14.

870 130 16
                                        

Chapter Fourteen.

Hermione menatap Luna dengan kikuk, Luna mungkin salah satu teman yang cukup aneh. Tapi dia sangat baik. Sangat baik. Dia tidak akan menghakimi perbuatanmu, dan dia hanya akan tersenyum tipis dan menanggapi dengan tenang. Luna menyesap cappucino dengan tenang.

"Jadi, Hermione kau mau berkeliling ke dunia sihir tanpa diketahui Harry dan Ginny?"

Hermione mengangguk, "Iya."

"Tanpa Ron tahu juga?"

Hermione terdiam, Ia tidak mengenal Ron lagi namun Ginny berkali-kali menghubunginya dan meminta maaf soal Ron yang entah siapa. Dia tidak mengingat apapun.

"Maafkan aku, tapi.. aku tidak mengingat siapa Ron." Cicit Hermione pelan sekali nyaris berbisik.

Luna menghela nafas, berusaha tidak terprovokasi dan tetap tenang. "Baiklah. Kau bisa tinggal di flatku kalau begitu. Tenang saja, aku memiliki dua kamar dan tidak akan mengganggu privasimu. Nah, ada yang kau butuhkan?"

Hermione berfikir sejenak, Ia berusaha mengingat-ngingat. "Sepertinya belum ada. Eh, aku butuh buku catatan kecil, Luna."

Luna mengangguk, "Aku punya banyak."

Hermione mengangguk lagi, "Aku minta maaf apabila merepotkan. Apa kau ada kesibukan lain?"

Luna berdeham, "Iya, aku memiliki kencan hari ini. Tidak keberatan jika di flatku sendirian?"

Hermione tersenyum dan mengangguk, "Tidak tidak. Tentu saja tidak apa-apa. Kau harus melakukan kencanmu dan tenang saja aku tidak akan mengganggu, mungkin aku hanya akan membaca beberapa buku di ruang tengah."

Luna mengangguk lagi, "Aku punya beberapa bahan makanan di kulkas. Gunakan saja jika lapar. Kau bisa memasak kan, Hermione?"

Hermione mengangguk antusias, "Iya, tentu saja. Sampai jumpa, Luna. Semoga menyenangkan!"

Luna mengangguk dan melambai sebelum menghilang dari perapian.

*

Hermione menghela nafas. Catatan itu cukup mengganggunya, apakah itu benar-benar Draco Malfoy? Slytherin bodoh yang menyebalkan? Oh astaga.

Hermione menghela nafas lagi dan mengingat perkataanya ke Draco terakhir kali cukup buruk. Apakah Draco memiliki peran yang cukup vital dalam hidupnya? Ada apa?

Tapi tidak mungkin Ia langsung mendatangi Draco bukan? Hermione menggigit bibir, mulai menulis beberapa kemungkinan dimana Ia mungkin bisa menemui Draco Malfoy. Bisa berbicara cukup lama dengan Draco terutama tentang catatan yang Ia temukan. Itu jelas tulisan Hermione dan pasti Hermione yang menuliskanya. Tidak mungkin yang lain.

Hermione mengacak-acak rambutnya dengan kesal. Beberapa kali Ia melepas ikatan rambutnya dan memasangnya lagi. Begitu terus sampai lupa berapa puluh kali persisnya Ia mengacak-acak rambutnya. Sampai perapian flat Luna menyala.

Hermione segera menangkupkan wajah begitu melihat Luna bersama dengan sosok laki-laki. Laki-laki itu mencium Luna dengan lembut sementara Luna memeluk pria itu dengan hangat.

Astaga apa aku harus segera pergi dari sini? Batin Hermione dalam diam.

"Kau tidak bilang ada tamu, Love." Bisik seseorang dengan suara berat.

"Itu Hermione. Kau tentu mengenalnya." Jelas Luna dengan singkat.

Hermione membuka matanya pelan-pelan dan mendapati Blaise Zabini. Hermione bersumpah Ia ingin sekali tenggelam dari flat ke danau dan melompat lagi begitu terus.

Her.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang