12. kedatangan seseorang

633 49 0
                                        

1 bulan kemudian

Sekarang Jisung tengah memikirkan apakah ia harus kemoterapi ? Tapi ia tidak mau rambutnya rontok, ia tidak mau keluarganya tau tentang penyakitnya itu.

"Ha.... Setelah aku memikirkan ini selama satu bulan akhirnya aku bisa memutuskan dan sekarang aku harus menghubungi dokter moon. Ngomong ngomong dimana aku menyimpan no. Nya yh."

Setelah ia mendapatkan no nya ia bergegas mencari telepon rumah yg jarang dipakai. Setelah itu ia menekan nomor nya dan menunggu tersambung.

"Halo dokter moon ini aku Jisung lebih baik aku menjalani pengobatan biasa saja tanpa kemoterapi bisa ?"

"..........."

"Iya aku yakin dengan keputusan ku kalau begitu kapan bisa dimulai ?"

"......"

"Baiklah kalau begitu sampai nanti dokter moon."

Setelah menelepon dengan dokter moon, ia jadi berpikir tentang kejadian 1 bulan yg lalu. Apakah mereka tidak mempedulikannya lagi ? Kenapa mereka seperti tidak khawatir sama sekali ? Huft...
Apa mereka akan bahagia jika aku pergi ? Aku ingin sekali pergi tapi aku harus bertahan demi Mark Hyung.

Flashback On
Jisung POV
Setelah mengetahui jika aku pingsan di jalan dan dibawa ke rumah sakit mereka langsung menemui mereka tapi dari raut wajah mereka seperti tidak khawatir sama sekali kecuali Mark Hyung.

Mereka terlihat berbincang sebentar dengan dokter moon dan setelah itu mengurus biaya dll. Lalu pergi pulang, selama perjalanan tidak ada satu pun yg bertanya tentang kejadian kemarin atau apa penyebabnya. Ha.... Mungkin aku saja yg terlalu berharap banyak tentang mereka kan ? Aku hanya orang baru yang merusak segala kebahagian mereka selama ini.

Sampai kapan ya ? Sampai kapan aku bisa bertahan ? Di rumah ini kan tidak ada yg menginginkan keberadaan ku kecuali anak tertua dari keluarga Lee. Walaupun ia sangat perhatian jika dibelakang mama Lee itu pun sudah cukup bagiku yg penting masih ada orang yg menyayangi ku.

Tidak terasa kita sudah berada di rumah dan aku harus bersiap untuk diinterogasi sekaligus dihukum mama Lee. Semoga luka ku besok tidak terlalu mencolok.

Haechan Hyung dan Jeno Hyung juga tidak bertanya apa seolah-olah kehadiranku  tidak dianggap oleh mereka. Sungguh aku merasa kesepian. Saat kedatangan ku pun mereka langsung masuk ke kamar dan menghabiskan waktu di sana. Aku hanya bisa berharap keadaan bisa kembali seperti semula saat awal kedatangan ku di keluarga ini.

Flashback off
Hari ini para maid sedang membersihkan beberapa kamar yg tidak digunakan sepertinya akan kedatangan tamu. Aku berharap bisa  mengajaknya berkenalan dan bisa berteman dengannya. Sebenarnya aku ingin sekali bertanya kepada para maid siapa yg akan datang tapi aku tidak berani mengingat siapa aku disini dan apa mereka menganggap ku majikan atau malah menganggap ku sebagai anak pembawa sial. 

Jisung POV end

Setelah Jisung sedikit berkeliling mansion ia memutuskan untuk mandi. Tapi sebelum mandi ia dikagetkan dengan sebuah dobrakan keras dari pintu.

Brakk

Nyonya Lee mendobrak dan langsung menyeret Jisung menuju kamar mandi lalu sedikit mendorongnya dan berkata

"Heh !! Kau awas saja ya nanti kau mempermalukan ku didepan salah satu rekan bisnis atau memberitahu mereka apa yg aku lakukan padamu tidak segan segan menghukum mu. PAHAM ! PAHAM ATAU TIDAK !!"

"Iya aku paham ."
"Baguslah kalau begitu. Oh ya nanti dia juga akan membawa seorang anak kira kira beberapa bulan lebih tua dari mu, jadi aku harap kamu bisa berteman dengannya. Aku juga tidak akan membiarkanmu berteman dengan yg lain kau hanya boleh berteman dengannya saja dan Jisung kamu harus bersiap siap dan aku juga membawa P3k obati lukamu. Pakai pakaian yg sudah ada dikasurmu itu dan cepat jika 15 menit belum selesai awas kau nanti." 

Setelah kepergian Nyonya Lee, Jisung masuk ke kamar mandi. Setelah keluar, ia  langsung mengobati luka lukanya. Sesekali ia meringis merasakan sakitnya lukanya itu. Jika disuruh memilih dipukuli setiap hari atau melihat orang sekitarnya menangis Jisung lebih memilih dipukuli setiap hari. Kenapa ? Karena baginya sudah cukup ia melihat orang sekitarnya menderita, lebih baik ia tiada ketimbang melihat mereka sedih.

Setelah mengobati lukanya ia langsung memberatkan kotak P3k dan mengambil pakaian yang sudah disiapkan. Setelah selesai ia pergi ke bawah dan untung saja dia tepat waktu. 

Jisung melihat beberapa orang berbicara dengan bahasa yg tidak ia mengerti. Sebenarnya mereka itu dari mana dan kenapa harus tinggal disini ? Kan ada hotel apa jangan jangan untuk menghemat biaya yh ? Sebenarnya Jisung ingin bertanya tapi ia takut jika salah bicara dan lagipula Jisung juga tidak mengenal mereka. Setelah beberapa saat menunggu muncullah Nyonya Lee dan anak anaknya.

Setelah berbincang beberapa saat Jisung  mengetahui mereka  adalah Tn. Zhong dan Ny. Zhong. Setelah Jisung tau siapa mereka, ia disuruh berkenalan dengan seorang yg akan menemaninya berapa waktu. Tetapi saat ia mendekat anak itu pun menjauh pergi, orang tuanya yg tau meminta maaf dan akan menyusulnya tapi Jisung melarang dan mengatakan akan menyusulnya juga akan membujuknya untuk masuk kembali.

Jisung POV

Aku pun pergi ke arah yg sama dimana ia berlari. Aku mengedarkan pandanganku untuk mencarinya sambil berkeliling taman mansion. Saat aku melihatnya, aku pun segera berjalan perlahan mendekatinya. Dia menangis ? Entah mengapa dia aku pun juga tidak tau.

"Hai, siapa namamu ? Kenapa kamu tiba tiba pergi dari ruang makan ?"
"APA PEDULIMU ?! KAMU MUNGKIN SAMA KAN DENGAN MEREKA!! JIKA ORANG TUAKU ADA DI RUMAH MEREKA AKAN BERSIKAP MANIS. TETAPI JIKA ORANG TUAKU TIDAK ADA MEREKA AKAN MEMPERLAKUKANKU TIDAK LAYAK !! DAN kenapa dunia sangat tidak adil dan kejam ?!! KENAPA?! KENAPA?!!"ucapnya sambil menangis

"Aku peduli iya memang aku peduli. Aku tulus ingin berkenalan denganmu. Dan memang, dunia memang kejam juga tidak adil. Kamu termasuk beruntung karena orang tuamu masih peduli denganmu. Sedangkan aku dia  bukan ibu kandungku. Ayah  ibuku sudah meninggal dan mereka mengira bahwa kehadiran ku lah penyebabnya. Aku kan tidak tau apa apa aku hanya anak kecil yg seharusnya masih bermain dengan teman-temannya tapi aku keluar dari pintu mansion saja tidak boleh apalagi bermain keluar. Ditambah aku pun memiliki kanker otak. Terkadang aku ingin bertanya kapan aku bisa bahagia. Oh ya ngomong ngomong namaku Jisung, Park Jisung. "

"Kalau aku Chenle,  Zhong Chenle. Maaf ya tapi aku berjanji setelah kamu sembuh kita akan pergi jauh dari Seoul. Aku akan membawamu ke suatu tempat, mengubah identitas dirimu dan aku, juga memulai hidup baru itulah janji ku gimana kamu mau ?"

"Iyh aku mau. Kalau begitu bagaimana kita masuk kedalam ? Aku takut orang tuamu mencari."
"ayo~."

Setelah berucap seperti itu ia segera menarik tangan ku dengan sedikit berlari dengan wajah gembira. Aku tidak sabar apa kisah perjalanan hidupku selanjutnya ya ? Oh iya untuk mamaku , aku sekarang punya alasan kuat  untuk bertahan hidup. Jadi mama gk perlu khawatir Jisung akan terus berjuang agar bisa sembuh.

MAAF ~ Park Jisung Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang