Akhir-akhir ini Jimin sibuk dengan kegiatan basketnya karena tim mereka akan diikutsertakan dalam kejuaraan antar sekolah tiap tahun yang akan di selenggarakan sebulan lagi. Jadi latihan mereka semakin intens setiap harinya, bahkan para anggota Tim inti serta cadangan diberikan ijin tidak mengikuti kelas selama sebulan ini agar fokus terhadap kejuaraannya.
Maka dari itu Jungkook lebih sering berada sendirian di perpustakaan untuk membunuh waktu. Lagipula perpustakaan adalah satu-satunya tempat aman dimana ia tak akan diganggu oleh mereka yang kepo dengan urusannya.
Jungkook tak mengerti kenapa orang-orang selalu penasaran dengan kehidupannya padahal mereka tahu ia bukan orang penting juga bukan seseorang yang memiliki banyak hal yang bisa diceritakan. Mereka akan selalu bertanya padanya bagaimana rasanya hidup sendiri atau bagaimana rasanya tidak punya orang tua. Lalu yang menjengkelkan ada yang bertanya kenapa kau bisa tahan untuk tidak bunuh diri padahal hidupmu menyedihkan begitu.
Mungkin memang mereka penasaran tapi apakah harus bertanya seperti itu ?
Jika sebegitu ingin tahu rasanya kenapa tidak coba untuk tinggal sendiri tanpa ada yang membackup sama sekali ?
Bel sudah berbunyi tanda sekolah telah usai, Jungkook langsung membereskan buku-bukunya. Namun karena ini hari piketnya maka ia tak bisa langsung pulang seperti biasanya. Jimin tadi sempat mengirimkan pesan padanya bahwa ia akan latihan hingga sore dan berharap agar Jungkook pulang dulu lalu jangan lupa untuk makan. Sahabatnya itu memang manis sekali.
"Jungkook kami ada urusan mendadak jadi kau kerjakan tugas kami juga ya. Terimakasih Jungkook, bye.." Ucap cepat salah satu teman sekelasnya yang piket juga, berlari keluar kelas bersama tiga orang lainnya tanpa menunggu jawaban Jungkook sama sekali.
"Urusan mendadak, my ass.." Dengus Jungkook yang langsung mengambil sapu untuk menyapu kelasnya. Mereka akan selalu kabur dari tugas piket seperti ini dengan alasan-alasan tak masuk akal lainnya. Memangnya mereka pikir Jungkook juga tak ada pekerjaan lain ?
Bisa juga sih ia pun kabur dari tanggung jawabnya tapi jika ketahuan pihak Osis mereka akan terkena hukuman dan ia yang akan disalahkan ujung-ujungnya. Tapi jika Jungkook melaporpun, pihak Osis hanya akan mengatakan bahwa itu bukan sesuatu yang harus dibesar-besarkan.
Bahkan disekolahpun ia mendapat perlakuan berbeda hanya karena dianggap bukan dari kalangan atas.
Uang memang segalanya.
Setelah menyapu kelasnya, Jungkook membersihkan papan tulis lalu merapikan meja guru juga membersihkan kaca jendelanya dengan telaten. Lalu mengumpulkan sampah-sampah kertas disatu tempat dan berjalan menuju belakang sekolah untuk membuangnya. Sehabis ini ia masih harus kerja part time di mini market hingga malam lalu melakukan Voice Streaming sebelum Voice privat bersama Taehyung seperti biasanya. Dulu sebelum benar-benar fokus menjadi Voicer, Jungkook punya tiga pekerjaan sekaligus yang membuatnya tak pernah tidur di kos dan hanya pulang untuk membersihkan diri juga berganti pakaian. Ia sering menghabiskan waktu di pekerjaannya bahkan tidur dan mengerjakan tugas sekolahnya disana.
Namun setelah Taehyung menjadi pelanggannya dan memberikannya banyak uang dan bonus tambahan, Jungkook memutuskan untuk berhenti di pekerjaan lainnya selain part time di minimarket. Manager disana baik sekali dan memperlakukannya seperti anak sendiri, membuat Jungkook tak tega berhenti. Berkat Taehyung, Jungkook bisa mempunyai banyak waktu untuk beristirahat dan fokus belajar tanpa takut nilainya turun lagi.
"Oh Jungkook. Lagi piket ya ?" Tegur seorang gadis yang sedang duduk bersama beberapa temannya dibangku belakang sekolah. Salah satu dari mereka ada yang tengah merokok tanpa takut ketahuan pihak Osis yang mungkin saja sedang patroli saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
V.O.I.C.E (Vkook) {COMPLETED}
Fiksi Penggemar"Finally, I Found You...Kau terlihat persis seperti yang kubayangkan. Jadi, siapa nama aslimu ?" Disaat itu ia tahu bahwa semua takkan sama lagi, kehidupannya berubah ketika bertemu dengan pria misterius pemiliki deep Voice yang seksi. Seharusnya ia...
