"Tolong periksa sekali lagi! Namanya Park Seyi! atau, Kim Seyi!"
Mendengar namanya disebut keras-keras, Seyi yang tengah berjalan melewati koridor rumah sakit menghentikan langkah.
Mengamati bentuk fisik dan suara orang yang membuat keributan di meja administrasi, rasanya Seyi sangat mengenalinya.
"Seokjin," panggilnya pada si pembuat onar di rumah sakit itu.
Lelaki itu memutar badan menghadap Seyi. Nafasnya tersengal-sengal dan detik selanjutnya kedua mata lelaki itu membulat.
"Kau kenapa?" Seyi mengangkat alis bingung.
Mengabaikan pertanyaan Seyi, Seokjin menggenggam erat kedua lengan gadis itu dan balik bertanya dengan nada cemas.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa ada di rumah sakit?"
Seyi mengerjap pelan berusaha memahami sikap Seokjin. Bukankah pertanyaan itu lebih pantas ditujukan untuk diri Seokjin sendiri?
"Siang ini aku pulang ke apartemen dan bertemu Heechan, dia menangis minta tolong membawa ibunya ke rumah sakit. Ibunya mengalami pendarahan." terang Seyi pada Seokjin.
"Lalu... ponselmu?" cicit Seokjin dengan deru nafas yang masih tak beraturan.
"Aku tidak sengaja menghilangkannya. Ternyata pihak rumah sakit menemukan ponselku tergeletak di pintu masuk dan mengamankannya." kata Seyi sembari mengangkat dan menunjukkan ponsel yang baru saja kembali padanya.
Kekhawatiran di wajah Seokjin perlahan memudar. Seyi baik-baik saja. Darah di pakaian Seyi bukanlah karena Seyi yang terluka dan bukan Seyi pula yang dirawat di rumah sakit.
Seokjin sudah salah paham. Seharusnya ia mendengarkan secara lengkap perkataan pihak rumah sakit saat menghubunginya.
"Kau ada urusan apa di sini?"
"Tidak ada," dalih Seokjin.
"Bohong. Tadi kudengar kau menyebut-nyebut namaku,"
"Jaga ponselmu dengan baik,"
"Apa hubungannya dengan ponselku?"
"Ponselmu menggangguku," Tampaknya Seokjin ingin sekali memulai perdebatan.
"Apa mungkin, mereka menghubungimu dengan pons—"
"Di mana Yoochan yang kau tolong itu?"
"Heechan!"
"Oh, di mana bocah itu? Aku juga ingin menjenguknya,"
Lalu Seokjin berjalan sembarang ke arah UGD yang kemudian ditarik Seyi mengarahkannya ke jalur ruang rawat yang benar.
Seyi terus bertanya apa yang Seokjin lakukan di rumah sakit, tetapi Sokjin tak kunjung menjawab pertanyaan-pertanyaan Seyi dengan benar, membuat Seyi sangat sebal padanya.
Yang tak Seyi sadari, itu adalah cara Seokjin mencoba mengembalikan Seyi menjadi diri Seyi yang dulu, mencoba menghapus kesedihannya sedikit demi sedikit.
------------
Seyi memilih kembali ke apartemen setelah cukup lama tinggal di rumah ayahnya. Alasannya tak lain adalah karena Yoo Minjung. Wanita itu terus mengusiknya.
"Mungkin kau harus segera melahirkan anak. Karena dengan ada anak semua orang akan bersikap lebih baik padamu."
Perkataan Minjung sungguh mengganggunya. Wanita itu bicara seolah dia sangat mengerti tentang anak.
Sudah dua hari Seyi berada di apartemen dan dua hari pula Seokjin belum pulang. Masalah pekerjaan. Usai menemuinya di rumah sakit Seokjin langsung berangkat ke luar kota.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERFECT TIME ✔️
Fanfiction𝙎𝙖𝙖𝙩 𝙞𝙩𝙪, 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜𝙞 𝙋𝙖𝙧𝙠 𝙎𝙚𝙮𝙞, 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙆𝙞𝙢 𝙎𝙚𝙤𝙠𝙟𝙞𝙣. |2021|~|2026|
