14. Masuk sekolah

685 48 0
                                        

Hari ini adalah hari pertama Jisung sekolah. Jisung merasa beruntung karena Nyonya Lee masih memperbolehkannya sekolah.   Jisung berharap hari ini dia memiliki banyak teman di sekolahnya.   Sudah tidak kerasa sekarang umurku sudah 7 tahun. Dan sudah 3 tahun kepergian kedua orang tuanya. Jujur Jisung merindukan masakan mama nya , kebersamaannya bersama keluarga Lee , sifat jahil Haechan. Hubungannya dengan  Lee  bersaudara tidak buruk dan juga tidak baik kecuali dengan Mark Hyung. Saat berumur 5 tahun ia sempat meminta untuk dimasukan ke taman kanak-kanak tapi Nyonya Lee tidak setuju dengan alasan yg tidak jelas.

Huft.....
Jisung menghela nafas kasar sejujurnya ia merasa gugup. Ia ingin sekali berkata kepada salah satu dari mereka tapi hubungan Jisung dengan kembar Lee tidak terlalu baik. Akhirnya ia diam, tanpa di duga Mark mengetahui dan bertanya.

"Gugup ya ? Jangan gugup, tenang saja Jisung Hyung pastikan kamu pasti sekelas dengan Chenle. Kau tahu Chenle yg meminta mamaku untuk menyekolahkan mu dan ia juga meminta untuk sekelas denganmu. Selama ini juga Hyung juga mengajarimu membaca dan menghitung kan saat kamu memiliki waktu luang. Hyung juga sudah mengajarimu cara perkenalan. Apa yg perlu di khawatirkan Jisung ?"

"Tidak Hyung. Bukan itu, jika untuk semua itu aku tidak khawatir. Tapi..... Aku takut tidak memiliki teman dan tidak ada yg mau berteman denganku Hyung." Ucapnya lirih di bagian akhir.

" Untuk teman tidak perlu banyak banyak yg penting mereka bisa menemanimu saat suka dan duka. Niat mereka berteman adalah murni untuk berteman. Percuma mempunyai banyak teman tapi akhirnya ia akan mengkhianati dan menusuk mu dari belakang. Mengerti, kan ?!"

"Iya, Hyung. Terima kasih sudah menasehati ku, ya."

Mark tersenyum sambil mengelus rambut Jisung. Hanya satu kata dibenak  Jisung  yaitu nyaman.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sesampainya di sekolah, Mark langsung mengantar Jisung ke ruang sekolah. Saat akan pergi Mark menyampaikan sesuatu.

"Jisung, Hyung tinggal ya ? Nanti Hyung pergi ke kelas Jisung dan Chenle dan mengajak kalian makan ke kantin bersama, mau kan ?"

" Iya, Hyung Jisung mau. Hati hati ya Hyung. Dadah!!" Ucap Jisung sambil melambaikan tangannya.

Mark menoleh. Lalu melambaikan tangan kepada Jisung dengan senyuman tulusnya dan berlalu pergi menuju kelasnya. Lalu datang dua orang yg menghampiri Jisung.

"  Jadi, ini murid barunya, ya ? Perkenalkan saya kepala sekolah disini, nama saya Sooman. Sedangkan, di sebelah saya adalah Siwon. Dia akan menjadi wali kelas di kelas yg kamu tempati. Saya berharap kamu betah bersekolah di sini. Dan untuk pak Siwon bisa pergi ke kelas bersama Jisung."

" Baik pak. Kalau begitu saya dan Jisung pamit."

Saat berada di depan kelas pak Siwon menyuruhnya untuk menunggu di depan.
Pak Siwon mengucapkan salam dan menyuruh Jisung masuk dan memperkenalkan diri.

"Halo semua perkenalkan namaku Park Jisung. Semoga kita bisa berteman dengan baik."
"Baiklah Jisung,kamu bisa duduk di bangku yg kosong dan untuk sementara kamu belum punya buku pelajarannya, kamu bisa bergabung dengan yg lain. Oke sekarang kita lanjutkan materinya."

Belum juga ia duduk di kursi sudah ada seseorang yg mengajaknya bergabung dengannya. Bagi kalian yg menganggap itu Chenle, maaf kalian salah. Karena bangku Chenle cukup jauh dari bangkunya. Menurut Jisung ia adalah orang yg baik dan juga sangat ramah. Jisung pun mengiyakan ucapannya dan akhirnya mereka pun berbagi buku paket.

Bel istirahat berbunyi. Siswa siswi yang mendengar pun segera berhamburan menuju kantin sekolah. Sedangkan, Jisung tampak membereskan buku-bukunya. Saat sedang asyik merapikan buku ada dua orang anak laki-laki yg menghampirinya yaitu Chenle dan anak yg menawarinya untuk bergabung buku paket. 

"Hai kamu Park Jisung kan. Kenalkan namaku Park Sunghoon, salam kenal."

"Hai Sunghoon salam kenal. Oh iya.."

Belum selesai Jisung melanjutkan perkataannya, Mark memanggil Jisung dan menyuruhnya untuk mengajak kedua temannya untuk pergi ke kantin.

Jisung POV

Saat di tengah jalan menuju kantin, aku merasa ingin buang air kecil. Aku pun bertanya kepada Mark Hyung dimana letak toilet.

"Hyung, aku mau tanya. Dimana letak toiletnya, ya ? Aku sedang ingin buang air."

" Kebetulan toilet dan kantin masih searah. Jisung hanya tinggal lurus dari kantin."

" Terima kasih Hyung. Oh iya kalau kalian ingin duluan memesan makanan silahkan. Aku mau pergi ke toilet sebentar."

" Sung, yakin kamu tidak mau aku atau Chenle menemani mu yh ?"

" Iyh Jisung betul kata Sunghoon. Lebih baik kita menemanimu ke toilet."
" Tidak usah Chenle, Sunghoon. Aku tidak apa-apa pergi sendirian. Lagian juga toiletnya tidak jauh dari sini jadi tidak apa apa."

Sebelum masuk ke bilik kamar mandi. Tiba tiba ada seseorang yg menarik tangan ku dari belakang dan membenturkan kepala ku ke tembok. Aku hanya bisa meringis kesakitan saat mereka membenturkan kepalaku sangat keras. Sekitar ada 4 anak  laki-laki yg mengelilingi ku. Mereka semua menatapku tajam seolah olah aku adalah mangsa mereka.

Salah satu dari mereka mendekatiku mencengkram erat kepalaku dan menarikku dan juga menjongrakkan ku hingga kepalaku mengenai ujung westafel.  Lalu ada seorang lagi yg dari tadi diam saja sambil membawa sebalok kayu. Dia perlahan mendekat  dan menarik ku agar aku kembali berdiri.  Dia memukul badan ku beberapa kali. Saat tubuhku sudah lemah mereka memindahkan ku ke salah satu bilik kamar mandi dan menguncinya dari luar. Sebelum pergi dari toilet mereka sempat mengatakan

" Jangan mentang-mentang kau berteman dengan beberapa anak dari donatur sekolah kau bisa seenaknya dan juga siapa tahu dengan kau mendekati mereka kau bisa berkuasa di sekolah ini. Oh, tentu tidak. Sesekali orang yg ingin memanfaatkan orang lain harus di beri beberapa pelajaran dan hukuman. Supaya tau posisi dan derajat mereka di sini."

" Oh, ya! Semoga kau bersenang senang di sini. Sebelum itu mari kita lakukan sesuatu."

Setelah mengatakan hal tersebut, aku tidak mendengar suara lagi. Tiba tiba suara  bilik kamar mandi terbuka dan mereka menyiramiku dengan air. Dari baunya aku tau itu adalah air bekas mengepel lantai . Sebelum mereka pergi aku juga mendengar mereka tertawa kencang dan mengunci pintu toilet. 

" Mark Hyung, Sunghoon , Chenle tolong aku. Hiks....  Aku takut di sini sendirian.  Tolong... Siapa pun tolong aku."

Air mataku terus  menetes dan aku tanpa lelah  mengucapkan kata tolong. Sampai akhirnya semuanya menjadi gelap dan aku tak ingat apapun setelahnya.

DI KANTIN

terlihat di salah satu meja terdapat 3 orang anak laki laki dengan raut wajah cemas dan khawatir. Pasalnya, sudah 15 menit Jisung pergi ke toilet tapi tidak kembali juga dari sana.

"Hyung, sepertinya kita harus mencari Jisung. Aku takut terjadi sesuatu kepadanya."

"Chenle bener Hyung, kita harus pergi dari sini untuk mencarinya."

"Baiklah, kita cari dia. Tapi, kalian tidak boleh berpisah dari Hyung paham."

Mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya, lalu pergi mencari Jisung.

"Jisung, kamu dimana ? Aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri disini. Kumohon bertahanlah Hyung akan pergi mencari keberadaan mu." Batin Mark

MAAF ~ Park Jisung Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang