17

7.5K 1.2K 412
                                        

Sudah beberapa hari ini Jungkook tinggal bersama keluarga barunya, sebenarnya ia masih merasa agak canggung dan ingin kembali ke kosnya saja tapi mereka tidak mengijinkan. Katanya sudah seharusnya ia tinggal bersama keluarganya sekarang bukan tinggal ditempat terpisah. Ayah dan kedua kakaknya sampai memohon hingga membuat Jungkook jadi tak tega dan mengiyakan. Ia akan merindukan tetangga-tetangga kosnya yang kadang selalu berisik tapi baik. Juga Felix, benar— semenjak kejadian hari itu ia belum bertemu dengan Felix lagi. Ia belum punya ponsel jadi belum bisa menghubungi anak itu. Tidak enak jika terus menerus meminjam ponsel salah satu kakaknya ataupun ayahnya.

"Pagi Jungkook.." Sapa Hendrick yang baru saja muncul dengan pakaian kantornya. Pria itu tersenyum dan mendekati Jungkook lalu mengecup kepala anak itu lembut sebelum duduk disebelah Jungkook. Membuat Jungkook jadi salah tingkah sendiri.

"Umm..pagi juga Hyung.." Jawabnya.

Hendrick tersenyum lagi,"Loh, kenapa belum sarapan ?" Tanyanya saat melihat piring Jungkook masih kosong.

"Aku menunggu hyung juga Noona dan Daddy.."

"Lain kali langsung makan saja tanpa menunggu kami, oke ?"

Jungkook cemberut,"Tapi aku ingin makan bersama kalian.."

"Begitukah ? Baiklah..lain kali hyung takkan membuatmu menunggu lagi.."

Jungkook menggeleng cepat,"Bu-bukan begitu maksudku, hyung.."

"Aissh..Oppa berhenti mengganggu bayiku..!" Desis Michelle yang juga baru datang sambil mendelik kesal pada Hendrick. Kemudian ia mendekati Jungkook cepat lalu mengecup pipi anak itu,"Morning kesayanganku~" Ucapnya dan duduk disebelah Jungkook yang lain.

"Morning juga Noona.." Jawab Jungkook pelan. Ia masih kaget karena dicium lagi oleh gadis itu. Bukan hal baru sih, karena sejak ia mulai tinggal disini mereka akan selalu mengecupnya atau memeluknya dimanapun dan kapanpun tanpa melihat tempat juga kondisi. Terkadang membuat Jungkook malu setengah mati tapi disisi lain ia senang karena mendapat afeksi yang selalu ia inginkan.

"Aku tidak mengganggunya dan bisa tidak muncul lebih cepat ketika akan sarapan ? Kau membuat Jungkook menunggu sedari tadi..!" Kesal Hendrick.

Michelle mencibir pada Hendrick lalu menatap Jungkook dengan tatapan menyesal,"Maaf sayang membuatmu menunggu.."

"Aniyaa..aku yang terlalu cepat. Maafkan aku, takkan terjadi lagi.." Jungkook berucap panik. Ia jadi takut jika kelakuannya akan membuat kedua kakaknya menjadi kesal padanya. Jangan sampai dirinya dibenci lagi oleh mereka, Jungkook tak mau itu.

Gelagat Jungkook yang seperti panik dan takut itu membuat Michelle juga Hendrick saling melirik satu sama lain. Mereka tak tahu kehidupan macam apa yang sudah dilalui adik mereka hingga membuatnya menjadi tidak percaya diri dan takut membuat kesalahan. Padahal tak masalah jika Jungkook membuat kesalahan atau sedikit lebih percaya diri, tidak ada yang salah dengan itu dan takkan ada yang akan menghakiminya.

"Hey..apa maksudmu, hm ? Kau tak perlu meminta maaf untuk hal seperti itu Jungkook.." Kata Michelle sambil menggenggam jemari anak itu lembut.

"Benar Jungkook. Tidak akan ada yang menyalahkanmu atau bahkan menghakimimu seburuk apapun tingkahmu karena kau adik kami. Kau bagian dari keluarga ini, semua tindakanmu dapat ditolerir, semua ucapanmu adalah perintah, semua keinginanmu akan dipenuhi. Jadi tak apa menjadi lebih arogan dan percaya diri, jangan menundukkan kepalamu pada orang lain atau meminta maaf. Mereka yang harus menundukkan kepalanya dihadapanmu dan meminta maaf padamu. Kau mengerti kan ?" Jelas Hendrick.

Jungkook mengerjap mendengar penjelasan Hendrick. Tak salah tuh dirinya disuruh lebih sombong dan arogan ?

"Tapi hyung..aku akan dibenci jika begitu.."

V.O.I.C.E (Vkook) {COMPLETED}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang