Apapun akan selalu aku usahakan untuk kebahagianya.
"Luka"
Leta turun tergesa-gesa hari ini ia kesiangan, efek Lio yang semalam memilih tidur dirumah Adam membuat Leta begadang dengan menonton drakor, dan kesianganlah lah efek sampingnya.
"Allahu Akbar, lo ngapain Jupri pagi-pagi udah noki-noki dirumah gue"
Leta dikagetkan saat membuka pintu melihat Luka sudah berdiri di depan rumahnya dengan senyuman menawannya.
"Hehehehe gue kangen sama lo, berangkat bareng gue yuk" ajak Luka.
"Duh Luka lo ya, gue buru-buru ini"
"Makanya sama gue yok" ajak Luka mengikuti Leta menuju mobilnya.
Leta membuka mobilnya yang sudah dipanaskan lebih dulu oleh supir dydynya.
"Loh, dydy kok masuk mobil Leta, Leta udah telat ini dy" Leta menatap Abi kesal saat Leta membuka pintu mobilnya Abi lebih dulu masuk dan duduk di depan kemudi.
"Mobil dydy rusak, dydy pinjam mobil ya, makasih" Abi menutup mobil yang berwarna kuning itu lalu berlalu pergi.
"Loh, dydy kalau dydy bawa mobil Leta, Leta pergi pake apa dy, dydy!" Teriak Leta saat mobilnya sudah menjauh.
"Berangkat sama Luka aja, udah ada orangnya masih aja dianggurin" ujar Kinan yang berdiri di teras rumah menatap anak gadisnya itu.
Leta menatap Luka malas, kalau ia ikut Luka maka ia takut Luka akan semakin menaruh hati padanya, tapi kalau tidak ikut, ia akan semakin telat.
"Ya udah yuk"
Senyum Luka mengembang saat Leta masuk lebih dulu ke dalam mobil.
"Pamit tante Kinan" pamit luka sebelum masuk ke mobil menyusul Leta.
"Iya, hati-hati"
Leta terus saja memasang wajah juteknya, ia sangat kesal pada semua orang hari ini.
"Nggak mau turun?" Tanya Luka saat mobilnya berhenti di depan cafe Leta.
"ha udah sampe?" Leta menatap ke sekeliling, Luka lebih dulu keluar membukakan Leta pintu.
"Udah, nanti gue jemput ya"
"Jangan deh, gue naik taksi aja nanti" tolak Leta halus ia tidak ingin merepotkan.
"Ayo lah ta, biarin kek gue yang jemput" Luka memelas membuat Leta tidak tega.
"Nanti lo sendiri yang kerepotan Ka"
"Nggak, gue nggak repot mau ya?" Luka terus saja membujuk Leta.
"Ya udah terserah lo, gue pergi dulu, lo hati-hati"
"Iya"
Leta menarik nafas panjang, begitu banyak pekerjaan yang terbengkalai.
"Za, buatin gue nasgor ya" pesan Leta pada Gaza yang lewat didepan ruanganya, ia lupa kalau belum makan dari pagi dan sekarang sudah menunjukan angka tiga, sunguh hebat perutnya itu sampai lupa makan.
"Baik buk"
Leta kembali fokus pada pekerjaannya, tidak ada masalah sebenarnya hanya saja ia hanya harus mengecek beberapa laporan penjualan empat hari yang lalu.
Ceklek.
"Makasih za" ujar Leta tetap fokus pada kertas di depannya. Leta menatap nasgor dan gelas yang berisi coklat panas yang ada di depannya. Perasaanya ia hanya memesan nasgor bukan coklat panas.
"Loh Za, lo buatin gue co-" ucapan Leta terhenti melihat siapa yang mengantar makanan tersebut.
"Luka? ngapain lo disini? Nggak kerja?" Tanya Leta, ini baru jam tiga sore, belum waktunya pulang kerja tapi luka sudah ada di kantornya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAI MAS ADAM.
Romansa"mas Adem, umur leta udah 24 tahun loh mas,mas adem masih nggak mau nikahin leta" "Hm" "Ya udah, kalau mas adem nggak mau nikahin leta, leta aja deh yang nikahin mas adem, mau nggak?" seorang gadis yang mencintai anak tetanganya secara terang-terang...
