13.

994 149 16
                                        

Chapter Thirteen.

Hermione merasa aneh belakangan ini, Ia mulai kembali menekuni kuliahnya sebagai dentist di dunia Muggle dan menghabiskan banyak waktu untuk belajar. Helena dan Hector tidak berbicara banyak tentang kepergianya yang cukup lama di dunia sihir dan absen kuliahnya yang cukup banyak. Hermione benar-benar menyibukkan diri.

*

Draco menyandarkan punggungnya di kursi sembari memejamkan mata. Buku harian Hermione sudah habis dibaca Draco. Draco mulai merindukan Hermione Granger, yang menyapa-nya ramah setiap Ia keluar dari perapian, keluar dari meja belajar, atau membawakanya beberapa cookies untuk Draco santap di sela-sela kesibukkanya. Manor terasa kosong. Johannson bahkan sudah pergi beberapa hari setelah Hermione bisa menggunakan sihirnya.

Hermione. Hermione. Hermione.

Orang yang tidak punya hati. Kalimat ancaman Hermione masih terasa di dalam batin Draco. Ia tidak bisa mengatakan apapun lagi. Lagipula bagaimana Ia bisa punya hati jika hatinya sudah ada pada Hermione Granger tanpa Draco sadari?

*

"Astaga. Kenapa gigimu kotor sekali?" tegur Draco saat melihat sosok penyihir kecil dengan rambut dikepang dua. Ia hanya meringis.

"Maaf, aku baru berkunjung dari rumah Grandma di London. Aku tidak familiar dengan sikat gigi dan barang-barang Muggle." jawabnya malu-malu.

Draco meletakkan tanganya di dahi dengan gemas, "Lihat. Gigimu sekarang banyak sekali yang bolong, kau tau kan rasanya sakit sekali bukan ketika di malam hari?"

Penyihir itu mengangguk kecil. Draco melipat tanganya dan meletakkan di depan dada, "Baik, siapa namamu?"

"Aurorae." jawabnya pelan.

"Kau... halfblood ya? Jadi, kau sering mengunjungi dunia Muggle?" tanya Draco berusaha memastikan.

"Iya. Aku suka sekali bermain dengan Grandma, well, ayahku adalah penyihir, sementara Ibuku Muggle." jelas Aurorae dengan semangat.

Draco menghela nafas. Haruskah?

*

"Mr. Malfoy, kau pernah kesini?" tanya Aurorae sembari menggamit sebelah lengan Draco dengan lembut.

Draco hanya mengangguk, "Well, iya. Sudah cukup lama, hanya pernah lewat."

Aurorae mengangguk, "Apakah kita bisa masuk sekarang?"

Draco mengangguk. Keduanya kemudian masuk ke dalam Klinik Gigi milik keluarga Granger.

Draco tidak habis pikir, hal yang pertama kali Ia pikirkan yang bersangkutan masalah dentist di dunia Muggle memang hanya Hermione Granger. Draco menghela nafas, Ia terlihat amat sangat tidak baik-baik saja. Nafasnya terasa sesak membayangkan Hermione tidak mengenalinya lagi.

Tapi, mungkin saja Hermione tidak berada di Klinik Gigi kan? Lagipula studi dentist sangat lama. Draco mendorong pintu dengan hati-hati, sampai seorang resepsionis dengan pakaian serba putih dan senyum lebar menyambut mereka.

"Selamat datang. Ada yang bisa dibantu?" sapa resepsionis tersebut terdengar sangat ramah.

"Well, aku mengantar nona ini untuk kontrol gigi. Sepertinya ada beberapa giginya yang bolong."

Resepsionis itu mengangguk, "Baik. Mungkin, Sir, bisa dibantu untuk mengisi form ini?"

"Sure." Jawab Draco pendek.

Draco mengisi form tersebut dengan hati-hati sesuai dengan informasi yang diberikan Aurorae. Aurorae terlihat sangat patuh dan hanya berdiri di sebelah Draco dan menggandeng lenganya. Ia terlihat sangat tenang. Tidak seperti anak kecil yang takut dengan dentist.

Her.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang