[Wajib FOLLOW dulu akun ini sebelum membaca]
Rate Mature (21+)
[Di mohon bijak dalam membaca]
________________________________________
"Namanya Justin, Hea bisa menjilat dan mengulumnya seperti ice cream, sayang."
"Daddy, ini keras dan panas. Tidak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌸🌸🌸
Pagi hari ini tak seperti pagi-pagi sebelumnya. Sangat hening, hanya ada suara alat makan yang saling berdentingan. Hea duduk tepat di seberang Jungkook, membuat ia yang masih merasa canggung menjadi semakin gugup. Sesekali ia lirikan mata ke arah ibu dan ayah tirinya yang sedang makan dalam diam.
Dan dalam beberapa detik, mata mereka—Hea dan Jungkook—tak sengaja saling bertemu, menimbulkan degup bergemuruh pada jantung Hea. Lagi-lagi Hea menunjukkan gerak gelisah yang kentara, membuat sang ibu yang tak sengaja menangkap kegelisahan Hea berkerut bingung. Lantas ibunya pun bertanya, "Hea sayang, apa kau baik-baik saja? Apa Hea merasa tak enak badan?"
Lantas kepala Hea menggeleng mendengar rentetan khawatir dari sang ibu, kemudian menjawab, "Tak apa mom, Hea baik-baik saja". Memberikan seulas senyum tipis pada Sookyung, tak ingin membuat wanita itu merasa khawatir.
Berdeham sejenak, Sookyung menyuruh Hea untuk segera menghabiskan makanannya dan membantunya membereskan sisa-sisa makanan mereka. Mengangguk singkat, Hea melanjutkan makannya sampai habis.
"Oh ya, kalau Hea sudah selesai membereskannya jangan langsung ke kamar dulu ya. Ada yang ingin mom dan -ehem-ayahmu sampaikan". Ujar ibu Hea saat melihat Hea beranjak dari duduknya untuk membersihkan bekas piring mereka.
Setelah Hea selesai dengan segala urusannya, ia melangkah pergi menyusul ibu dan ayah tirinya yang sedang duduk berdampingan tanpa ada yang membuka suara, mungkin sedang menunggu kedatangannya dulu.
Hea dudukkan dirinya di salah satu sofa di sana, berhadapan dengan orang tua yang sekarang ini tengah menatap dirinya. Entah mengapa Hea merasa kalau suasana kali ini terasa lebih serius dari saat sarapan tadi. Apakah ada sesuatu yang sangat penting?
"Sayang, ada hal yang harus mom dan ayahmu sampaikan tentang kehidupan keluarga kita nantinya". Buka ibu Hea lembut, seakan meminta izin untuk menyampaikan hal yang sebelumnya sudah ia dan suaminya diskusikan.
"Katakan saja mom, Hea akan mendengarnya dengan baik". Balas Hea, tak lupa dengan senyuman tulus di akhirnya.
"Jadi begini, mungkin Hea akan kesulitan beradaptasi nantinya tapi—" Hea mengerutkan dahinya bingung saat mendengar kalimat Sookyung yang masih menggantung. Lalu, beradaptasi? apa yang ibunya maksudkan itu adaptasi dirinya dengan sang ayah baru?
"Mulai besok lusa kalian akan tinggal di rumahku." Jelas Jungkook saat menyadari nyonya Han tak dapat meneruskan kalimatnya.
Sontak Hea membulatkan matanya, ia alihkan pandangannya pada Jungkook. Kedua alisnya terangkat, menatap bertanya mengapa mereka harus pindah kalau mereka saja sudah terlanjur nyaman dengan rumah yang sudah ia tinggali sejak tujuh belas tahun yang lalu.
Nyonya Han yang mengerti arti ekspresi yang ditunjukkan putrinya segera menjelaskan, "Emm— Benar yang dikatakan oleh ayahmu Hea. Kita akan pindah ke rumah Jungkook besok lusa. Kami sudah berdiskusi mengenai hal itu tadi malam. Mom mengerti kau nantinya pasti akan sulit beradaptasi dengan lingkungan barumu, karena itu mom ingin memberitahumu hari ini agar Hea tak terlalu terkejut nantinya. Dan juga—" lagi-lagi ibunya memotong kalimatnya sendiri. Membuat ia semakin penasaran dengan hal mengejutkan apa lagi yang akan ibunya ini sampaikan.
"Dan juga?"
"Dan juga mom akan kembali bekerja di rumah sakit seperti dulu, sayang." Oh Tuhan, apa lagi ini? Ia kira setelah ibunya menikah ia dapat menghabiskan waktunya dengan sang ibu lebih banyak, tapi yang ia dapati justru sebaliknya.
Bukankah seharusnya ibunya ini tak perlu bekerja lagi? Mengingat pria yang sekarang ini menjadi ayahnya sudah dapat dipastikan mampu memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari nantinya.
Dan keputusan untuk bekerja kembali di rumah sakit mengartikan bahwa dirinya akan ditinggal dalam waktu yang tak tentu, bisa saja saat malam, pagi, maupun siang. Tergantung jadwal yang di dapatkan oleh ibunya.
Kalau ia bisa memilih, ia lebih menyukai ibunya yang bekerja menjadi perawat pribadi kakek Jeon, karena ibunya tak perlu menghabiskan banyak waktu untuk meninggalkan dirinya di rumah. Ibunya hanya pergi ke kediaman Jeon untuk mengecek kesehatan Jeon Jihyuk yang tak sampai menghabiskan setengah hari.
Bukankah itu berarti waktu antara dirinya dengan sang ibu akan semakin berkurang?
"Kenapa mom harus bekerja lagi? Mom kan sudah punya ayah yang sanggup menghidupi kita nantinya—eungg iya kan a-yah?" Mata bulatnya menatap ragu Jungkook, dan ia mendapati anggukan darinya.
"Kami sudah membahasnya tadi malam, tapi nyonya Han tetap bersikeras untuk memilih kembali bekerja di rumah sakit yang dulu. Dan dengan terpaksa saya menyetujuinya, dengan syarat Hea dan nyonya Han harus mau tinggal di kediaman saya". Terang Jungkook formal. Terdengar jelas sekali kalau dirinya belum bisa membuka diri pada keluarga Han sepenuhnya.
Memang tadi malam setelah acara resepsi pernikahan usai, Nyonya Han dan Jeon Jungkook membahas perihal kehidupan mereka nantinya.
Jungkook yang merasa mulai bertanggung jawab dengan keluarga ini, meminta nyonya Han untuk tak perlu bekerja lagi dan memasrahkan dirinya dan Hea kepadanya yang sekarang ini bernotabene sebagai kepala keluarga.
Namun nyonya Han segera menolak penawaran suami sahnya itu dengan lembut. Ia berkata walau sekarang ini Jungkook sudah menjadi kepala keluarganya, wanita itu tak ingin sepenuhnya menggantungkan diri dengan pria Jeon itu. Ia masih merasa bertanggung jawab dengan kehidupan dirinya, terutama dengan masa depan putrinya nanti.
Dalam hati ia berpikir kalau mungkin saja Jungkook akan menikah lagi dengan wanita yang lebih muda dan dicintainya kelak. Sehingga ia tak mau mengambil risiko besar bila nantinya ia dan putri semata wayangnya ini dicampakkan. Masa depan tak ada yang tahu kan?
Dan dengan begitu Jungkook menyetujuinya, dengan syarat mereka akan tinggal di kediaman Jeon. Awalnya nyonya Han juga menolak, namun mendengar penuturan Jungkook yang meminta kesempatan untuk ikut andil dalam bertanggung jawab mengurusi keluarga Han sebagai kepala keluarga, nyonya Han pun menyetujuinya.
Dan saat itu juga Jungkook mengucapkan permintaan maafnya karena mungkin di masa depan nanti ia tidak bisa menjadi suami Han Sookyung 'seutuhnya'.
Nyonya Han yang paham dengan arti kata 'seutuhnya' itu pun mengangguk mengerti. Ia mengerti kalau hal ini pastilah sulit untuk diterima Jungkook. Ia tahu kalau selama ini Jungkook sudah menganggap dirinya seperti ibunya sendiri.
Tapi setelahnya Jungkook berkata kalau ia berjanji akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk Hea, jadi ia tak perlu khawatir mengenai itu.
Dan dengan berakhirnya pembahasan serius itu, Jungkook meminta sebuah selimut dan bantal untuknya tidur di bawah. Dalam kamar itu tak ada sofa ataupun ranjang lain untuknya tidur. Dan lagi ia tak bisa tidur di sofa luar karena tak ingin menghancurkan impian Hea yang selama ini ingin hidup seperti keluarga lain pada umumnya.
Ia tak ingin membuat Hea tahu kalau pernikahan ini hanya sebuah kesepakatan tanpa melibatkan perasaan.
Intinya, ia tak ingin membuat gadis Han itu kecewa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-TBC-
Jangan lupa tinggalkan vote (⭐) dan comment ya. Masih butuh banyak saran dan bantuan dari kalian nih.