[Wajib FOLLOW dulu akun ini sebelum membaca]
Rate Mature (21+)
[Di mohon bijak dalam membaca]
________________________________________
"Namanya Justin, Hea bisa menjilat dan mengulumnya seperti ice cream, sayang."
"Daddy, ini keras dan panas. Tidak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌺🌺🌺
Pukul empat sore hari, Hea tengah beristirahat di ruang keluarga sembari menonton film kartun kesukaannya. Tak lupa ia juga sudah menyiapkan banyak camilan di atas meja bersama es krim stroberi di tangan mungilnya.
Dua jam yang lalu ia telah menyelesaikan kegiatan homeschoolingnya, lalu ia tertidur dan terbangun dalam keadaan bosan. Ibunya hari ini mendapatkan jadwal masuk siang, sedangkan ayah tirinya masih belum ada tanda-tanda untuk pulang.
Mungkin sebentar lagi.
Walau sekarang ia sedang sendirian, namun Hea berusaha mencoba memahami dan menikmati ini semua. Lagi pula orang tuanya bekerja juga untuk dirinya kan? Jadi, Hea akan menjadi anak yang baik dan penurut. Tidak ingin menjadi anak nakal yang hanya menyusahkan orang tua saja.
Lima belas menit berlalu, tanpa Hea sadari ia sudah menghabiskan tiga scoop besar es krim, dan sekarang sudah menambah dua scoop lagi. Sepertinya ia harus meminta bibi Kang untuk menyediakan stok es krim lebih banyak lagi kalau tahu seberapa banyak Hea menghabiskan es krim hari ini.
Jujur saja, Hea merasa sangat senang karena sebelum ibunya menikahi ayah Jungkook, ia jarang sekali bisa menikmati es krim sesuka hati seperti ini. Ia dan ibunya harus berhemat, mengingat ia yang menjalani kegiatan homeschooling yang tak murah.
Mungkin ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan padanya agar ia bisa menghabiskan banyak es krim yang ia suka tanpa mengkhawatirkan uang lagi. Bukan berarti ia menjadi putri yang rakus, tapi ia hanya mencoba menikmati semua fasilitas yang sudah di berikan oleh ayah barunya-yang tak boleh disia-siakan.
"Hahahaha" Suara tawa itu mengalun merdu. Beberapa kali Hea tertawa saat mendapati beberapa adegan lucu dalam kartun yang menampilkan beberapa ulat kecil yang tak dapat berbicara.
Hea sangat terlarut dalam kegiatannya itu, saking terlarutnya ia dalam menonton kartun dan menikmati es krim, gadis itu tak menyadari kalau sudah ada presensi lain yang berdiri di belakangnya sejak tiga menit yang lalu. Presensi seorang pria yang sudah lebih dari seminggu ini menjadi ayah tirinya.
Jungkook berdiri tak jauh dari belakang sofa yang di duduki putri tirinya. Masih dengan setelan jas yang sama dengan yang pria itu pakai tadi pagi. Tak lupa juga ia masih menenteng tas kerja di sebelah tangannya yang kekar.
Pria Jeon itu masih menimang apa ia hanya akan melewati Hea begitu saja atau hanya menyapa atau ia harus ikut bergabung menikmati tontonan yang-jujur saja-menurutnya tak lebih menarik dari yang tengah menonton saat ini.
Dan kalau ada yang bertanya bagaimana perasaan Jungkook saat ini, maka Jungkook akan menjawab 'ia ingin pingsan'.
Jantungnya selalu berdetak tak beraturan kala dirinya dan Hea berada dalam jarak yang dekat. Perutnya terasa menggelitik geli seperti ada letupan-letupan kecil di sana, pun dadanya menjadi sesak seolah-olah ada sesuatu yang belum terpenuhi.