2

7.2K 1.5K 306
                                        

"Apa ?" Jungkook bertanya santai kepada gadis dihadapannya. Sesekali memperbaiki letak kacamatanya.

Saat istirahat ia disuruh ke belakang sekolah tiba-tiba oleh beberapa gadis. Jungkook tahu ini akan berakhir bagaimana tapi ia tetap ikut saja karena kalau tidak mereka pasti akan melakukan hal yang lebih buruk lagi dari ini. Hari ini Jimin tidak masuk sekolah karena urusan keluarganya makanya para gadis itu mengambil kesempatan untuk menyeretnya kesini.

Ada sekitar 5 orang gadis yang kini malah bersedekap angkuh dihadapannya, mereka semua termasuk penggemarnya Jimin dan selalu berusaha menarik perhatian remaja itu. Salah satunya ada gadis yang kemarin baru saja di tolak Jimin hingga menangis.

Sudah ia duga akan seperti ini.

Mereka yang ditolak tapi kenapa menyalahkannya ?

"Apa yang kau katakan pada Jimin kemarin ?!" Gertak gadis yang ditolak Jimin kemarin.

"Apa maksudmu ?"

Gadis itu mendorong pundak Jungkook kasar dengan telunjuknya,"Pura-pura tolol lagi..! Kau menghasut Jimin agar menolakku kan ?!"

Jungkook menghela nafas lelah,"Aku tidak mengatakan apapun.."

"Bullshit..! Kalau tidak, Jimin tak mungkin berkata sekasar itu kemarin..! Apa maksudmu mengatakan aku menyuruh-nyuruhmu pada Jimin ?!"

Astaga..! Jungkook jadi ingin tahu apa yang Jimin katakan kemarin sampai ia dilabrak begini.

"Sudah kubilang aku tidak mengatakan apapun. Aku hanya memintanya datang kebelakang sekolah atas permintaanmu. Itu saja..! Kalau kau ditolak ya kenapa menyalahkanku ?" Balas Jungkook.

"Omong kosong..! Aku tahu kau pasti mengatakan sesuatu pada Jimin agar menolakku. Kau ingin mengambil Jimin untukmu sendiri kan ?! Memanfaatkan kekayaan Jimin, kau memang penjilat..! Kau itu benalu Jungkook..! Menempel seperti lintah padanya dan bersikap sok baik dan polos..! Aku tahu orang-orang kayak kau begini..! Sadari tempatmu..! Kau itu hanya sampah miskin yang tidak berguna..!" Cercar gadis itu marah.

Jungkook hanya diam.

Dia tidak sakit hati karena ini bukan pertama kalinya. Ia sudah biasa dikata-katai seperti ini. Dimanapun ia berada, statusnya sebagai orang tak punya akan selalu melekat padanya dan orang-orang seperti mereka akan selalu ada.

"Terserah kau saja. Aku tak ada urusannya dengan ini.." Kata Jungkook yang hendak pergi tapi gadis itu menghadangnya dan—

PLAK..!

Satu tamparan keras menghantam pipi Jungkook cepat hingga kacamatanya terjatuh dan membuat kacanya retak.

"Sialan..! Manusia rendahan sepertimu berani sekali melawanku..!"

Namun tak seperti yang gadis itu harapkan agar Jungkook ketakutan, malah sebaliknya. Jungkook mendorong gadis itu kuat hingga terjatuh kebelakang cukup keras. Lalu menatapnya tajam dan dingin.

Ia masih menahan dirinya agar tidak balas memukul gadis itu. Sudah dibilang, Jungkook tidak selemah itu tapi ia hanya berusaha menghindari masalah agar bisa lulus dengan tenang. Tapi kali ini ia tak bisa diam saja.

Jungkook menunduk dan mengambil kacamatanya lalu kembali menatap gadis itu yang sepertinya masih kaget dengan apa yang terjadi. Bahkan teman-temannya tak ada yang bereaksi saking syoknya.

"Jimin yang menolakmu tapi kau malah menyalahkanku ? Kenapa tidak berkaca dan lihat apa yang salah pada dirimu sampai ditolak sekasar itu ? Aku diam bukan berarti aku takut, aku hanya ingin menghindari masalah. Perbaiki sikapmu, dengan begitu mungkin Jimin akan sedikit melirikmu. Tapi jangan banyak berharap, karena kau bukan tipenya.." Ucap Jungkook lalu pergi begitu saja. Sedangkan gadis itu menggeram marah dengan mengepalkan kedua tangannya.

V.O.I.C.E (Vkook) {COMPLETED}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang