"Lo kakak nya Aurora kan?" Tanya Gema yang membuat sorot mata Galaxy berubah menjadi tajam
"Jangan sentuh dia" ucap Galaxy
"Dia sekarang lagi dirumah sakit" ucap Gema yang membuat Galaxy membulatkan matanya dengan jantung yang berdetak begitu cepat
Jderrr!!!!!
"Jangan boong anjing!! Jangan coba-coba sentuh dia sedikitpun!!!" Bentak Galaxy di seberang sana
"Serah lo mau percaya atau nggak, yang jelas Aurora pingsan dan dia di bawa kerumah sakit sama temannya" ucap Gema
Tut...tut..tut
Setelah menghubungi Galaxy Gema menatap ayahnya itu dengan tatapan yang menyirat kekhawatiran
"Aurora pasien papa?" Tanya Gema pada dokter Arman
"Ya, Aurora salah satu pasien papa" ucap Dokter Arman
"Jangam bilang kalau Ara sakit parah pa" lirih Gema dengan mata yang berkaca-kaca
"Kamu kenal Aurora?" Tanya dokter Arman
"Ya, aku pernah ketemu sama dia, dan semenjak itu aku nggak pernah lagi ngelupain dia" ucap Gema dengan mata yang memerah
"Papa nggak bisa kasih tau kamu, ini privasi pasien" ucap dokter Arman
"Pa, aku mohon kasih tau aku, jangan bikin aku menyesal untuk kedua kalinya karna kehilangan orang yang aku sayang" ucap Gema yang membuat Arman terdiam dan mengingat luka masa lalu yang begitu menyakitkan
"Maaf papa nggak bisa" ucap dokter Arman
"Papa mau ngeliat Gema hancur lagi hahh?!!" Teriak Gema dengan mata yang berkaca-kaca
"Gema jangan gini" ucap Arman
"Pa, Gema mohon kasih tau Gema" ucap Gema pada Arman.
Melihat kondisi anaknya yang terlalu rapuh, Arman memejamkan matanya sejenak, apa ini keputusan yang benar karna dia akan memberitahu semuanya pada sang putra karna terlihat jelas dari wajah Gema bahwa dia sangat mengagumi gadis itu
"Maaf kan aku Tuhan, aku melanggar semua sumpah dan janjiku, tapi di sisi lain aku tidak ingin melihat Gema kembali hancur untuk kedua kalinya" batin Arman
"Ya, Ara pasien papa, dan dia salah satu pasien yang mengidap leukimia stadium akhir" ucap Arman dengan wajah sendunya
DEGGGG
Kaki Gema terasa begitu lemah mendengar ucapan Arman, bagaimana bisa gadis kecil itu menderita penyakit yang begitu mematikan. Puing-puing awal pertemuan mereka kembali terulang di benak Gema. Kejadian dimana awal pertemuan nya dengan Aurora dan kejadian dimana pertama kalinya Gema melihat senyum seorang gadis yang begitu indah serta sorot mata yang memancarkan cahaya bening yang begitu menakjubkan.
"Ng-nggak mungkin" lirih Gema yang terduduk di kursi yang berada tepat disebelahnya
"Kamu harus merahasiakan ini dari semua orang, karna ini permintaan Aurora" ucap Arman
"Ara pasti sembuh kan pa?" Tanya gema dengan wajah yang penuh harap
"Papa tidak bisa menjamin kesembuhan Aurora karna yang memberi kesembuhan itu hanyalah Tuhan. Tapi papa pasti akan berusaha untuk menyembuhkan Aurora bagimanapun caranya. Terbih lagi dia masih sangat muda dan masa depannya masih panjang" ucap dokter Arman
"Gema mohon sembuhin Ara pa, sembuhin Ara demi gema" ucap Gema dengan tatapan penuh luka
"Ya, papa akan berusaha semampu papa" ucap Arman.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALAXY AURORA
Novela Juvenil[END] Aurora Sheanna Vaxilius Athrix gadis dengan paras sangatlah cantik dan manis, memiliki sifat yang kelewat polos sekaligus bar-bar, tapi tidak sepolos perilakunya yang sangat menyukai yang namanya baku hantam. Aurora memiliki hobi mencari masal...
