*Kalau ada typo mohon dikomen yaa^^
Jangan lupa vote&komen biar aku ada semangat lanjutin ff ini🙂🧎xixi
HAPPY READING!
Renjun melangkah dengan cepat untuk mencari ruangan kekasihnya.
Ia lagi-lagi dihubungi oleh Guanlin untuk langsung menuju keruangannya dan memberitahu bahwa Haechan tengah beristirahat diruangan VIP.
"Oh? Kau sudah datang?"
Renjun mengatur nafasnya. "Cepat jelaskan padaku,Haechan terkena penyakit apa!?"
"Duduklah dulu,kau terlihat kelelahan."
Renjun menurut. Ia dengan lekas duduk berhadapan dengan kekasihnya yang masih fokus pada beberapa berkas pasien.
"Dengan siapa kau kemari?"
"Lee Jeno. Ia sedang berada dikantin rumah sakit, kami akan ke kantor 2 jam lagi."
"Kalian baru pulang, mengapa langsung bekerja lagi?"
"Besok ada rapat penting, aku harus menyiapkan presentasi keuangan."
Renjun memandang malas."Mengapa kau menanyaiku terus? Cepat jelaskan keadaan Haechan. Aku ingin menemuinya setelah ini."
Guanlin melepas kacamatanya. Ia memandang serius kearah pujaan hatinya itu.
"Aku akan mengatakan sesuatu,tapi tolong tahan amarahmu. Kau mengerti?"
"Uhm"
"Kami menemukan Haechan kemarin dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dan kami juga sudah melakukan pemeriksaan. Ini hasil lab nya." Ia memberikan lembaran berisi catatan hasil lab Haechan pada Renjun.
"Langsung ke intinya saja. Lee Haechan sedang mengandung—"
"Tunggu! Kau tidak salahkan?"
Guanlin membalas pandangan Renjun dengan serius. Ia adalah seorang Dokter, sebisa mungkin ia tidak melakukan kesalahan.
"Aku memang bukan Dokter kandungan. Tetapi Dokter Byun menanganinya kemarin."
"Kau lihat ini?" Guanlin menunjukkan sebuah foto usg mikik Haechan padanya. "Ini adalah Janin, ia tumbuh didalam sahabatmu itu."
Mata Renjun berkaca-kaca memandangnya.
"Tetapi Haechan tidak memiliki kekasih–tapi,ia juga tidak mungkin memberikan tubuhnya dengan sembarang pada orang lain."
***
Renjun memasuki sebuah ruangan dimana tempat Haechan dirawat. Ia melihat sahabatnya tengah menikmati makan siangnya. Sesekali memejamkan mata karna menahan mual, terlebih ia bersusah payah menelan makanan untuk mengisi perutnya.
"Jangan dipaksakan Haechan-ah."
Haechan sedikit terkejut saat suara menyapa pendengarannya. Ia melihat sang sahabat berjalan mendekat kearahnya "Sejak kapan kau disini? Mengapa tahu bahwa aku dirawat?" Haechan meletakan gelas berisi air miliknya.
"Dasar bodoh." Renjun mendengus seraya mendekat pada Haechan yang masih duduk di atas tempat tidurnya.
Sejujurnya Haechan menahan gugup. Seharusnya Renjun masih di Busan, karna sahabatnya itu mengatakan "Paling lama hanya 2 hari disana, setelah itu kami langsung kembali."
"Kau—"
"Wae?"
"Tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy (Nomin ft Markhyuck)
FanficTentang seorang CEO yang bersikap dingin dan mempunyai 2 anak. (Nomin,Markmin,Markhyuck&Guanren)
