Jisoo menatap tidak faham pada sembilan orang yang tadi sehabis pulang sekolah meminta waktunya untuk berbicara sebentar
"Kalian fikir saya akan percaya begitu saja?"tanya Jisoo membuat kesembilannya bertambah gugup
Mereka bingung harus bagaimana lagi menjelaskan bahwa mereka benar-benar peri dan Jisoo adalah reinkarnasi dari guardian fairy.
"Tolong percaya pada kami"mohon Mark
"Percayalah bahwa dunia peri sedang dalam bahaya,dan kita membutuhkan mu untuk melawan black magic itu"sahut Seulgi
"Saya akan membantu kalian asalkan alasan yang kalian berikan masuk akal.Jika begini,maaf saya tidak bisa"tutup Jisoo lalu bergegas untuk pergi.
"Sooya!"panggil Jaemin membuat langkah Jisoo berhenti seketika.
Jisoo mengrenyit saat sadar bahwa dia berhenti saat pemuda itu memanggil nama sooya.
Sooya.Nama yang asing ditelinga Jisoo tapi serasa tidak asing untuk hatinya.Entahlah susah menjelaskan nya.
"Bisa tolong beri kami waktu menjelaskan dan membuktikan omongan kami?"ujar Jaemin berdiri dari duduknya menatap punggung Jisoo.
Drrt drrt...
Jisoo merogoh saku seragamnya saat ponselnya bergetar pertanda ada yang menelfon.
Suster Han is Calling....
📞....
"Halo"
"Hallo,apa terjadi sesuatu dengan ibuku?"
"Iya nona,ibu anda demam saat ini dan mengigau memanggil nama nona"
"Baiklah aku akan segera kesana"
Tuut
Jisoo segera berbalik menatap pemuda yang sempat berkenalan dengannya satu minggu lalu.
"Maaf saya ada urusan"pamitnya lalu meninggalkan kesembilan peri dicafe tersebut.
"Huh,akan susah meyakinkan dirinya"keluh Haechan menatap sendu punggung Jisoo yang masuk kedalam mobil.
"Hm..rasanya mustahil seorang manusia bisa percaya dengan hal-hal berbau peri seperti ini"sahut Chenle membuat delapan yang lainnya termenung.
🎑
"Ada apa Ji?"-Jennie
"Hm,ada apa?kenapa wajahmu terlihat khawatir seperti itu?"-Rose
"Apa kalian masih di Paris untuk kerja sama perusahaan?"-Jisoo
"Iya,memangnya kenapa?"-Lisa
"Eomma demam,bisa tolong kalian tunda kepulangan appa dan kakek?"-Jisoo
"Baiklah kita akan membuat masalah agar tidak jadi pulang besok"-Jennie
"Baiklah thanks guys"Jisoo
Tuut
Setelah video call grup itu diputus,Jisoo kembali fokus pada jalanan didepannya.
Beruntung dia tidak ikut perjalanan bisnis bersama sahabat-sahabatnya itu.
Sudah jadi hal biasa saat 4 perusahaan milik keluarga mereka bekerja sama dan melakukan perjalanan bisnis secara bersamaan.
Biasanya Jisoo harus ikut serta,tapi berhubung neneknya melarang,jadi Jisoo tidak ikut.
🎑
"Dimana eomma?"tanya Jisoo saat tiba dirumah sakit tempat ibunya dirawat.
"Mari saya antar"tuntun suster yang diikuti Jisoo.
Ceklek
"Eomma"panggilnya kemudian berjalan mendekat kearah ibunya yang terlelap.
Cup
"Jisoo disini"bisik Jisoo mengecup punggung ibunya tersebut.
Dengan lamat Jisoo menatap wajah cantik ibunya yang kian mengurus.
Sudah lama dia tidak melihat senyum diwajah tersebut semenjak ibunya dinyatakan menderita kelainan jiwa.
Membuat wanita kesayangan Jisoo harus dirawat di rumah sakit jiwa seperti saat ini.
Appanya pun saat mengetahui hal tersebut langsung mengajukan gugatan cerai dan melarang Jisoo untuk menjenguk ibunya.
Maka dari itu Jisoo harus sembunyi-sembunyi jika akan berkunjung kerumah sakit ini.
🎑
Jisoo melangkah masuk kedalam rumah dengan tenang.Jam masih menunjukan pukul 4 pagi sekarang.
Ia baru saja pulang dari rumah sakit untuk menjaga eommanya.Dan dalam hati dia bersyukur karena appa dan kakeknya belum pulang juga demam eommanya sudah menurun tadi pagi.
"Dari mana kamu?"tanya kakek dengan dingin
Seketika langkah kaki Jisoo terhenti saat dilihatnya sang kakek sudah duduk tenang diatas sofa
"Terkejut karna kakek pulang pagi ini?"tanya kakek lalu beranjak dari duduknya untuk menatap sang cucu.
"Kamu fikir kakek bisa ditipu dengan semua masalah yang sahabat-sahabatmu itu perbuat?!"
"JAWAB!KAU TIDAK BISU JISOO!"bentak kakek saat Jisoo hanya diam saja menatapnya
"Kau mengunjungi wanita gila itu lagi?!"
"Berhenti menyebut eommaku gila kek"
"Dia memang gila Jisoo!jangan tutup matamu!"
"Wanita itu tidak waras!jadi berhenti mengunjunginya!"
"Kalau itu yang kakek mau,maaf Jisoo tidak bisa menurutinya"
Plak
"Beraninya kau!"bentak kakek setelah menampar cucu semata wayangnya tersebut.
"Dia eomma Jisoo,sampai kapanpun dan bagaimana pun keadaan eomma,Jisoo tidak akan pernah meninggalkannya"tutur Jisoo menatap berani sang kakek.
"KIM JISOO!"
Jisoo berjalan mengabaikan bentakan dari kakeknya tersebut.Dia lebih memilih pergi kekamarnya untuk beristirahat daripada meladeni betapa keras kepalanya sang kakek.
"DIA HANYA AIB JISOO!"teriak kakek dari lantai bawah yang dibalas bantingan pintu kamar oleh Jisoo.
Blam
Jisoo menyugar surai hitamnya kemudian memilih untuk menidurkan diri diatas kasur.
Saat dia tengah diam menatap langit kamar,tanpa aba-aba sosok pemuda bernama Jaemin muncul dikepalanya.
"Sooya"Jisoo menggeleng-gelengkan kepalanya ribut saat suara pemuda itu masuk kedalam rungunya.
"Lupakan Jisoo!mereka hanya iseng tadi"monolognya lalu memilih menutup mata untuk tidur.
🎑
Hai!semoga suka part kali ini dan jangan lupa ramein vomentnya..
Annyeong👋
KAMU SEDANG MEMBACA
Fairy World
FantasyCOMPLETED✔️ Hidup Jisoo yang awalnya berjalan memuakkan semakin rumit saat tiba-tiba ada sembilan orang berkata bahwa dia adalah reinkarnasi dari Guardian Fairy. {Walaupun sudah end,tolong tetap tinggalkan vote juga komen kalian..terimakasih}
