Joanna baru saja mandi dengan air hangat sekarang, begitu juga dengan Jeffrey yang baru saja mandi di kamar lain dan bergegas mengambil kue ulang tahun, mawar merah dan hadiah untuk Joanna di mobil. Karena dia ingin memberi kejutan jika Joanna selesai mandi nanti.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka. Joanna sudah memakai bathrobe mandi dengan rambut setengah basah. Begitu juga dengan Jeffrey yang saat ini sudah memakai kaos polo putih dan celana bahan berwarna hitam. Persis seperti mahasiswa magang yang harus selalu mamakai pakaian formal.
"Baju kotorku di mana?"
"Sudah kumasukkan ke mesin cuci. Sebentar lagi pasti kering."
Joanna mengangguk singkat, kemudian menduduki ranjang dan menatap Jeffrey yang sedang menghidupkan lilin sekarang.
"Ayo tiup lilin!"
Ucap Jeffrey sembari ikut menduduki ranjang, kamudian membawa kue tadi di tengah-tengah tubuhnya dan Joanna.
"Aku tidak membawa apa-apa."
"Tidak masalah. Kamu datang saja sudah membuatku senang."
Joanna tersipu sekarang. Kemudian memejamkan mata sebelum akhirnya meniup lilin bersama.
Setelah meletakkan kue di meja, Jeffrey memberikan segelas minuman beralkohol pada Joanna. Agar tubuhnya sedikit menghangat sekarang.
Setelah sama-sama menghabiskan dalam sekali tegukan, Jeffrey kembali meletakkan gelas mereka di atas meja. Kemudian beralih menatap wajah Joanna yang sudah memerah karena tubuhnya mulai menghangat sekarang.
"Masih dingin?"
Jeffrey menangkup wajah Joanna dengan kedua tangan. Kemudian mengusapnya pelan. Sangat pelan, hingga membuat Joanna mulai memejamkan mata sekarang.
Jeffrey semakin merapatkan tubuhnya, kemudian menempelkan bibir mereka. Memberinya kecupan singkat sebelum akhirnya benar-benar melumatnya pelan. Membuat Joanna semakin memejamkan mata dan ikut melakukan hal yang sama. Tangannya juga tidak mau tinggal diam dan mulai menyingkap kaos kekasihnya. Lalu duduk di atas tubuhnya guna memperdalam ciuman dan memperintim suasana.