Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

20

5.2K 607 26
                                        

Happy reading guys

*

*

*

Hari beranjak sore, Yibo dan Han Geng masih berada di depan penginapan. Keduanya masih setia menunggu kabar dari Shao Feng. Raut wajah Han Geng antara bosan dan khawatir karena setelah hampir 2 jam menunggu tak kunjung mendapat kabar dari Shao Feng maupun Yun Long.

Ia sedikit khawatir jika rencana yang sudah mereka susun gagal. Jika ini gagal, bukan hanya Shao Feng yang akan kena dampaknya. Yibo juga akan terkena dampak jika rencana ini gagal.

"Kenapa mereka lama sekali," ucap Han Geng dengan raut bosan. Jika saja bukan Yibo, mungkin ia tidak akan mau menunggu dalam artian membuang waktu. Namun, ia ingin menyelamatkan Yibo dari Li Ying.

Banyak hal yang belum di ketahui oleh Yibo tentang Li Ying maupun keluarga wanita itu. Terlebih setelah ia mendapatkan sebuah fakta penyebab hilangnya Tuan Wang. Keluarga Zhao terkenal suka menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan orang-orang kecil. Sedikit tidak membuatnya merasa heran, mengapa Yibo bisa jatuh hati pada wanita Zhao itu.

Sebelah sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis. Sejak lama ia menjelaskan kelakuan Li Ying pada Yibo, akan tetapi lelaki tampan di sebelahnya itu selalu menampik ucapannya. Namun, sekarang ia merasa puas karena akhirnya Yibo bisa menerima fakta tentang wanita itu.

Ddrrrttt...

Suara getaran ponsel mengalihkan perhatian Han Geng. Terdapat pesan masuk dari Shao Feng. Terdapat beberapa foto dan video yang masuk di ponselnya. Seringai puas muncul di wajahnya saat melihat beberapa foto. Ia menoleh ke arah Yibo yang tertidur. "Yibo, kita pergi sekarang," ucap Han Geng sambil menepuk bahu Yibo pelan.

"Apakah sudah selesai?" Tanya Yibo seraya menguap. Ia sedikit menggeliatkan tubuhnya seraya melirik keluar jendela.

"Sudah, Shao Feng meminta kita untuk segera pergi," ucap Han Geng.

Yibo menahan lengan Han Geng yang hendak menyalakan mesin mobil. Ia menoleh seraya mengulas seringai kecil. "Kurasa dengan adanya tambahan bumbu, rasanya akan semakin niat," ucap Yibo kemudian beranjak keluar dari mobil.

"Ge, minta Yun Long keluar dari kamar itu, tapi minta Shao Feng untuk tetap tinggal di sana," ucap Yibo sebelum akhirnya melangkah masuk.

"Yibo, kau mau kemana?" Tanya Han Geng yang di jawab lambaian tangan. Ia berdecak pelan melihat kelakuan lelaki yang sudah ia anggap adik itu. Walau begitu, ia tetap melakukan apa yang sudah di katakan oleh Yibo tadi. Ia mengetik sebuah pesan pada Yun Long dengan isi yang sesuai seperti yang di katakan oleh Yibo.

*****

Sementara di kamar VIP rumah sakit, tampak Xiao Zhan yang mulai terjaga. Manik bulatnya bergerak di balik kelopak mata indahnya itu. Beberapa saat kemudian kelopak mata indah itu terbuka dan menampilkan sepasang manik sewarna almond itu. Bulu mata yang panjang serta lentik itu menambah kadar kecantikan lelaki itu. Cahaya mata hari sore yang menyapa wajahnya dari balik gorden membuat kulit langsatnya tampak bercahaya.

Ia melenguh saat merasakan kering di tenggorokannya. Bibirnya tampak pucat dan kering. Ia menoleh saat merasakan berat di tangan kirinya. "Mama," gumamnya pelan saat mendapati sang ibu tertidur dengan posisi kepala bersandar di tempat tidurnya.

Jun Mian yang tadinya memejamkan mata langsung tersentak saat merasakan pergerakan dari tangan sang putra. Lelaki berwajah malaikat itu segera berdiri kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Xiao Zhan.

My Baby_YiZhanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang