Jangan lupakan Seokjin yang juga ikut memandangnya dengan senyum menyebalkan.

"A-akan aku kirim secepatnya. Cabut laporanmu!" cicit Seyi gugup, ia menatap panik ke arah dua orang tertua di ruangan ini. Berharap mereka tidak bertanya lagi.

Seyi jadi harus membayar mahal demi tidak terlibat lebih jauh lagi dengan Kim Seokjin.

Lihatlah, lelaki itu bahkan sudah tersenyum penuh kemenangan.

Ayah Seokjin menatap curiga keduanya. Lalu memutuskan untuk berkata setelah mengamati yang terjadi. "Presdir Park, Direktur Park, duduklah dahulu, saya punya beberapa hal yang ingin disampaikan."

Seyi dan ayahnya yang berniat ingin pergi balik duduk ke tempat semula demi menghormati Ketua Kim yang berbicara baik-baik. Dengan berat hati Seyi duduk lagi di samping Seokjin.

"Mengenai kerjasama yang ditawarkan Parc Grup, kami akan menerimanya." Ketua Kim membuat pernyataan yang mengejutkan.

Seyi bingung harus berekspresi seperti apa, sementara ayahnya tak bisa menyembunyikan raut bahagia. Usaha Ayah Seyi untuk bisa bekerjasama dengan perusahaan terbesar ini akhirnya terwujud, tetapi entah mengapa ada yang mengganjal dalam benak Seyi. Meskipun Seyi senang Parc Grup yang saat ini berada beberapa peringkat di bawah Seja Grup bisa memperluas kerjasama dengan mereka, tapi ini cukup mengherankan sebab Ketua Kim kali ini dengan mudah menerimanya.

"Dan, Kim Seokjin akan menikahi Direktur Park." tutup Ayah Seokjin lebih tak terduga.

Lihat, Seyi benar-benar dihempas setelah dibawa terbang tinggi. Ini beribu kali lebih mencengangkan daripada apa yang telah Seokjin lakukan padanya.

Tak kalah mencengangkan untuk Kim Seokjin. Tak habis pikir ayahnya akan mengambil keputusan seperti itu. Seokjin tentu tidak akan menyetujuinya.

"Ayah!"

"Ketua Kim!"

Suara Kim Seokjin dan Park Seyi terdengar bersamaan, protes kepada orang yang membuat pernyataan.

Seyi melirik ayahnya, ia sangat paham maksud dari ekspresi yang ayahnya tunjukkan padanya. Ekspresi yang mengatakan ini kesempatan bagus.

"Saya rasa ini keputusan yang bijak. Mereka yang melihat kejadian ini pasti sudah punya spekulasi yang tidak mengenakan tentang kalian berdua. Kalau sampai media mengetahui hal ini, perusahaan kita bisa-bisa dicap buruk. Seja Grup sudah beberapa kali menolak kerja sama dengan Parc Grup, tapi Presdir dan Direkturnya malah berhubungan di belakangnya. Bagaimana kita akan menjelaskannya?!"

Ayah Seyi mengangguk setuju dengan kata-kata yang dilontarkan Ketua Kim. Baginya ini seperti mendapat jackpot. Ayah Seyi memang sengaja tidak pernah mengikut sertakan Seyi jika berhubungan dengan kerjasama antar perusahaan, dia takut anak gadisnya itu akan mengacau. Lihatlah, pada akhirnya Park Seyi benar-benar buat masalah dengan Presdir Kim.

"Saya berharap Direktur Park menyetujui pernikahan ini." pinta Ketua Kim.

Seyi termenung. Ia tak sanggup lagi untuk membuka mulut. Jika karena kejadian ini mereka dinikahkan, ini jelas tak masuk akal.

"Kenapa harus sampai menikah?!!"

"Kau tahu berapa banyak orang yang melihat kejadian itu?!!! Kami datang untuk berdiskusi denganmu, tapi kau sendiri sebagai pemimpin lupa pada jadwalmu!!! Mereka pasti sudah membicarakan kalian di luar sana!"

"Aku tidak setuju!"

Seokjin mengakhiri perdebatan lalu pergi meninggalkan ruangan. Pikirannya kalut dipenuhi amarah karena pernyataan tak terduga sang ayah.

"Maaf, saya juga tidak menyetujui ini. Permisi."

Seyi pun pergi dari ruangan. Mengabaikan ayahnya yang terlihat tidak suka dengan keputusannya.

PERFECT TIME ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang