Happy reading guys
*
*
*
Haikuan kembali melangkah meninggalkan ruang tamu menuju perpustakaan pribadi keluarga Zhao. Lelaki tampan itu membuka pintu kemudian memasuki ruangan itu. Ia mengunci ruangan itu sambil mengedarkan pandangannya. Ia tidak melihat adanya sesuatu yang mencurigakan di sana.
Cukup lama ia mengitari ruangan itu, akan tetapi tidak menemukan apapun di sana. Ia berhenti sejenak kemudian duduk di lantai. Dengan sedikit ragu ia mendekatkan telinganya ke lantai kemudian mengetuk lantai marmer itu.
Tok tok tok
Tok tok tok
"Tranggg!!!!" Terdengar suara yang cukup nyaring dari bawah sana.
Haikuan melebarkan matanya kemudian kembali mengetuk untuk memastikan apa yang di dengarnya.
Tok tok tok
Trang!!!!
"Tidak salah lagi, memang ada sesuatu di sini," ucap Haikuan kemudian mencari pintu masuk.
"Ruang bawah tanah," gumam Haikuan kemudian mulai melihat kesekelilingnya, akan tetapi ia tidak mendapati lubang kunci di manapun. Ia berhenti sejenak kemudian mulai mendorong setiap sisi dinding ruang itu.
Haikuan menghela nafas pelan karena tidak menemukan apapun. Ia mengangkat kepalanya kemudian menatap rak yang menjulang tinggi di hadapannya yang letaknya di belakang pintu masuk. Ia menyentuh rak tersebut dan ternyata rak itu langsung tergeser sendiri. Haikuan berjalan memasuki ruangan itu dan mendapati sebuah tangga di sana.
Ia berbalik kemudian kembali menyentuh dan otomatis rak itu menutup sendiri. Setelah itu ia berjalan menuruni tangga yang gelap, beruntung ia membawa ponsel sebagai pencahayaan.
.
.
.
Di sebuah ruangan yang hanya di sinar lampu remang, tampak seorang lelaki terduduk sambil memandangi sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati. Ia membuka liontin itu sembari yang memperlihatkan dua buah foto di setiap belahan liontin itu.
Air mata meleleh dari manik elang milik pria itu. Ia tampak berantakan dengan rambut yang memanjang serta janggut dan kumis yang tumbuh di wajahnya. Ia meremas liontin sambil menengadahkan wajahnya menatap atap yang gelap. 20 tahun terkurung di tempat gelap ini dan di perlakukan layaknya binatang peliharaan. Tubuhnya yang semakin kurus serta ringkih membuatnya tampak menyedihkan.
Tok tok tok
Tok tok tok
Ia tersentak saat mendengar suara yang entah datang dari mana. Ia terdiam sejenak, dan berpikir. 'Jika itu Li Xian, ia pasti akan langsung menemuiku, tapi sepertinya ini orang lain,' batinnya kemudian memukulkan liontin kalung itu ke pintu jeruji itu hingga menimbulkan suara nyaring.
Traaanggg!!!!
Tok tok tok
Trangg!!!!
"Semoga saja ia mendengar suara ini," gumamnya penuh harap sambil kembali memukulkan liontin itu setelahnya ia kembali duduk bersandar pada dinding.
Butuh beberapa lama hingga akhirnya terdengar suara derap langkah kaki mendekat kearah dirinya.
Tap tap tap
KAMU SEDANG MEMBACA
My Baby_YiZhan
FanfictionDi usianya yang ke 23 tahun, Wang Yibo harus mendapat sesuatu yang amat sangat membuatnya terkejut. Saat ia keluar dari restoran tempatnya bekerja, tiba-tiba seorang wanita paruh baya datang dan menyerahkan bayi mungil padanya. "Berikan bayi itu pad...
