Tiba di Seoul, Park Seyi punya tujuan sendiri.
Bukan kembali ke apartemen bersama Kim Seokjin, melainkan menagih janji yang dikatakan oleh Yoo Minjung.
Seakan sudah menanti-nantikan kedatangan Seyi, Minjung duduk manis dengan secangkir teh wangi di ruang tengah menatap ke arah pintu.
Tanpa perlu menghabiskan tenaga untuk membuka mulut, Minjung menyodorkan secarik kertas kecil yang dicapitkan di antara jari tengah dan telunjuknya ketika Seyi menghentikan langkah di hadapannya.
"Ayahmu ada di sana," ujar Minjung. "Begitu juga nenekmu." sambungnya disambut ketidaksabaran Seyi untuk mengambil kertas itu.
Tetapi belum sempat Seyi menyentuh kertas, tangan Minjung bergerak menjauh.
"Saat di Jeju... apa kau baik-baik saja?"
Lantas Seyi berkerut kening. Pertanyaan mendadak sok penuh perhatian dari Minjung membuat Seyi menerka-nerka jawaban apa yang sebenarnya Minjung inginkan.
"Sangat baik." ucap Seyi tak ingin berlama-lama kemudian merebut cepat kertas itu dari tangan Minjung.
Menatap lamat tulisan di kertas, lalu Seyi bergegas mengambil kunci mobil dari tangan sekretarisnya.
Tergesa masuk ke mobil dan memasukkan alamat ke navigasi, selanjutnya Seyi benar-benar pergi dengan jantung berdebar kuat sepanjang perjalanan.
Hari ini, hari perjumpaan kembali, akhirnya datang...
------------
"Apa ada yang perlu saya bantu lagi, Presdir?" Sekretaris Lee bertanya usai menaruh koper Seokjin di depan pintu kamar.
Mendapat kibasan tangan sebagai balasan, Sekretaris Lee hendak pamit karena jadwalnya hari ini untuk menjemput atasannya di bandara selesai, namun ia menjeda langkahnya ketika teringat ingin menyampaikan sesuatu.
"Presdir, saya sudah memastikan tidak ada berita atau pun postingan yang diunggah terkait kejadian antara Direktur Park dan Nona Yoo,"
Seokjin mendengarnya dan mengangguk tipis. Ia memang meminta sekretarisnya memantau berita apapun yang keluar tentang pesta di Jeju. Baginya, mencegah berita buruk tentang Chaerim akan menghentikan pula orang-orang untuk mengulik masa lalu mereka. Ia tak ingin menyakiti Chaerim lagi, juga tak ingin Chaerim terlibat masalah apapun karena dirinya.
Selepas perginya Sekretaris Lee, Seokjin berniat membersihkan diri lalu beristirahat lebih awal sebab besok ada rapat di pagi hari. Ketika tangan menggenggam ganggang pintu kamar, matanya menilik ke satu titik. Kamar Seyi.
Seyi tampak bersigegas pergi bersama Sekretaris Lim yang sudah menunggunya di bandara. Entah ada urusan apa.
Kemudian tak sengaja Seokjin memutar ingatan saat Song Yuan mendatanginya selagi Seyi memasukkan barang ke mobil sebelum mereka berangkat ke bandara.
"Presdir Kim, aku hanya ingin mengingatkanmu. Jika kau tak mampu melindungi Seyi, biarkan aku yang melakukannya. Jika sudah begitu, kau tidak akan bisa mengambilnya lagi dariku."
Cukup membuatnya tak nyaman, tetapi Seokjin merasa hal itu tak perlu terlalu dipikirkan. Toh, pada akhirnya, ia akan berpisah dengan Seyi.
------------
Gangneung, Provinsi Gangwon.
Pertama kalinya Seyi mendatangi tempat ini, seorang diri, mengemudi sendiri, dan... tersesat sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERFECT TIME ✔️
Fanfiction𝙎𝙖𝙖𝙩 𝙞𝙩𝙪, 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜𝙞 𝙋𝙖𝙧𝙠 𝙎𝙚𝙮𝙞, 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙆𝙞𝙢 𝙎𝙚𝙤𝙠𝙟𝙞𝙣. |2021|~|2026|
