9

6.8K 1.3K 375
                                        

Jika biasanya Yoongi mengantar Jungkook langsung pulang ke kosnya setelah dari sekolah, kali ini Jungkook minta diantarkan kesebuah toko pakaian wanita bermerk yang terkenal cukup mahal. Bingung sebenarnya untuk apa mereka kemari tapi Yoongi tak mau bertanya apapun karena tugasnya hanya untuk menjaga Jungkook dan memastikan anak itu aman.

"Aku takkan lama, hyung.." Kata Jungkook sebelum ia turun dari mobil dan masuk kedalam. Sementara Yoongi hanya menunggu saja didalam mobil. Sambil menunggu, Yoongi akan menghisap rokok agar mulutnya tidak terasa menganggur. Tak lupa membuka kaca jendela mobil agar asapnya keluar. Tak lama ponselnya berdering tanda telpon masuk, melirik layar dan mendapati nama kontak Taehyung disana.

"Halo ?"

"Sudah mengantar Jungkook ?"

"Belum. Sekarang aku masih mengantarnya ketoko pakaian wanita.."

"Untuk apa kesana ?"

Yoongi mendengus,"Mana kutahu. Mungkin membeli hadiah untuk kekasihnya.."

"Mwo ?" Suara rendah Taehyung terdengar dingin. Hal itu membuat Yoongi tersenyum penuh arti sambil melirik kedalam toko dimana terlihat Jungkook tengah berdiri di kasir untuk membayar belanjaannya.

"Kenapa tidak tanyakan sendiri padanya, bos ?"

Panggilan dimatikan begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi. Yoongi sampai berdecak tapi ia cukup terhibur dengan reaksi Taehyung. Berikutnya ia sudah melihat Jungkook keluar dengan paper bag belanjaannya juga ponsel ditelinganya.

Oh Taehyung langsung menelpon sepertinya.

Lucu sekali.

Jungkook masuk kedalam mobil dan duduk disebelah Yoongi masih dengan poisi menelpon.

"Hari ini adikku ulang tahun, hyung. Jadi aku singgah membelikan hadiah untuknya. Ada apa, hyung ?" Jungkook bertanya sembari tangannya sibuk memasang seatbelt tapi ia kesusahan sendiri. Namun ia kaget karena Yoongi mendekat dengan cepat seperti memeluknya dari samping untuk membantunya memasang benda itu. Ia bisa mencium aroma rokok yang cukup kuat sekali dari Yoongi. Setelahnya Jungkook menoleh kearah Yoongi dengan ucapan terimakasih dari gerak bibir saja.

"Adikmu ? Bukankah kau sudah tak dianggap oleh mereka ? Kenapa repot-repot ?"

Jungkook terdiam mendengar ucapan Taehyung. Benar sih, ia memang diabaikan bahkan mungkin lebih tepatnya saat ini namanya sudah dicoret dari kartu keluarga mereka. Tapi Aria tetap adiknya dan ia menyayangi gadis itu.

Kemudian ia teringat sesuatu.

"H-hyung..darimana kau tahu soal itu ?"

"Perusahaan keluargamu menjalin kerjasama dengan perusahaanku dan ayahmu selalu berbicara tentang adikmu seolah-olah ia hanya memiliki satu anak saja. Jadi aku menebak situasinya.."

"Tapi darimana hyung yakin kalau aku anaknya ? Maksudku marga Jeon kan bukan hanya marga keluargaku saja.."

"Aku selalu mencari tahu tentang siapapun yang bekerja sama denganku, Jungkook.."

"Ah, begitu.."

"Wae ? Kau tak suka aku mencari tahu tentang keluargamu ?"

Jungkook refleks menggeleng meski Taehyung tak melihat,"Bu-bukan begitu hyung. A-aku hanya kaget.."

"Tapi kau terlihat tak mirip dengan adikmu.." Celetuk Taehyung tiba-tiba.

Hal itu membuat Jungkook jadi terdiam kaku, tanpa sadar ia meremat paper bag yang ia pegang dari tadi.

"H-hyung bertemu Aria ?"

"Hmm..ayahmu membawanya kemarin dipertemuan kerja.."

"Oh begitu..umm hyung aku matikan dulu ya, baterai ponselku hampir habis. Bye hyung.." Jungkook mematikan sambungan dengan cepat. Wajahnya jadi murung sekali tidak seperti tadi, ia jadi takut tiba-tiba.

V.O.I.C.E (Vkook) {COMPLETED}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang