BS|| Kecurigaan Aluna

7 2 1
                                    

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Siang ini, Aluna pergi bersama Anara ke perpustakaan kota. Waktu weekand seperti ini selalu mereka habiskan bersama. Tujuan mereka ke perpustakaan bukan hanya membaca buku, tapi juga ngadem. Karena perpustakaan kota terkenal tempat paling nyaman dan sunyi karena kedap suara dari hilir mudik kendaraan. 

Setelah memilih buku, mereka berdua duduk mojok di ujung perpustakaan. Tempat yang paling nyaman menurut mereka. Tak seperti biasanya, Aluna nampak serius sekali membaca buku fiksi pilihannya. Biasanya gadis itu membaca fiksi hanya untuk mencari kata-kata mutiara sebagai bahan posting di sosial media. 

"The King," ujar Anara saat membaca judul buku milik Aluna. 

"Serius banget lo bacanya. Emang tentang apaan?" tanya Anara penasaran. 

"Ini itu berkisah seorah putri yang diculik, terus ada pangeran yang nyari putri itu dengan cara menyamar. Tapi, si putri nggak tau kalau orang dekatnya itu adalah seorang pangeran yang menyamar dan sedang mencari dia. Bahkan, putri udah jatuh cinta sama laki-laki ini. Setelah tau dia seorang pangeran kerajaan, putri jadi menjauh dan pangeran yang ngejar-ngejar putri," terang Aluna. 

"Rumit."

"Cerita ini nggak bakal rumit kalau si putri tetep mencintai pangeran meskipun udah tau asal usulnya. Mereka akan hidup bahagia. Kayak ibarat kalau Aldebaran suka sama gue, gue juga akan hidup bahagia," ucap Aluna sambil berkhayal. 

Anara melayangkan buku kecil pada Aluna dan mengenai keningnya. "Kebanyakan halu lo."

"Ini bukan halu. Tapi sedang bermimpi dinikahi oleh seorang pangeram," gumam Aluna. 

Anara semakin tidak mengerti jalan pikir Aluna. Sahabatnya kalau sudah suka dengan sesuatu akan sangat memperjuangkan sesuatu itu. Tidak peduli tentang resiko yang akan diambil. Meski begitu, Anara tetap mendukung apapun yang Aluna lakukan selagi masih batas wajar. 

"Gimana hubungan lo sama Aldebaran?" tanya Anara tiba-tiba. 

Aluna menoleh pada Anara sekilas, kemudian kembali menatap buku yang ia pegang. 

"Al udah mulai berubah, nggak sedingin dulu. Tapi masih jutek, sih," ujar Aluna. 

"Bagus, deh. Usaha lo nggak sia-sia."

Aluna teringat sesuatu. Kejadian dimana yang menurutnya sangat aneh. Akhir-akhir ini memang sikap Aldebaran sedikit berubah, tidak seperti saat mereka bertemu. Namun, Aluna menemukan beberapa keanehan yang menurutnya tidak wajar. 

"Na, gue, kok, ngerasa aneh sama Al, ya," celetuk Aluna. 

Anara menoleh pada gadis itu dan menyerngitkan keningnya. "Aneh gimana?"

"Lo inget waktu gue cerita hampir jatuh dari rooftop, kan?" Anara mengangguk. 

"Gue inget banget waktu itu nggak ada seorang pun di sana kecuali gue. Waktu gue kepleset, gue udah pasrah banget hidup gue sampai situ, tapi tiba-tiba ada tangan yang narik gue yang ternyata itu Al. Kalau itu kebetulan, jarak pintu rooftop sama ujung itu lumayan lebar. Meskipun lari, tiga detik itu terlalu cepat," ujar Aluna. 

Black ShadowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang