[25] Women

812 109 18
                                        

Masih ada beberapa jam sebelum acara penting bagi Keluarga Kim dimulai.

Tetapi Seyi belum bersiap-siap merias diri, melainkan duduk di sudut kafe bersama seseorang. Orang yang ia temui sangat elegan. Dari cara duduk hingga cara melepas kacamata hitamnya tampak seperti slow mation yang anggun.

"Mana barang buktinya?"

Seyi tersenyum. Ia suka gaya wanita itu. Tak ada basa-basi. Langsung pada permasalahan. Sembari menaruh amplop coklat ke atas meja Seyi berkata, "Ha Yuri. Anak pemilik HealMe Clinic. Klinik bedah plastik yang namanya naik setahun belakang. Pernah menikah sekali tapi bercerai 8 hari kemudian."

Wanita itu segera mengambil amplop coklat dari Seyi. Mengeluarkan isi amplopnya, wanita itu tertawa. "Dia selingkuh dengan wanita seperti ini? Oh, sungguh, dia harus banyak makan sup pereda mabuk lalu mengoperasi matanya."

Seyi hampir tergelak mendengarnya. Seyi setuju. Noh Minhwan terlalu banyak minum alkohol sampai tak sadar berlian sesungguhnya sudah ia dapatkan namun malah tergiur pada batu hitam bersarung emas palsu.

"Terima kasih untuk buktinya, Direktur Park. Sesuai kesepakatan kita, Parc Group akan saya jadikan klien prioritas utama." Wanita itu tersenyum lebar. Tangannya ia julurkan ke depan. Berjabat tangan dengan rekan barunya.

Seyi menjabat tangan wanita itu penuh keyakinan. Nama wanita itu Jang Gaeul, calon mantan istri Noh Minhwan. Konglomerat perusahaan farmasi. Bisa dibilang, keluarga Gaeul lebih hebat dan lebih berkuasa dari pada keluarga Noh Minhwan.

Seyi membantu Gaeul menjadi lebih kaya raya dengan memberi bukti kuat tentang perselingkuhan Noh Minhwan, dengan begitu Gaeul yang sedang diam-diam menyiapkan perceraian dapat memenangkan persidangan dan memperoleh seluruh aset milik mantan suaminya. Bukti perselingkuhan dan list seluruh aset tersembunyi Noh Minhwan yang Gaeul punya sudah cukup membuat pria itu kalah telak dari segala sisi.

Sedangkan Gaeul, ia membantu Seyi dengan menjadi partner baru agar produksi produk kosmetik perusahaannya dapat kembali berjalan normal.

Jika sudah begitu, maka Seyi pun bisa segera bertemu neneknya.


------------


Seja Group Anniversary Celebration sekaligus Ketua Kim's Birthday Party berjalan lancar. Acara utama telah lewat, sekarang waktunya berdansa dan bersenang-senang.

Seyi menatap dirinya di cermin. Lipstik telah kembali sempurna. Wajahnya terlihat segar lagi. Selesai dengan urusan di toilet Seyi berjalan keluar, tetapi ia malah tak sengaja menabrak seseorang yang hendak masuk ke toilet.

"Maaf, saya tak sengaja," ujar Seyi merasa bersalah. Ponsel orang yang ia tabrak jatuh tepat di kaki Seyi. Untungnya, ponsel tak ada kerusakan. Layarnya masih utuh, begitu pula casing ungu mudanya tak pecah ataupun retak. "Maafkan saya," menjulurkan ponsel itu kembali pada pemiliknya, Seyi tersenyum lembut.

Namun, orang yang ia tabrak hanya mengangguk singkat lalu mengambil ponselnya kemudian cepat-cepat masuk ke dalam bilik toilet.

Seyi menghela nafas menatap bilik toilet. Melanjutkan langkahnya kembali ke ruang pesta, tahu-tahu Seokjin sudah berdiri di tengah-tengah ballroom dengan lampu sorot tunggal yang menyinarinya.

Oh, sekarang ada dua. Lampu sorot menerangi Seokjin dan dirinya.

Saatnya berdansa.

Seyi mengerti itu.

Sekarang, haruskah ia berakting sebagai istri yang manis?

"Jangan menginjak kakiku." Detik kelima mereka mulai berdansa Seokjin berceletuk pelan.

PERFECT TIME ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang