Hari ini Jungkook sudah kembali bekerja di minimarket seperti biasanya. Padahal sang manager menyuruhnya untuk istirahat lebih lama tapi Jungkook menolak. Ia sudah merasa baik-baik saja meski terkadang ada sedikit rasa takut. Apalagi fakta bahwa lelaki sialan itu belum tertangkap dan masih berkeliaran bebas diluar sana. Sang manager bilang, ia sudah melapor pada polisi namun pergerakan polisi cukup lambat. Bahkan hingga saat ini pun belum ada berita apapun dari pihak polisi mengenai kasus ini.
Karena itu untuk berjaga-jaga, Sang manager memberikan Jungkook semacam alat penjaga diri yaitu pengejut listrik bertegangan cukup tinggi yang mampu membuat seseorang pingsan saat terkena.
Untuk membantu pekerjaan Jungkook, seorang karyawan wanita direkrut oleh si manager. Sengaja memilih yang wanita agar kejadian kemarin tidak terulang lagi. Jungkook benar-benar berterimakasih pada pria itu yang sudah sangat baik sekali padanya. Bukan hanya pria itu tapi juga istrinya, mereka kerap kali memberikan lauk pauk padanya ketika ia akan pulang setelah shiftnya selesai. Mereka bilang, Jungkook sudah dianggap sebagai anak sendiri apalagi putera kandung mereka ternyata sudah meninggal beberapa tahun lalu karena kecelakaan saat pulang sekolah.
"Aku akan mengurus bagian belakang, kau jaga kasir saja tak apa kan ?" Ucap si wanita dengan nama Jung Nari. Wanita itu sudah kuliah semester 5 dan membutuhkan uang untuk membayar uang semester. Kurang lebih mereka bernasib sama sih. Dan Jungkook beruntung karena Nari ternyata orang yang baik dan mudah diajak bergaul.
Jungkook mengangguk,"Iya Noona.."
Setelah itu Nari berjalan kebelakang untuk melakukan pekerjaannya, sementara Jungkook terduduk sambil mendengarkan musik menggunakan earphonenya.
Tring..!
Jungkook langsung berdiri untuk menyambut pelanggan,"Selamat dat—eh ? Felix ?"
Yang disapa menoleh lalu tersenyum,"Oh..kau kerja disini ?"
"Yup..sudah sekitar dua tahun sih. Kau sendiri sedang apa disekitar sini ? Bukannya minimarket ini jauh dari sekolahmu ?"
"Aku baru kembali dari suatu tempat dan hendak pulang. Kebetulan lewat sini ya aku mampir dulu.." Jelasnya.
"Begitukah ? Ya sudah silahkan lanjutkan kegiatanmu.."
Felix mengangguk dan berjalan menuju rak-rak yang berisi makanan-makanan siap saji sedangkan Jungkook kembali mendengarkan musiknya. Tak lama pintu minimarket terbuka lagi dan Jungkook kembali berdiri untuk menyambut pelanggan.
"Selamat datang—" Lagi-lagi ucapannya terhenti karena kali ini pelanggannya adalah Hyorin juga dua orang temannya yang Jungkook bahkan tak ingat nama mereka.
"Oh..apa ini ? Si pencuri ini ternyata bekerja disini ?" Hyorin mengejek dengan kekehan kecil.
"Auhh..aku harap uang kasirnya aman.." Gadis lainnya ikut mengejek sambil tertawa diikuti lainnya.
"Aku bertaruh pasti ia sering mengambil uang kasir dan beralasan uangnya hilang.." Yang lain ikut menimpali puas.
Jungkook hanya diam, tapi kedua tangannya sudah meremat jengkel dibawah meja kasir. Ingin sekali menghajar mereka tapi sekali lagi jika ia lakukan itu maka ia yang akan terkena imbasnya. Dikeluarkan dari sekolah dengan nama buruk juga tanpa surat rekomendasi saja sudah cukup baginya, ia tak mau masuk kepenjara lagi dan lebih menghancurkan masa depannya.
Ia harus bertahan.
Kali ini harus benar-benar bertahan.
Mereka bertiga mendengus dan berjalan kearah rak-rak cemilan dan mengambil banyak sekali bungkus-bungkus cemilan itu tanpa melihat harga sama sekali. Begitupun kelemari pendingin dan mengambil berbagai macam minuman kaleng juga minuman beralkohol—padahal mereka belum cukup umur.
KAMU SEDANG MEMBACA
V.O.I.C.E (Vkook) {COMPLETED}
Fanfiction"Finally, I Found You...Kau terlihat persis seperti yang kubayangkan. Jadi, siapa nama aslimu ?" Disaat itu ia tahu bahwa semua takkan sama lagi, kehidupannya berubah ketika bertemu dengan pria misterius pemiliki deep Voice yang seksi. Seharusnya ia...
