PERFECT TIME

153 16 25
                                        

"Seyi..."

"Park Seyi..."

Itu namaku.

Dalam sunyi suara samar terdengar memanggilku.

Aku tak tahu harus ke mana berlari menemukan pemilik suara.

Aku sendiri dan hilang arah.

Di sekelilingku hanya ada hamparan salju yang tak berujung.

Aku lelah, meringkuk memeluk lutut dan menutup kedua mata yang basah. Salju menguburku perlahan dalam kesepian.

Saat aku ingin menyerah dan putus asa, suara itu terdengar semakin dekat. Semakin jelas memanggil namaku, dan perasaanku menghangat.

Kubuka mata perlahan, sangat ajaib bunga-bunga tumbuh di antara es yang mencair.

Hamparan Bunga Lavender kini memenuhi pandanganku. Tidak ada lagi hujan salju, tidak lagi kedinginan, bahkan kupu-kupu datang menemaniku.

Musim dinginku telah berakhir.

"Seyi-ya..."

Aku berlari bersama kupu-kupu mengikuti arah suara itu.

"Seyi..."

Semakin berlari, satu persatu ingatan muncul bagaikan gulungan lembar film.

"Bertahanlah..."

Aku pun mulai mengingat seluruh kisah kehidupanku.

Seharusnya, aku sudah tidak ada lagi di dunia ini.

"Seyi... Kumohon..."

Seharusnya, aku menerima hukumanku.

"Park Seyi..."

Seharusnya, aku sudah mati.

"PARK SEYI!!!"

Tetapi... mengapa semua masih terasa nyata?

Mengapa aku bertemu dengan seseorang yang seharusnya tidak kutemui?

Kelopak mata sangat berat untuk digerakkan, cahaya berebut memasuki penglihatanku.

Aku mengetahuinya dengan jelas.

Song Yuan, tidak seharusnya aku bertemu dengannya.

Tempatku adalah neraka, sementara Yuan adalah malaikat yang tak seharusnya bersamaku di sini.

"Akhirnya kau sadar..."

Dia menangis.

"Terimakasih, Seyi... Terimakasih kau masih ada di sini..."

Air matanya jatuh deras ke punggung tanganku.

Dia terisak, tanganku terasa hangat karena air matanya dan tangannya yang terus menggenggam tanganku.

Dan aku tahu, sesuatu yang menyakitkan telah terjadi.

Karena, sekarang aku ikut menangis bersamanya.

 

------------


Memulai lagi dari awal.

Aku mengikuti jadwal terapi dengan rajin sebagai rangkaian pemulihan dari kondisi koma beberapa bulan lalu. Semua dengan mudah kujalani karena Song Yuan. Dia menemaniku. Dia menjagaku.

Yuan juga telah menceritakan semuanya. Hari itu, air mata lebih banyak berbicara daripada kata-kata.

Dia menyelamatkanku. Dia menepati janjinya untuk menemuiku di hari natal, tetapi aku tak menyadari dan melupakannya. Aku telah memberinya hari natal yang mengerikan.

Yuan memberiku pilihan.

Melanjutkan hidup sebagai Park Seyi konglomerat Parc Group atau memulai hidup baru di tempat baru ini.

Aku membisu.

Tak ada jawaban yang kuberikan untuk beberapa waktu.

Sampai pada hari aku menghantarkan makanan untuk Yuan ke rumah sakit tempatnya memulai kehidupan baru.

Yuan membawaku bertemu seorang bayi perempuan dengan alat-alat media terpasang di tubuh mungilnya. Bayi itu ditemukan di depan rumah sakit, orang tuanya meninggalkan surat bahwa mereka tidak sanggup merawat bayi itu karena butuh biaya besar untuk pengobatannya.

Polisi di kota kecil ini belum berhasil mendapatkan identitas orang tua bayi tersebut, sehingga tak ada satu pun wali yang menemani bayi itu.

"Kondisinya terus membaik, sebentar lagi ia akan menjadi bayi yang sehat dan menjalani kehidupan yang normal seperti bayi yang lain. Aku akan mengadopsinya."

Keputusan Yuan membuatku terhenyuh. Aku bisa merasakan ketulusan hanya dari tatapan matanya.

"Lagi pula, di rumahku sudah ada satu orang yang kuadopsi. Merawat satu orang lagi dalam versi yang lebih mungil bukanlah masalah."

Aku memutar bola mata dan tertawa. Pukulan kecil aku layangkan ke bahu Yuan.

Ku amati bayi itu dengan perasaan sendu. Tatapanku terpaku lama tak beralih sedikit pun. Gerakan kecil pun tak luput dari pandanganku, dan aku tersentak melihat jari mungil bayi itu bergerak pelan.

"Yuan, aku sudah memutuskan..."

Bayi kecil itu menyadarkanku.

"Aku ingin memulai hidup baru di tempat ini."

Satu keajaiban, mendatangkan keajaiban lainnya.

.
.
.

[THE END]

PERFECT TIME ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang