22

7.2K 1.2K 292
                                        

Jimin menatap Jungkook yang terbaring diranjang rumah sakit dengan infus dipergelangan tangannya. Beberapa saat yang lalu Yoongi menelpon dan memberitahu tentang Jungkook padanya. Tentu saja dengan nekat anak itu berlari keluar rumah hanya dengan pakaian rumah seadanya juga sendal jepit, langsung memberhentikan taksi yang lewat tanpa berfikir dua kali.

Saat tiba dirumah sakit, Jimin benar-benar hampir menangis karena berfikir Jungkook dalam kondisi kritis setelah mendengar penjelasan Yoongi. Untungnya ia diberitahu bahwa kondisi anak itu baik-baik saja, membuatnya sampai jatuh merosot begitu saja karena lega.

Bagi Jimin, Jungkook seperti cahaya yang menuntunnya keluar dari dunianya yang gelap. Memberikan harapan padanya untuk tetap hidup meski dengan alasan paling sepele sekalipun. Itulah mengapa, Jimin benar-benar akan hancur jika terjadi sesuatu pada Jungkook.

Anak itu maju dan menggenggam jemari Jungkook lembut dengan kedua tangannya, sedikit membungkuk hingga punggung tangan Jungkook berada dikeningnya.

"Jangan terluka lagi, Jungkook. Aku akan lakukan apapun untukmu asal kau tetap hidup dan bahagia. Aku menyayangimu.." Lirihnya lemah sekali lalu meletakkan kembali tangan Jungkook seperti semula. Lalu merapikan selimutnya dan berbalik menghadap kearah dua orang yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan.

Junghoon dan Hendrick.

Jimin membungkuk sopan kepada meraka berdua,"Maafkan aku karena memaksa bertemu Jungkook malam-malam begini. Aku hanya ingin memastikan bahwa Jungkook baik-baik saja.."

"Tak apa, nak. Kau Jimin temannya Jungkook yang pernah ia sebutkan untuk belajar bersama kan ?" Tanya Junghoon.

Untuk sesaat Jimin loading sebelum ia ingat bahwa Jungkook pernah menjual namanya hari itu.

Aishh..anak itu.

"A-ah..ne.." Jawab Jimin kaku.

"Tenang saja, Jungkook akan baik-baik saja. Kau pulang dan istirahatlah.."

Sekali lagi Jimin membungkuk sopan pada pria yang ia ketahui sebagai ayah Jungkook.

"Yee.." Jawabnya lagi.

Jujur saja awal bertemu dengan pria itu, Jimin kaget karena pria itu tak nampak seperti pria beranak tiga. Terlihat begitu muda dan berkharisma—baiklah tampan dan seksi juga. Pantas saja Jungkook bilang ia seperti berfangirl hari itu.

Jungkook butuh mama baru tidak ya ?

Eh..?!

Canda.

Jimin keluar dari kamar rawat setelahnya dan mendapati Yoongi berdiri menyender didinding koridor dengan santai.

"Sudah ?"

"Ya.." Jawab Jimin kaku.

Entah kenapa ia jadi gugup setiap kali meliha Yoongi. Ini hanya perasaannya saja atau memang Yoongi terlihat semakin seksi ?

"Ayo kuantar pulang.." Ucap Yoongi yang langsung berjalan begitu saja. Jimin sontak mengejar dari belakang dengan cepat.

"Eh..tidak usah. Aku naik taksi saja.."

Tapi Yoongi tak merespon dan terus jalan menuju parkiran dimana mobilnya berada.

"Hey..! Kau dengar aku tidak sih ?!"

Ketika ditempat parkiran, Yoongi langsung menarik Jimin masuk kemobilnya tanpa mengucapkan apapun lagi dan mengabaikan protesan Jimin.

"Aishh...kau tuli ?!" Kesal Jimin. Ia hendak keluar dari mobil sebelum gerakannya berhenti karena ucapan frontal Yoongi.

"Lakukan itu dan aku akan mengikatmu dikamarku.."

Jimin langsung menoleh dan menatap Yoongi horror,"Yak..!"

V.O.I.C.E (Vkook) {COMPLETED}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang