Pagi ini New sengaja bangun siang, karena hari libur dirinya dari pekerjaan nya. New menoleh kearah sebelahnya, Earth sudah tidak ada yang berarti Earth sudah berangkat pergi kerja.
New berjalan menuju dapur, perutnya terasa sangat lapar, apa makanan yang semalam Earth masak masih tersisa?
Benar saja, terdapat makanan diatas meja makan, lebih tepatnya didalam tutup kojong. New merasa senang karena pagi ini ia akan makan Udang balado dan sayur toge, ia sangat rindu udang.
New segera mengambil piring dan menyendoki nasi nya. Hanya butuh waktu 10 menit New melahap makanan nya. Setelah itu ia segera mencuci piring kotor dan merapihkan tempat tidurnya.
Sesampainya New dikamarnya, matanya terfokus pada kertas yang berada diatas nakas sebelah tempat tidurnya, New segera menghampirinya.
Good morning, New.
Sorry gue harus berangkat kerja pagi pagi buta dan ninggalin lo sendirian dirumah, gue masakain Udang balado khusus buat lo, jangan telat makan ya, Have a nice day ya, ok. bye newwiie.
From, Erd
Setelah membaca surat dari Earth, ia sedikit mengukir bibirnya dengan senyuman, kertas itu pun ia masuk kan kedalam kotak berawarna putih yang berada didalam nakas tersebut.
o0o
Jane dan Jan masih saja menangis, usai melakukan perpisahan dengan Tay. Selama seminggu kedepan Jane dan Jan akan berjauhan dengan Tay. Jane khawatir dengan keadaan Tay, bagaimana jika Tay mendadak kumat dengan mengingat New?
Jane mengirim pesan untuk Tay, pesan nya berisikan sebuah permintaan Jane agar Tay tetap mengutamakan dirinya lebih dari apapun.
"Kak, antar Jane sama Jan kerumah kak Singto ya?" Pinta Jane pada Gunsmile, Ia terdiam sejenak.
"Tapi jangan bilang ke abang" lanjut Jan dengan cepat. Gunsmile mengangguk kecil.
Sesampainya mereka dirumah Singto, para asisten rumah tangga Singto pun memberi salam dengan menundukkan kepalanya saat Jane dan Jan baru saja datang.
Singto berjalan keluar dari arah dapur, ia menghampiri Jane dan Jan yang sudah duduk diruang tengah.
"Sama siapa kesini?" Tanya Singto, ia duduk dihadapan Jane dan Jan.
"Kak Guns" jawab Jan, Singto mengangguk paham.
"Aku sama Jan kesini untuk ketemu kak Neen" Ucap Jane dengan cepat. Wajah Singto terlihat bingung,
Alis Singto mengangkat sebelah "Untuk apa?" tanya nya.
"Jane gak punya wakgtu banyak untuk jelasin ke abang, jadi izin in Jane ketemu sama kak Neen" Pinta Jane sedikit memohon.
"Tay tau tentang keperluan kalian sama Neen?"
Jane dan Jan menggeleng "Jane bilang kita gak punya banyak waktu, Kak" kini Jan yang berbicara.
Singto mengangguk "10 menit lagi, ia sedang merawat kekasihku" Ujar Singto, ia terbangun dari posisi duduknya dan berjalan meninggalkan Jane dan Jan yang berada diruang tengah.
o0o
Neen berjalan menuruni anak tangga Rumah Singto, ia dapat melihat jelas raut wajah Jane dan Jan yang berada diruang tengah. Neen menghampiri mereka berdua.
"Sudah lama nunggu aku?" Tanya Neen, ia memegang pundak Jan.
"Kita gak ada waktu banyak kak, dalam seminggu kita harus bikin kak New kembali pada kak Tay" Pinta Jane dengan cepat, ia berdiri dihadapan Neen, kedua tangan nya memegang kedua tangan Neen.
"Jane..." Panggil Neen pelan.
raut wajah Jane langsung berubah, kepalanya sedikit menunduk.
"Kita gak bisa maksa kehendak orang lain. Kak New sudah memilih orang lain" Ujar Neen pelan, ia sedikit menundukkan tubuhnya dihadapan Jane.
"Biarkan New memilih pilihan nya, Jane. bukan memaksa." lanjut Neen lagi.
"Ta...tapi kak" cegah Jan, ia menoleh kearah Neen.
"Jan yakin 1000% kalau Kak New itu masih sayang banget sama abang, Jan yakin itu." Ucap Jan.
Neen terdiam sejenak "Kita lihat dalam waktu seminggu ya? Gimana keadaan dia setelah memilih lelaki lain" Ucap Neen, Jane dan Jan mau tidak maupun menyutujui saran dari Neen.

KAMU SEDANG MEMBACA
AFTER YOU GO
Teen FictionHujan turun dengan deras, baru tadi ia mendapatkan kabar jika kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan. Tay Tawan Vihokratana, orang yang akrab dipanggil Tay itu pun melajukan mobilnya secepat kilat. Ia harus datang ke Rumah sakit untuk melih...